Reuni SUCI4 Jogyakarta (review dari sudut pandang gue)
Stand up Comedy Indonesia di Kompas TV sudah memasuki season 6,dari season 2 sampai season 6 gue adalah penikmat banged acara ini (season 1 gue Cuma nonton via youtube aja karena dulu gue di Palembang gak ada kompas TV). Dari 5 season yang sudah gue nikmatin, bisa gue katakan season 4 lah yang menurut gue paling rame dan dan sambutannya wah. Gue menilai ini dari jumlah penonton yang antusias nonton live di balai kartini. SUCI4 juga merupakan season yang benar-benar gue ikutin tanpa absen satu kalipun menontonnya dan dari season 4 ini dimulai gue udah tau siapa yang gue jagokan dan gue favoritkan untuk season ini.
Waktu pertama kali gue tau kalau alumni SUCI4 akan mengadakan reuni gue sangat excited dan berharapnya itu diadakan di Jakarta, namun ternyata mereka mengadakan reuni tersebut di kota jogya, entah gue pun kurang tau kenapa mungkin itu terkendala dengan sponsor atau EO yang mau mengadakan di Jogya, sedangkan sponsor atau EO dikota-kota lain belum ada yang berminat, entahlah gue pun tidak tau. Pada saat poster reuni #SUCI4 tersebut di release gue masih mikir beberapa kali untuk memutuskan pergi atau tidak ke Jogya untuk menonton pertunjukkan tersebut. Sampai pada akhirnya temen gue yang disemarang ngajak gue liburan ke Semarang dan Jogya yang awalnya di tanggal 25-27 Maret 2016 karena bertepatan dengan long weekend, namun saat gue melihat jadwal reuni SUCI4 gue memutuskan untuk liburan ke Semarang dan Jogya nya pas tanggal show mereka aja yaitu tanggal 19 maret 2016 biar sekalian aja gue berangkat buat liburan sekalian nonton SUCI4. Gue pun langsung membooking tiket kereta jauh-jauhn hari, setelah fix tiket kereta gue dapet barulah gue memesan tiket show reuni suci4. Gue memesan kelas silver yang seharga Rp.100.000,- padahal biasanya gue selalu enggan nonton stand up comedy bukan dikelas utama, pertimbangan gue adalah selain harga tiket kereta yang harus gue tanggung, gue pun harus membayari 3 tiket teman gue yang gue ajak buat nemenin gue nonton reuni SUCI4 di Jogya. Tapi setelah menonton penampilan mereka malam minggu kemarin gue bersyukur gue gak beli tiket kelas GOLD yang harganya 200 ribu. Karena gue bakalan nyesel banged (mungkin, setidaknya yang gue rasain begitu).
Gue gak akan bilang ini kritik atau komentar gue tentang penampilan mereka ya, ini murni unek-unek gue aja sebagai penonton setia stand up comedy terutama season 4 yang menjadi season favorit gue. Gue sampai di gedung pertunjukan jam 19.00 wib, untungnya gue lebih dulu bertanya pada salah satu teman yang juga tampil malam itu jam berapa acaranya dimulai, dan dia bilan jam 19.30, karena kalau gue liat di print out penukaran tiket gue disitu ditulis penukaran tiket dari jam 17.00-18.00. dan jam 18.00 sudah opengate, karena gue fikir tiket gue sudah ada nomor kursinya kalaupun gue datang telat harusnya kursi gue tidak ada yang menduduki.
Dari penukaran tiket sudah rancu, gue memberikan 4 lembar print out tiket sesuai dengan kode booking dan nomor seatnya, tapi tetap saja si mbak-mbak bagian ticketing seperti kebingungan sendiri melakukan verifikasi data yang ada, dan setelah menunggu agak lama tiketpun akhirnya gue dapetin dan gue memutuskan untuk langsung masuk gedung pertunjukkan. Lagi-lagi tidak ada usher yang mengarahkan gue dan teman-teman gue masuknya lewat mana, sementara ada banyak tangga disana dan sampai akhirnya kami mencari sendiri dan masuk dalam gedung pertunjukkan yang ternyata sudah dimulai dengan diisi oleh band akustik setempat. Dalam pencarian tempat duduk sesuai dengan nomor kursi yang kami pesan juga cukup kesulitan, kami dibantu mas-mas panitianya tapi dalam keadaan yang tidak terlalu terang dan sampai pada akhirnya kami duduk dikursi sesuai dengan seat yang kami booking.
Pukul 19.38 menit acara baru dimulai dengan dibuka oleh opener dari comic lokal yaitu mukti entut dan deddy yang cukup menghibur sebagai local hero dan penampilan mereka lucu. Tapi boleh gue skip buat mengomentari mereka kan? Acara dibuka dengan duo MC yaitu Hifdzi dan Coki yang menyapa para penonton, yang gue liat dari sepanjang acara ini coki berusaha banged untk membuat suasana menjadi hidup dengan melucu tapi hasilnya malah terkesan maksa dan jadinya gak lucu (sorry coki). Mereka membuat konsep seolah kembali show di SUCI4 kompas TV dengan menghadirkan 2 dewan juri yaitu Gita bebita sebagai feni rose dan Beni sebagai Pakde Indro yang kenyataannya jauh banged kalau mau dimiripkan hhehehehehe, dan ada 1 kursi di deretan dewan juri yang kosong yang harusnya diisi dengan seseorang yang berperan sebagai raditya dika, namun malah diisi sama anak kecil yang gue tebak paling umurnya 10-11 tahun yang mereka ambil dari penonton yang mau/bersedia menjadi dewan juri dan pada akhirnya anak kecil cowok itu gak ngaruh apa-apa disana, bahkan ngomong punb dia nggak, cuma dijadikan gimmick yang gagal karena Cuma bertahan 2 sekmen comic saja dikarenakan comic yang tampil membawakan materi yang cukup ngeblue.
Oh iya kalau gue boleh komentar juga diawal acara itu dimulai juga mereka memutarkan video perjalanan mereka selama di SUCI4 kompas TV yang berakhir dengan videonya tayang tanpa suara karena sound systemnya jelek, suaranya mendem dan ujungnya ilang, akhirnya itu video hanya diputar tanpa suara bahkan kualitas gambarnya pun tidak bagus. Selain itu diawal acara ada mas-mas yang memasang gopro ditengah-tengah penonton. Gopro menjulang ditengah-tengah penonton itu sangat mengganggu untuk melihat ke panggung, gue merasa terganggu karena gue tepat berada dibelakang gopro itu. Ada juga layar yang dipasang dikanan kiri panggung berbentuk screen gitu yang tadinya buat iklan sponsor sekaligus buat muterin video perjalanan mereka selama di suci4 akan tetapi itu layar murni dipake buat iklan sponsor aja, dan gue sih sebenarnya gak masalah kalo buat iklan yang jadi masalah karena tu iklan sponsor berupa video yang jalan terus selama pertunjukkan berlangsung, agak ganggu sih setidaknya buat gue ya, kayak mecah konsentrasi gitu. Ada lagi yang paling ganggu buat gue adalah tempat duduk yang diberi seat tapi penonton yang duduk tidak sesuai seat, entah itu panitia yang mengarahkannya salah atau emang penontonnya asal duduk aja, sampai beberapa kali panitia meminta tolong kepada gue dan teman gue untuk memanggil penonnton yang duduk didepan gue untuk pindah tempat karena dia menduduki kursi orang lain, bahkan sampai ada sedikit perdebatan antara panitia dan penonton tersebut yang cukup lama sehingga sangat mengganggu gue yang duduk dibelakangnya tapi terganggu mau nonton show yang sudah dimulai. Gue pikir udah selesai gue bisa nonton dengan tenang tapi selang 15 menit panitia itu kembali ke tempat duduk kami dan meminta tolong untuk mencarikan barang penonton yang tadi duduk didepan kami yang terjatuh dibawah bangkunya, alhasil teman saya nunduk-nunduk nyusruk kebawah bangku yang ada didepannya demi mencari barang penonton tadi yang jatuh, dan ternyata barang yang dimaksud adalah sebuah handphone samsung galaxi grand mega. Huuupppfftttt.
Oke gue sekarang mau ngomongin soal penampilan para comicnya, show dibuka dengan penampilan trio preshow Yudi Sulton, Prabakti dan Irfan Fauzan yang notabennya gue tau mereka siapa karena gue ngikutin suci4 dari awal, tapi kalau yang gak ngikutin SUCI4 dari awal mungkin bertanya-tanya ini orang siapa, kok bisa ikud reuni SUCI4 (setidaknya itu yang ditanyakan temen gue kepada gue saat mereka tampil). Yudi sulton, punchline nya bisa gue tebak,ngomongnya cepet banged, beberapa ada pakai materi lama waktu preshow suci4, gak terlalu ada perkembangan setelah hampir 2 tahun, dan yang gue liat orang applause buat dia lebih karena pas dia ngebeatbox aja bukan pas stand up nya. Yang kedua ada prabakti yang materinya lebih banyak ngomong soal keseharian dia tentang perawat yang berakhir dengan sedikit selipan materi blue nya, gak banyak komen juga buat dia dari gue, biasa aja buat gue gak ada istimewanya atau sampai bikin gue ngakak terbahak-bahak. Irfan fauzan, orang ini lemah lembut sekali nampaknya hahahahah diawal-awal materinya masih standar dan belum bisa bikin gue ketawa banged sampai dia membawa materi tentang cewe bau mulud itu cukup menggelitik, irfan tampil dengan tempo yang sangat lambat dan minim act out, padahal ada beberapa part materi dia saat ngajak cewe makan itu perlu act out yang lebih, tapi irfan bukan tipe comic yang dengan act out total, disaat ada part yang pecah banged irfan masih main tempo yang slow gue pikir bakalan ditutup sama dia ternyata masih diterusin materinya huh sayang banged. Penutup sekmen 1 itu adalah mas Yudit, bapak-bapak yang diawal penampilannya di SUCI4 dulu sangat lucu, kemarin mas yudhit bercerita tentang cerita dia yang benasib sama dengan dodit yang kena serangan jantung. Malam itu mas yudhit cukup membuat saya tertawa tapi gak begitu banyak, apa mungkin karena comic-comic sebelumnya tidak membuat suasana pecah jadi ya terkesan biasa aja.
Oh iya gimmick dari mereka mengambil anak kecil sebagai juri tadi sampai mengembalikannya lagi keorang tuanya dikarenakan isi materi comic sedikit ngeblue dan membahayakan anak kecil tersebut dan juga bocah itu gak ngaruh-ngaruh apa-apa buat kemeriahan acara tersebut sehingga hifdzi dan coki kembali mencari juri ke3 yang akan duduk menemani gita dan beni. Lagi-lagi mereka mengambil dari penonton, namun nampaknya kali ini memang sudah di siapkan yaitu Ananta Rizky alias Rispo yang juga seorang comic yang terkenal absurd dan lucu namun komentar-komentar rispo untuk beberapa comic malam itu tidak seperti rispo yang biasanya gila.
Sekmen kedua dibuka kembali, Sri Rahayu didaulat jadi pembuka untuk sekmen kedua namun gue seperti tidak mengenal sri rahayuk yang sekarang, dulu waktu suci4 dia sangat unik lucu dan berbeda, dia bahkan comic cewe yang bisa menembus 10 besar diajang SUCI, karena sebelum-sebelumnya rasanya belum pernah ada ya? (sorry kalau gue lupa). Sri rahayuk yang tampil malam itu dengan anggun dalam balutan dress panjang dan jaket denimnya tidak mampu membuat penonton ketawa, sedikit sekali tawa yang hadir atau bahkan Cuma hehehe saja, kalau gue boleh bilang anyep ya gitu. Comic ke2 disekmen ke2 ini adalah comic preshow lagi yaitu Koji dari bali yang gue gak ngerti kenapa dia malah dipisah dari teman-temannya yang trio preshow disekmen sebelumnya. Penampilan Koji malam itu seperti mengulang penampilan dia di preshow SUCI4 2 tahun yang lalu, ngeboom anyep. Gue gak ngerti salahnya dimana, mungkin dia kurang openmic atau mempersiapkan materi secara matang untuk show ini, tapi penampilan koji malam itu malah jadi bahan “ceng-cengan” antara juri dan MC. Comic ke3 ada Yudha khan yang gue pun mengenal baik sosok dia, Yudha perform dipanggung disaat mood penonton sudah turun karena penampilan 2 comic sebelumnya, tantangan yudha sangat berat malam itu untuk menaikkan lagi mood penonton dan membawa penonton kembali merasa terhibur dengan show ini. Yudha membukanya dengan materi yang sedikit ngeblue untuk memancing tawa penonton dan cukup berhasil (padahal gue jarang sekali denger Yudha ngeblue). Yudha membawa materi tentang Cirebonnya yang jadi ciri khas, materi yudha cukup bagus buat gue namun mood penonton yang sudah cukup bosan dengan penampilan comic yang dari awal sudah tidak terlalu memuaskan, jadi sekuat tenaga Yudah menaikkan mood penonton ya penonton belum berasa panas suasananya, kalau panas gedungnya itu sudah gue rasakan dari awal masuk. AC nya sepertinya Cuma seperti Angin Cepoy-Cepoy saja, alhasil yang gue liat bukan Cuma gue tapi kebanyakan penonton berkipas-kipas menggunakan apapun yang ada ditangan mereka untuk menghasilkan angin agar tidak kepanasan. Balik lagi ke Yudha, dia menutup perform nya dengan materi yang ada syiar agamanya sedikit, itu yang sellau gue suka dari yudha kadang menyelipkan syiar dalam performnya. Comic terakhir penutup sekmen 2 ini adalah wendi yang dengan logat khas lampungnya itu membuat penonton ketawa, namun bagi gue??? Wendi hanya mengulang materi-materi lama dia tentang begal dilampung dan tentang andhika kangen band, ayolah wendi cari terobosan baru, gue bahkan hapal dengan materi dia itu. Saking gue sangat bosan dengan suasana malam itu yang sungguh anyep tapi gerah karena ac nya kurang, akhirnya gue berteriak kepada teman disamping gue “GUE BUTUH RULE OF THREE DAN ROASTING DODIT SEGERA BUAT MEMECAHKAN KEANYEPAN INI”
Selesai sekmen 2 yang lagi-lagi belum membuat panas suasana, gue liat mereka menyiapkan properti satu kursi ditengah-tengah panggung dan hifdzi duduk disitu, gue langsung dapat menebak gimmick hifdzi jadi ustadz yang bakal dimainkan. Ya gimmick seperti ini memang selalu berhasil membuat penonton tertawa, karena ini bukan kali pertama gue menonton hifdzi impesonate ustadz dalam pengajian, dengan pertanyaan-pertanyaan bodoh dari teman-temannya, jawaban dari Hifdzi yang seolah-olah paham betul dengan pertanyaan bodoh yang sebetulnya tidak ada jawaban namun selalu dapat dijawab oleh Hifdzi dengan candaannya yang mengundang tawa.
Selesai gimmick ustadz-ustadz an itu, naiklah 6 orang comic selanjutnya yang sangat gue nantikan yaitu rule of three namun kali ini mereka diadu dengan overackling (karena ada yuda keling bukan muslim yang biasa menemani pras teguh dan arif alfiansyah). Battle dibuka oleh Pras teguh yang menceritakan tentang kehamilan istrinya dan tentang teman-teman seperjuangannya di SUCI4 seperti abdur yang nanyain istrinya hamilnya kapan, yuda dan arif yang sering nginep dirumahnya dan yang gue rasa ini nampaknya menjadi ajang off air yang bisa diisi dengan materi apa aja tanpa harus takud disensor, Pras mengeluarkan materi blue nya tentang ML dengan istrinya lengkap dengan act out khas pras teguh. Battle dilanjutkan dengan comic dari timur yang dulu di SUCI4 salah satu comic favorit saya, Abdur membuka penampilannya dengan membalas sedikit sentilan untuk pras teguh, berbeda dengan pras teguh yang banyak ngomongin soal teman-temannya di Suci4, Abdur justru sedikit sekali menceritakan tentang teman-temannya di SUCI4, dia justru seperti Abdur yang biasa gue tonton, kritis, tajam, dengan materinya yang cerdas. Politik selalu jadi bahan yang menarik dari materinya Abdur. Dia mengulik persoalan bendera kebangsaan dan hubungannya dengan nasionalisme, begitulah selalu Abdur tak bisa kita pungkiri bahwa materinya sedikit banyak mencerdaskan penonton tapi mampu dia kemas dari sisi komedinya. Malam itu dia mampu membuat suasana jadi semakin naik dan panas, Abdur tidak pernah mengecewakan gue di penampilannya dimanapun.
Yudha keling tampil sebagai comic ke3 di battle itu, Yudha tidak seperti biasanya yang suka –menjelek-jelekan dirinya sendiri (walaupun masih ada materinya seperti itu dan itu materi lama yang sering gue denger) malam itu Keling lebih banyak mencela teman-temannya sendiri terutama Pras teguh dengan materi orang ngutang tapi gak bayar hutang malah pamer punya barang-barang baru yang keren, Keling dengan segala keresahannya atau kekesalannya tentang teman-temannya malam itu mampu membuat penonton malam itu tertawa dan semakin meriah. Dzawin melanjutkan battle itu dengan pembawaan khas dzawin yang penih semangat dan berapi-api, dzawin lagi-lagi sama seperti Keling dia banyak membicarakan tentang teman-temannya sesama rekan di SUCI4, materi celaan Dzawin tentang teman-teman makin membuat suasana meriah, dan suasana inilah yang sebenarnya gue tunggu dari tadi, lamaan panasnya banyakan gerahnya doank dari tadi, tapi Dzawin menyenangkan, tanpa materinya yang penuh luka dan kesedihan. Karena memang namanya reuni ya hakikatnya ngomongin teman-teman yang diajak reuni itu aja.
Arif alfiansyah jadi comic terakhir dari kubu overactling yang tampil malam itu, sejujurnya pas arif tampil gue main hape sih, karena dapet telpon dari kantor soal pasien gue di RS jadilah agak gak denger gue arif ngomongin apaan diawalnya (sedih), namun saat akhir-akhir arif menggila dengan act out nya yang membuat penonton makin tertawa dan dan riuh. David Nurbianto, juara 1 SUCI4 ini penampilannya tak pernah mengecewakann, materinya yang selalu kritis tentang jakarta namun dikemas dalam bentuk komedi, David ngomongin kemacetan jakarta namun di kota Jogya tapi tetap aja penonton masih bisa relate dengan materinya, pemikiran david tentang kemacetan dengan bumbu komedi apalagi diakhir david dengan act outnya nyiram-nyiramin air dipanggung dan keteman-temannya dan ujungnya malah mandiin dirinya sendiri dengan air itu, malam itu overactling dan rule of three akhirnya berhasil memanaskan suasana menjadi semakin meriah.
Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 namun masih ada satu sekmen lagi yang sangat dinanti-nanti, roasting of Dodit Mulyanto. Comic-comic yang meroasting dodit ternyata dari Rule of three dan overactling tadi ditambah 2 orang MC hifdzi dan coki, tidak semua pengisi acara yang ikut dalam sekmen ini. Sambil menunggu Dodit gue jadi mikir, kalo sekmen Roasting Dodit ini jadi sekmen yang terakhir berati ada 1 peserta SUCI4 yang tidak hadir dalam acara Reuni ini dan ikut tampil. Padahal sejujurnya gue jauh-jauh datang dari Jakarta selain untuk menonton acara ini juga untuk bertemu sahabat baik gue yang sudah lama gak ketemu dan juga harusnya perform disini, LiantLin. Malam itu gue tidak melihat Kokoh kesayangan gue tampil disana, ada apa sebenarnya, padahal kemarinnya kami masih saling berkabar untuk ketemu di Jogya. Namun saat selesai acara gue baru tau dari salah satu rekannya kalau Liantlin kecelakaan motor saat menuju bandara untuk berangkat ke Jogya dan terpaksa membatalkan keberangkatannya. Namun yang gue sesalkan adalah tidak ada satupun dari mereka yang mengumumkan kejadian ini, biasanyakan kalau ada kejadian seperti ini MC akan memberitahukan kepada penonton bahwa ada kejadian yang diluar rencana mereka seperti. Apa mungkin MC sudah mengumumkannya? Namun sependengaran gue malam itu tidak ada sama sekali yang menyinggung masalah rekannya kecelakaan ini. Karena kalaupun ada yang ngomong dipanggung dan gue gak denger harusnya pas gue nanya sama rekannya bilang, “iya kan tadi udah diomongin” buktinya kan nggak. Hiks hiks hiks gue sedih banged.
Saat Dodit Mulyanto masuk ke panggung semua penonton langsung tepuk tangan dengan meriah, sepertinya Dodit sangat dinantikan oleh sebagian besar dari penonton, meski itu sudah cukup larut malam namun suasana malah makin meriah dan makin rame. Dodit malam itu tampil bak Flamboyan kelas kakap, dengan kemeja pantai, celana pendek selutut, sepatu yang mentereng, cincin emas dikanan kiri,gelang, topi pantai lengkap dengan kacamata hitamnya. Tapi dodoit malam itu gak membawa biolanya, malah membawa ukulele. Gaya dodit yang ndeso tapi tetep sok itu sangat mengelitik sekali. Satu persatu rekannya membongkar Aib dodit, mulai dari dodit jarang mandi, sepatunya bau, tidurnya kebo, dengan segala hiperbola yang makin membuat tawa penonton, tapi bagaimanapun aib dodit seburuk-buruknya tetap saja dia tampang pasang cool dan sombong karena dia jauh lebih terkenal dan banyak job nya dibandingkan teman-temannya, dan itu yang membuat teman-temannya makin kesal sampai sering sekali gue mendengar umpatan seperti “jancuk, asu” yang malah makin membuat penonton tertawa-tawa. Akhirnya Dodit diminta untuk membalas tapi yang makin membuat riuh ketawa penonton adalah keengganan dodit untuk membalas teman-temanya namun mendoakan teman-temannya tapi dengan nada mengejek dan sombong pamer keberhasilan dia. Yang paling bikin ketawa adalah saat dodit memamerkan barang-barang mewah miliknya, mulai dari kacamatanya yang bisa dilipat sampai kecil banged, iphone 5, iphone 6 (bahkan dia sempat bilang mau beli iphone 7 tapi belom keluar) cincin emasnya asli dan imitasi, jam tangan iwatch nya, sepatunya yang katanya sekarang kalau bau langsung dibuang gak kayak dulu, hahahaha, statement dodit yang paling bikin kesel tapi malah mengundang tawa adalah saat dia mengatakan “Saya itu nda mau pamer sebenarnya, gak baik itu pamer-pamer tapi gimana yah wong saya punya kan” hahahahaahahha... Dodit menutup penampilannya malam itu dengan memainkan gitar dan bernyanyi lagu ed sheraan Thinking out Loud yang diakhirnya malah diplesetin syairnya yang mengundang tawa penonton.
Acara malam itu hampir selesai saat semua penampil naik keatas panggung bersama-sama dan yang malah jadi pikiran gue malah itu Gita sama Beni Cuma begitu doank? Gak tampil? Cuma jadi judger aja? ya ampun sayang banged cuma jadi gimmick gitu aja. Acarapun ditutup dengan penampilan Sukses Mantap Band yang terdiri dari Pras Teguh, Rigen (suci5) wira (suci5) alphi (suci3) dan Hifdzi (suci4),mereka membawakan lagu karya mereka sendiri, tentang keluhan mereka yang selalu dituntut untuk lucu sekalipun mereka juga manusia biasa yang punya masalah dan juga bisa sedih, dan juga lagu ke2 lebih upbeat (gue lupa judulnya) tentang kehidupan paran comic dibawah panggung dengan para fansnya yang suka di DM terus abis di DM ngapain lagi, kampret sih gue denger lagu ini, karena diakhir lagunya dibikin penasaran dengan apa yang terjadi eh malah diplesetin jadi sholat berjamaah (kampret lah). Tapi penampilan sukses mantap band itu cukup menghibur untuk menutup acara malam itu yang sudah larut malam. Pukul 23.30 acara baru resmi selesai (itu belum termasuk foto-foto fans dengan para comicnya ya). Menurut gue mereka punya konsep acara ini maunya gimana, namun eksekusi yang terjadi dilapangan tidak sesuai dengan konsep yang mereka inginkan tampaknya. Entahlah namun yang gue rasain seperti itu, diawal-awal acara gue amat sangat belum bisa menikmati acara tersebut terlalu banyak gangguan dan kondisi yang membuat gue gak nyaman dari segi internal para comic dan eksternal (dari tempat, ac, soundsystem, tempat duduk, panitia). Kalau ditanya gue puas atau gak dengan acara itu, sejujurnya gue bilang gue gak puas, atau mungkin ekspektasi gue yang terlalu tinggi terhadap acara ini, sehingga saat gue mendapatkan penampilan mereka seperti sabtu malam kemarin itu jujur sedikit kecewa gue dibuatnya, karena gue benar-benar dengan sangat niat jauh-jauh dari Jakarta untuk menonton acara ini dan sangat gue nantikan. Bukan masalah membayar mahal untuk kereta dan lain-lain namun kepercayaan gue terhadap angkatan mereka di SUCI4 sangat dipertaruhkan, karena mereka angkatan SUCI kompas TV yang paling gue suka karena gue ikutin banged tanpa absen satu kalipun. Gue gak tau teman-teman penonton di Jogya merasakan gak apa yang gue rasain, karena pada saat awal acara itu dibuka gue merasa antusias penonton Jogya sangat luar biasa, namun setengah berjalan acara gue merasa tepuk tangan dan tawa kurang semangat seperti saat acara ini baru buka. Pemanasan acarapun sangat lama, bukan bikin panas malah bikin bosan, sampai harus menunggu rule of three vs overactling dan dodit untuk memanaskan acara malam itu. Gue gak tau Reuni SUCI4 ini akan dibawa kekota lain atau tidak, tapi jika pada akhirnya ada EO atau sponsor yang mau mengadakan acara ini di Jakarta dan pertanyaan gue akan menonton lagi atau tidak, jawaban gue adalah IYA GUE AKAN NONTON LAGI dan untuk menonton kali keduanya di Jakarta nanti (semoga kelak beneran ada) gue berharapnya mereka semua hadir dengan konsep yang lebih matang, eksekusi yang pas dan sesuai konsep, materi yang lebih gokil, lucu dan menyenangkan gak cumasebagian, tapi semua comicnya. Mungkin kalaupun ada nanti di Jakarta buat gue itu adalah kesempatan kedua mereka memperbaiki kekecewaan gue terhadap acara malam itu. Gue gak bermaksud apapun dalam menulis review ini, sekedar ungkapan dan unek-unek gue sebagai penonton setia stand up comedy apalagi SUCI4 Kompas tv, ya inilah tulisan gue sebagai penonton yang dengan niat sepenuh hati jauh-jauh hari ingin menonton show ini dengan sangat antusias ddan mempersiapkannya dengan matang mulai dari tiket kereta, penginapan, transportasi disana sampai tiket shownya pun sudah gue persiapkan jauh-jauh hari. Kalau ada yang kurang berkenan dengan tulisan gue ini, gue mohon maaf, tapi gue yakin kalian adalah comic-comic yang dengan hati terbuka mau menerima kritikan dan saran atau bahkan sekedar unek-unek kepanjangan macam gue ini. Terima kasih...
Stand Up Comedy Indonesia Season 4... LETS MAKE LAUGH (LOVE)













