Yang Maha Mulia, di tubuh anak perempuan pertama ini, Engkau yang paling tau betapa banyak bandang yang berhasil dibendung walau harus jatuh bangun. Betapa banyak badai yang sering bertengger dan bercengkerama di kepala. Betapa banyak darah dan nanah yang berhasil di telan mentah-mentah. Pun betapa banyak takut tumbuh subur dan harus terlihat terkubur.
Tapi Engkau juga yang paling tau, bahwa ia percaya jika yang patah tak selalu berteman payah. Ia juga percaya meski sedikit demi sedikit nanti akan penuh, sakit-sakit juga pasti akan sembuh. Tapi, Yang Maha Mulia, mohon Engkau berikan ia semesta yang lebih ringan. Pertemukan dia dengan yang baik-baik, yang mampu meleburkan keburukan, mendatangkan banyak kebaikan.
Aku beriman dengan perihal segala pelajaran yang Kau bungkus dengan cara kurang menyenangkan. Perihal doaku yang memelas dan minta dikuatkan serta diringankan perjalanan, aku juga beriman bahwa Engkau Maha Mendengar dan Mengabulkan.
1/12/2025

















