Berbenah Mainan!
Kembali berbagi pengalaman mengikuti kelas Gemari Pratama dari Gemar Rapi, nih!
Kali ini, tentang pengalaman berbenah mainan. Aih, istimewa sekali, karena saya baru memiliki anak pertama. Dan yeah, mainan anak itu cukup mengundang hasrat rajin berbelanja.
Nah, setelah mengenal Gemar Rapi yang materi berbenahnya berdasarkan klaster-klaster sungguh ingin kejar materi. Karena ya, memang, mata sudah ingin melihat setiap sudut rumah cling, se-cling iklan di TV.
Khususnya kategori mainan, yang setiap hari selalu diobrak-abrik oleh anak. Jadinya, tanpa menunggu materi terbit, saya mencicil berbenah mainan. Selain karena ingin lekas cling, juga trik supaya tidak lelah saat berberes.
a. Bagaimana respons anak saat berbenah? Anak saya baru genap berusia dua tahun. Alhamdulillah, komunikasi dengan Rais berjalan lancar, tidak terkecuali negosiasi. Salah satu dialog di antara kami: Saya: Rais, ini penguinnya sudah rusak. Nggak bisa jalan. Kita buang, boleh? Rais: Boleh (dengan gaya khas bayi)
Children do, Children does. Ketetapan pola asuh: sebelum berganti mainan, rapikan yang sebelumnya. Jika anak tidak mau diajak merapikan, orang tua yang merapikan dan anak menyaksikan sambil menunggu.
b. Hambatan dalam berbenah Saat anak bersama orang lain. Penggunaan mainan tidak terkendali. Semua mainan dikeluarkan dalam satu waktu. Hal ini membuat durasi berbenah menjadi lebih panjang.

















