On the road from Fashoda, modern-day Kodok in South Sudan and Darfur, Sudan
British vintage postcard


#iwtv#interview with the vampire#the vampire armand#assad zaman#amc tvl


seen from Germany
seen from Netherlands

seen from Malaysia
seen from China
seen from Saudi Arabia

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from India
seen from TĂĽrkiye
seen from Brazil
seen from Russia

seen from Malta
seen from TĂĽrkiye
seen from United States
seen from Germany

seen from Malta

seen from France
seen from United Kingdom

seen from TĂĽrkiye
On the road from Fashoda, modern-day Kodok in South Sudan and Darfur, Sudan
British vintage postcard

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Minimalista toll tetoválás skiccel a belső könyöken
Belső Könyök Tetoválás #tetoválás #toll #minimalista #kodok #tervezés #fehér #gyönyörű #vázlat #lapos #clipart
Luar Biasa! Peternak Kodok Asal Tabanan ini Mampu Raup Rp35 Juta Sekali Panen
BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN - I Gede Oka (62) seorang pensiunan guru, warga Banjar Telengis, Desa Bengkel, Kediri, Tabanan, mengaku mampu meraup omset Rp35 juta sekali panen, dari hasil budidaya Kodok Lembu yang dilakoninya sejak tahun 2015. Ia menceritakan perjalanannya menjadi jutawan dari budidaya kodok, di tahun 1996 berawal rasa keingintahuannya terhadap hewan jenis reptil tersebut dan mulai kembali berkembang pada tahun 2015, dengan membudidayakan Kodok Lembu (Bullforg) sebagai salah satu jenis bahan makanan yang permintaannya sangat tinggi, khususnya untuk kebutuhan industri pariwisata di Bali, sehingga Kodok Lembu menjadi salah satu komunitas yang diminati saat ini. "Awalnya disini kami mendapat proyek budidaya ikan gurami, tapi setelahnya ada informasi untuk budidaya kodok, karena tertarik, kami akhirnya mencari informasi ke beberapa lokasi, salah satunya di Jegu. Dari sana kami mendapat informasi jika budidaya kodok sangat gampang, akhirnya kamipun mulai budidaya," jelasnya, dikutip Selasa (10/10/2023). Dikatakannya, bahwa usahanya tersebut sempat tidak berlangsung lama, karena merugi, hingga akhirnya berhenti. Kemudian di tahun 2015, budidaya kodok lembu inipun dilanjutkannya, dan terus berlanjut sampai saat ini. Untuk menjalankan usaha budidaya kodok tersebut, Gede Oka mengaku hanya memelihara satu jenis kodok saja, yakni bullfrog yang berasal dari Taiwan. Untuk pasokan bibitnya, Gede Oka mengaku mendatangkan dari Desa Jegu atau dari pengepul Kodok dari Jawa. "Yang didatangkan itu adalah kecebong, kecebong ini saya pelihara selama dua bulan kemudian menjadi percil (kodok kecil) dan setelah itu baru dipindahkan ke kolam pembesaran dengan ukuran 1 x 1.5 meter dan untuk menjadi kodok dewasa siap jual diperlukan waktu pemeliharaan hingga 5 bulan," lanjutnya. Untuk pakan, Gede Oka menjelaskan jenis pakan yang diberikan untuk kodok peliharaannya ini disesuaikan dengan umur kodoknya. Pada saat masih kecebong, mereka diberi makan jenis PF1000 dalam kisaran waktu selama dua bulan. Setelah menjadi percil (umur dua bulan), katak tersebut diberi makan carun jenis 781-2 atau 781-3. Mulai dari umur katak tiga bulan sampai besar diberi carun 782, proses dari kecebong sampai katak siap panen atau ketika kodok berumur tujuh bulan. Pemeliharaan kodok lembu sendiri, dikatakan Gede Oka sangat gampang, sejak tahun 2015 sampai saat ini, Gede Oka mengaku belum pernah mengalami kendala, seperti merugi karena kodoknya terserang penyakit atau hal lainnya. "Memang pernah kodok saya kena penyakit, saya lupa tahun berapa, karena ada teman yang bilang jika kodoknya tidak bisa sembuh, maka saya buang kodok yang sakit itu, dan sampai sekarang Astungkara belum pernah lagi ada kodok yang sakit," tambahnya. Saat musim panen, Gede Oka menyebutkan dalam satu kali panen, dirinya bisa memanen sebanyak 700 kilogram kodok dari 2500 bibit kecebong yang di belinya. Untuk harga jual, per kilogramnya, Kodok lembunya ini dihargai Rp 50 ribu untuk kodok size 3 (dalam 1kg berisi 3 ekor kodok) oleh pengepul. Jadi dalam sekali panen Gede Oka bisa membukukan penjualan sebesar Rp 35 juta. Jumlah tersebut, dikatakan Gede Oka belum termasuk biaya pakan dan modal yang dikeluarkan untuk membeli bibit kodok (kecebong) yang nilainya mencapai 50 persen dari total penjualan. "Saat ini luas kolam saya sekitar 2 are, untuk pengembangan kolam saya masih terkendala modal, kalau untuk teknis pemeliharaan saya rasa tidak ada kendala," ungkapnya. Terkait kendala, Gede Oka menyebutkan untuk proses pemeliharaan kodok, pihaknya memiliki kendala. Namun di sisi lain, untuk pengembangan usahanya diakui Gede Oka terkendala akses modal. (aar/bpn) Read the full article
Djali Djali (n.n.) - Kodok

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Balon Loncat Jumbo
View On WordPress
Tetap sehat tetap semangat ya....
It’s been a while since I posted my last drawing, recently I made this and called it
“the swamp frog and the star”