Cinta itu sederhana?
Tidak, tidak sesederhana itu.
Cinta itu rumit, ya amat sangat rumit.
Serumit rasa yang tak dapat ku artikan kini.
Mungkin ini terkesan munafik, tapi aku terlalu salah mengartikan perasaan itu.
Telat, nampaknya aku sudah terlampau telat.
Dan kini ku akui kekalahanku, kekalahan seorang yang memunafikkan dirinya untuk tetap bertahan hidup.
Hingga tanggal itu tiba, terputuslah sudah pengharapan yang pernah membekas.
Namun raut wajahmu, kenangan itu, jalanan yang biasa kita lalui, makanan favorite kita berdua takkan mampu ku lupa.
Bahagialah sayangku, kekasih masa laluku. Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu, selalu.
- UWI, Jakarta 27 Jan 2017