Dibalik sebuah ketenangan ku..
Untuk seseorang yang mungkin kelak kau kan mengetahui segala isi hati dan pikiranku.
Sebuah pesan yang belum tersampaikan, namun ku semogakan sampai pada seseorang yang tepat, yang bersedia menjadi tempat keluh kesahku, bahagiaku, sedihku dan senyumku.
Hari ini kurasakan sepi dipikiran juga hatiku, sepi yang membuatku sesak dan mengeluarkan air mata dalam hati.
Wajahku, kau memang yang terbaik untuk mengcover semua ekpresi yang harus diperlihatkan atau harus disembunyikan.
Semoga kau merasa tak lelah karena terus-menerus berganti banyak topeng ekpresi.
Hatiku, mungkin kau mulai jenuh dengan menjadi bagian dari organ tubuhku, karena aku yang tidak juga berlabu pada hati lain yang dapat menemanimu.
Semoga kau mengerti bahwa aku belum siap memberikanmu teman, karena aku masih dalam pencarian yang mungkin masih terlihat begitu jauh dan pajang, entah berujung kapan dan dimana??
Otakku, mungkin kau pun mulai bosan dengan benang benang pikiran yang kusut lagi tak beraturan yang kubuat untuk memikirkan segala hal.
Jiwa dan ragaku, Tuhan memang yang paling terbaik dari yang baik. Dia menciptakanku dengan segala yang tepat dan kubutuhkan.
Aku tidak terlalu berharap tinggi akan diriku hari ini dan nanti, tapi kadang saat kejenuhan datang, semuanya terlihat negatif. Aku mulai berpikir kenapa aku seperti, kenapa aku tidak seperti mereka yang dapat dengan mudah melabuhkan hatinya pada hati yang lain, dan hati lain dapat menerima secepat yang mereka inginkan, menurutku begitu sulit untuk berada pada posisi itu. Entah, tapi hatiku belum siap untuk memberi ruang kepada hati lain yang mungkin bersedia menunggu untuk masuk. Hatiku seperti kalah dengan banyak angan yang kupikirkan tentang bagaimana jika saat aku sudah memberikan sebuah ruang pada hati lain, tentang bagaimana hatiku akan memperlakukannya, aku bingung harus berbuat apa dan kepada siapa?
Aku terlalu sibuk memikirkan banyak hal, tanpa berpikir bagaimana dengan hatiku? Apa kabar ia dalam kesendirian diruang yang gelap itu? Akankah hati lain akan datang dengan membawakan lentara guna memberi cahaya pada hatiku yang begitu redup dan sunyi seperti tak berpenghuni.
Namun kadang hatiku selalu setuju dengan apa yang aku pikirkan. Ya pikiran yang kubuat untuk selalu menunda dan menolak.
Maafkan aku, aku belum siap melabuhkan hatiku pada seseorang, pikiranku seakan masih ingin berkutik dengan kesendirian dan kesibukkannya yang mungkin dirasakan seperti diriku bebas dan bahagia dengan keadaan tersebut. Pikiranku pun masih terpaku pada banyak misi yang mungkin menurutku belum selesai kujalani, aku masih harus meraih banyak misi sehingga ku dapat memberikan hatiku juga segalanya pada seseorang yang tepat kelak dimasa depan nanti tanpa terbeban akan pikiran lain.
Yaa.. mungkin jika beberapa misi yang menurutku harus diselesaikan bisa terwujud dan berhasil, sebelum memberikan segala ruang hatiku pada seseorang, aku akan sangat bersedia untuk itu, untuk memberikan sebuah ruang kepada hati lain yang ingin singgah, dan aku sangat menunggu untuk waktu tersebut, semoga.. kudapat menemukanmu dan menjadikanmu sebagai perlabuhan hatiku yang tepat.
Dimalam hari setelah gerhana matahari, ku utarakan semua jawaban atas segala pertanyaan tentang mengapa diriku yang begitu suka berlama-lama dengan kesendirian yang tenang.
Untukmu yang kusemogakan sebagai perlabuhan hatiku kelak, kuharap kau bersedia memberikan ruang saat aku memintanya nanti.
By : @ikasuwandi6


















