Dapatkah kita abadi?
Kamu,
Iya kamu lagi,
Tak jemu-jemu aku membicarakan kamu,
Ekstaseku,
Kamu melebihi ekspetasiku,
Senyummu,
Gerakanmu,
Bahkan cara tertawamu begitu khas,
Hingga aku tak akan melupakanmu,
Oh ya!
Tahukah kamu, semua itu aku taruh dalam video tape yang tersimpan dalam memori tiada batas, yaitu memori otak yang mampu menampung sekiaaan GB atau bahkan TB atau bahkan UltraByte.
1 video tentang dirimu saat makan,
1 video tentang dirimu saat tertidur,
1 video tentang dirimu saat aku lihat dirimu berdiskusi,
Lihat dirimu saat baik terhadap anak kecil,
Lihat apa makanan kesukaan dan ketidaksukaanmu,
Bahkan cara tertawamu masih terngiang-ngiang diotakku.
.
Semua itu aku lakukan, agar kenangan kita abadi, kamu abadi, dan kita abadi,
.
Oh ya! Satu lagi, ini jangan disalahartikan aku obsesi akan dirimu ya.
Karena Tuhanku, Allah SWT tetap nomor satu, lalu orang tuaku adalah nomor dua.
Namun kamu tetapku damba, dan akan selalu kudamba.
.
Dari yang mendambakanmu,
Semburat Sore
18.08.22











