Mumpung masih waras, mau nulis something yg faedah aaah~
Sakjane ini materi perdana dari MK Psikologi Sosial, dosennya seru abiis, ngakak mulu daku sampe capek. Tak pikir-pikir, kebanyakan materi psikologi tuh berasa kek join webinar wkw, yaah tergantung dosen juga sii. Materi pertama tadi ngebahas latar belakang Psikologi Sosial. Here we go,
Manusia tuh diciptain Allah dalam empat identitas. Yang pertama, sebagai makhluk sosial of course, sisi ini yang bikin kita punya ketergantungan terhadap sesama manusya. Dari sisi ini juga kita punya gregariousness instinct, atau insting untuk berkumpul bersama dengan manusia.
Tapi tuh, kadang ngerasa ngga si, kumpul sama manusia mulu tuh kadang melelahkan hfft. Bcs kita punya sisi sebagai makhluk individu yang kadang butuh menepi dari hiruk pikuk dunia alias me time, kontemplasi sama diri sendiri, berjarak sejenak sama manusya, ini wajar yow~
Selain dua itu, manusya juga makhluk biologis yang butuh mamam, mimik, dan yang-yangan akwkw (yu know yang-yangan?) Berkasih sayang maksud ai. Dan yang utama, manusia juga sebagai makhluk yang berketuhanan (religius). Kata pak dosennya si, kalo si manusia ini sisi sosialnya seimbang, dia bakal ngerasain kalo butuh adanya zat yang Mahaaaa Besaaaar, iyaa, Tuhan.
Menurut Abraham Maslow, dalam teorinya yang bernama "Teori Kebutuhan Berjenjang", manusia tuh punya lima kebutuhan utama yang harus dicukupi agar kehidupan terus berlangsung.
1. Kebutuhan Fisiologis (Fisiological needs) ini tuh kebutuhan yang bersifat biologi (makan, minum, having sex) dan merupakan kebutuhan paling dasar dan paling besar (long life needs)
2. Kebutuhan Rasa Aman (safety needs) yang diwujudkan dalam bentuk pemenuhan sandang dan papan. Kayak semisal orang punya rumah, dia udh memenuhin tiga jenis rasa aman, yaitu aman fisik, sosial, dan aman psikologis (ayem tentrem). Jadi kepikiran, semandiri-mandirinya wanita tuh (kek aku misalnya, uhuk), sometimes emang butuh suatu hal yang bisa bikin dia merasa aman yaa.
3. Kebutuhan Sosial (Love and Belonging needs) urusan cinta misalnya, masuk ke ranah ini. Manusya butuh mencintai dan dicintai kembali. Ngga dalam urusan asmara doang yaa, kayak ke temen, sahabat, kerabat tuh juga termasuk cinta yekan. Terus kata blio, selama manusia masih hidup, sebagai makhluk sosial dia bakal butuh cinta. Iyaa, dia mungkin bisa berkelit kalo ndk butuh. Tapi bisa jadi karena salah menafsirkan bentuk cinta itu sendiri, ehe.
4. Kebutuhan untuk dihargai. Yes, manusia butuh pengakuan akan eksistensi dirinya. Jadi inget pernah spik spik sama mbak Sput tentang eksistensi diri. Jadi pas jaman mahasiswa demo, ku bilang ke doi, intinya, aku tuh kalo semisal mau ikut demo, takutnya niatku ngga bener-bener buat menegakkan keadilan, tapi sebatas utk nunjukkin eksistensi diri. Trus mbak Sput bilang, yaa gapapa do something buat eksistensi diri, manusia kan emg butuh diakuin.
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri. Sebagai manusya, kita butuh untuk merealisasikan mimpi dan angan supaya jadi nyata dalam bentuk terbaik.
Daan karena waktunya tadi mepet ashar, materinya cuma dikit karena satu jam sendiri buat perkenalan. Biar ada chemistry diantara kita, kata Pak Dosen, xixixi. Dah, sekian, semoga bermanfaat buat aku di masa depan.















