#savethefrog #supportsmallbusiness @chubbybullfrog https://www.instagram.com/p/CAjFaJcB0yqPXTkhpWaZuEtI8M0H7yaJ4tJMd40/?igshid=znyms7zcplyj

#dc comics#batman#dc#bruce wayne#tim drake#dick grayson#batfam#dc fanart#batfamily




seen from Maldives
seen from United Kingdom

seen from Slovenia
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from New Zealand
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from New Zealand
seen from China
seen from China
seen from China
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from New Zealand
seen from China
seen from China
#savethefrog #supportsmallbusiness @chubbybullfrog https://www.instagram.com/p/CAjFaJcB0yqPXTkhpWaZuEtI8M0H7yaJ4tJMd40/?igshid=znyms7zcplyj

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sedikit cuplikan dari Kuliah Lapangan Umum di Taman Nasional Gede-Pangrango dalam rangka Hari Katak Sedunia yang kami adakan beberapa pekan lalu. Laporan lebih lanjut bisa dinikmati di sini.
Save The Frog Day
Oleh Fikri Zulfiadi.
Hari itu Sabtu 13 mei 2012 adalah hari keberangkatan rombongan kami ke Taman Nasional Gede Pangrango. Kami adalah sekelompok orang yang memiliki jiwa kepedulian terhadap lingkungan yang ingin menyelamatkan populasi kodok. Sebelumnya kami telah mengikuti seminar yang diadakan Ikatan Alumni SITH tentang kodok sebagai Bioindikator. Ditambah beberapa orang yang juga ternyata memiliki ketertarikan yang sama dengan kami, kami pun bertolak ke tanah pertemuan dua gunung megah yaitu Gede Pangrango. Disini kami terdiri dari beberapa kalangan yaitu mahasiswa yang kebanyakan berasal dari Sekolah Ilmu Teknologi Hayati ITB dan siswa dari SMP Permata Bunda.
Kami berangkat dari kampus kebanggaan negri khatulistiwa ini yaitu kampus ITB Ganesha. Kami berangkat menggunakan bus menuju lokasi dengan memakan waktu hampir setengah hari. Dalam perjalanan kami melewati deretan karst yang terdiri dari batuan kapur di daerah citatah. Tempat tersebut seolah hanyalah tumpukan harta bagi para penambang kapur di daerah tersebut, padahal di dalamnya tersimpan banyak kehidupan yang lebih berharga dari sekedar materi. Pada akhirnya kami pun sampai di tanah Gede Pangrango ketika matahari telah kian tinggi. Kami disambut oleh seekor elang yang berputar-putar di atas kepala kami ketika kami bergegas memasuki kawasan Gede Pangrango. Kami pun menuju markas montana yaitu salah satu kelompok penjaga kelestarian Gede Pangrango di zona montana. Montana diambil dari nama zona tempat mereka bernaung dan berupaya menjaga keutuhan dan kelestarian alam.
Waktu istirahat setiba disana dipakai oleh beberapa dari kami untuk mengamati burung. Keelokan keluarga aves yang berada di ketinggian seperti ini tak kalah cantik dengan yang biasa kami lihat di daerah yang lebih rendah. Namun rindangnya kanopi hutan memberikan kesulitan tersendiri bagi kami. Alhasil kami lebih banyak mendengar suara kicauan indah burung-burung tersebut daripada melihat ke-eksotisan corak bulunya.
Ketika matahari mulai condong ke barat aktivitas kami pun mulai ram ai. Dimulai dari sekitar markas montana kami menemukan beberapa spesies katak yang salah satunya berukuran sangat kecil yaitu hanya sebesar ujung jari orang dewasa. Kami juga menemukan laba-laba yang berukuran sedang di sekitar rumah kaca yang ada di daerah situ.
Lalu setelah puas dengan daerah sekitar, kami pun mulai menjelajahi jalur perjalanan yang ada disana. Karena jumlah kami yang cukup banyak beberapa dari kami ada yang memisahkan diri dari rombongan utama. Ketika rombongan utama menyusuri jalan setapak dengan membahas mengenai keanekaragaman flora di daerah itu, beberapa dari kami malah ada yang asik penasaran dengan jalur pengamatan burung yang dibangun di atas pohon-pohon. Beberapa juga ada yang tertarik dengan keluarga fungi yang bercokol di pohon-pohon dan bebatuan. Sangat disayangkan memang, tetapi beberapa pohon besar yang ada di sana banyak tumbang dan menimpa pepohonan lain. Kami menduga pohon-pohon tersebut tumbang karena tertiup angin dan faktor usia yang sudah sangat tua. Di ujung perjalanan kami menemukan sebuah curug yang dibawahnya terdapat kolam yang berair sangat dingin. Luapan kolam tersebut mengalir ke sungai yang ada di bawahnya yang juga airnya sangat dingin. Di perjalanan menuju dan pulang dari curug beberapa dari kami ada yang menemukan katak dan kadal liar di sekitar jalur perjalanan. Diantara yang kami temukan adalah Megophrys montana yaitu katak sarasah (daun kering) yang berwarna coklat yang apabila berada di tanah sering terlihat sebagai dedaunan kering. Ada pula Gonochepalus kuhlii yaitu kadal hutan yang dapat berubah warna juga Pseudocalotes tympanistriga yaitu londok moncong yang keduanya termasuk keluarga Agamidae.
Malam hari, perjalanan kami pun dimulai kembali, kali ini menuju air terjun cibeureum yang berjarak kurang lebih tiga kilometer dari tempat peristirahatan di dekat markas montana. Kami melewati berbagai tanjakan dan rintangan di dalam perjalanan. Salah satunya adalah jembatan kayu yang sangat rapuh. Melewatinya harus satu persatu dan berada di bagian tengah yang ada penyangga disepanjang jembatan. Namun pemandangan indah bintang-bintang dan siluet gunung-gunung membuat kami tidak merasakan lelah. Bahkan setibanya disana kami menemukan sesuatu yang lebih indah yaitu pemandangan air terjun di malam hari. Dan kami pun memulai pengamatan kami terhadap katak yang ada disana dengan ditemani deburan air terjun yang menghempas sungai. Kami hanya menemukan beberapa spesies katak saja namun kami merasa cukup puas. Diantara katak yang kami temukan adalah katak pohon yang ramping Rachoporus javanus dan katak sungai yang berotot dan mempunyai taring Limnonectes kuhlii.