Aku benci mengatakan aku baik-baik saja, tapi nyatanya aku tidak sedang baik-baik saja.
Dadaku rasanya sesak, entah karena asap atau sesuatu yang lebih pekat. Aku tidak tahu.
Berapa kali harus ku yakinkan bahwa jika aku terluka maka rasanya akan sakit?
Sampai sejauh mana kamu-kamu akan terus menahan rasa sakitku dengan mengatakan lukaku tidak lebih dalam daripada milik kalian?
Kenapa cuma aku yang tidak boleh meneriakkan isi kepalaku?
Seolah aku hanya boleh menampilkan sisi kananku di hadapan kalian. Siapa peduli dengan sisi satunya, biar aku tumpahkan kalian takkan pernah menyukai aku yang sedang pilu.
Yang mereka mau, aku dengar tapi tidak sebaliknya. Yang mereka minta, aku lihat tapi mereka tidak juga melihatku.
"Bahumu harus kuat", tapi kalian juga yang robohkan pertahananku tuh?
Kerap aku tenggelam dalam lamunanku sendiri, mengira-ngira batas kekuatanku sembari mencekik mimpi burukku.
Tolong, aku takut semuanya.
Dalam situasi seperti ini, semua terasa getir. Aku butuh tertidur. Sampai kamu bangunkan aku, sampai semua yang rumit menjadi mudah.
Aku ini sedang melakukan apa?
(Lebih kurangnya perlu diketahui bahwa ini dominan fiksi)