Hubungan yang Sehat Dalam sebuah hubungan yang sehat perlu adanya timbal-balik. Dengan kesadaran dan niat baik, timbal-balik menjadi karakter hubungan yang penting, yang dapat memberi energi. Dibutuhkan dua pihak yang “berinvestasi” dan terlibat secara emosional dalam sebuah hubungan. Sisi “rasa” ini mendukung keseimbangan yang merupakan faktor penting dalam komitmen dan langgengnya sebuah hubungan. Barangkali timbal-balik sulit diukur karena kebutuhan setiap orang dalam suatu hubungan berbeda-beda, dan tiap orang mempunyai kekuatan dan kelemahan yang tidak sama. Dalam sebuah hubungan, bila — perasaan secara menyeluruh, pertukaran energi — tidak seimbang, dapat berdampak buruk. Timbal-balik akan sulit atau tidak mungkin untuk dikembangkan jika salah satu pihak tersebut meyakini bahwa dirinya lebih unggul, atau harus berada dalam posisi "mengendalikan". Begitu juga jika salah satu pihak bersifat “kompetitif”, mungkin dapat menjadi masalah untuk memahami atau perlu belajar mengenali kapan harus memberi dan kapan harus menerima. Hubungan timbal-balik membutuhkan semangat kerjasama, tenggang-rasa serta pemahaman dan kemampuan untuk merangkul adanya sisi “saling membutuhkan”. Untuk memupuk hubungan berkomitmen yang berkesinambungan, kedua pihak sebaiknya mau menemukan ritme antara memberi dan menerima. Apakah Anda merasa nyaman ketika orang lain dapat menerima dan merasakan yang Anda berikan? #ukkysoenardji #rumahbarito #love #loveiskey #loverocks #unconditionalloveiscontagious #healthyrelationship #tenggangrasa #welasasih #balancedconnection #relationshipconsciousness #unityconsciousness #divineconsciousness (at Some where special ♥) https://www.instagram.com/p/Clhz6nPyMvq-WdkR5IcbcgF2l2KjXFVZPcZBm40/?igshid=NGJjMDIxMWI=













