220 dan 110 volt
eits, jangan tertipu judulnya, artikel ini masih bahas tentang saham kok. hehe. 220 volt dan 110 volt adalah sistem yang berbeda. sepakat kan ya? radio 220 volt yang di klaim kenceng cuma akan bisik bisik kalo dicolokin listrik 110 volt. kulkas super dingin 110 volt bakal meleduk jika dipaksain dicolok listrik 220 volt. sekali lagi ya.. 220 volt dan 110 volt itu sistem yang berbeda. maksud saya, harusnya kita bisa sepakat bahwa apa yang benar, betul atau tepat di 220 volt, belum tentu benar , betul atau tepat di 110 volt. di forum trader, kalau lagi trend bearish kuat begini, anda bakal temuin banyak (banget) komen yang inventor-ish gitu deh. "ayo diskon terus, makin di diskon makin gue kumpulin" "mumpung diskon gini, ayo borong" "value / margin of safety sudah x%, sudah saatnya nyicil ni" dan seterusnya dan seterusnya mari kita anggap konsep seperti ini adalah 220 volt. konsep buy base on value sangat tepat untuk investor. secara konsep memang mereka (investor) itu hanya mau beli dengan dengan keyakinan "sudah untung saat membeli". mindset ini investor banget. harus di tanamkan betul. sama kayak semboyan cantik "Be Greedy when others Fear, Be Fearfull when other Greedy". nah sialnya, di masa bearish kenceng seperti sekarang, seringnya ni, banyak trader mendadak konslet, lupa kalau mereka 110 volt. sama seperti kisah alat elektronik diatas, kagak maen kalo dipaksain bro. konsep dan pendekatan trader jauh berbeda dengan investor. buat trader. value itu nomor kesekiaaaan, bahkan bisa saja tidak diperhitungkan. yang penting arah trend dari harga. saham bukan soal murah dan mahal, Mending cari yg uprend - dicomot dari milisob. udah ya. sisanya bisa di pikirkan dan di elaborasi sendiri maksud artikel ini. hehe













