Rumah tradisional Asmat, dari segi arsitektur masih sangat sederhana, yang menarik adalah material yang digunakan semuanya organik. Rangka rumah dari kayu mangi-mangi/Rhizophora sp. berbatang lurus kemudian disambung dengan tali rotan, dinding rumah dari pelepah daun sagu yang disebut "gaba-gaba", atap merupakan anyaman daun nipa dan lantai rumah dari papan kayu merah/Xylocarpus sp. ataupun kulit kayu Camptostemon sp. kemudian dilapisi kembali dengan tikar anyaman daun pandan yang empuk dan adem disebut "tapin". . Suasana di dalam rumah begitu hangat dengan keberadaan tungku yang menjadi center point aktivitas keluarga. Kepulan asap dalam rumah secara tidak langsung menjadi bahan pengawet kayu, namun asap tidak membuat penghuni rumah sesak napas karena celah gaba-gaba bertindak sebagai ventilasi menjaga sirkulasi udara dalam rumah. . Rumah Tradisional Asmat sangat nyaman disegala kondisi cuaca, sejuk saat panas terik dan hangat di malam hari. Bagunan ini bisa bertahan lama dan secara berkala perlu dipelihara, apabila terdapat kerusakan atau bagian rumah yang lapuk, hal itu bukan menjadi masalah karena bahan bangunan masih melimpah dan mudah diperoleh di alam. . #RumahAdatAsmat #RumahTradisonal #TraditionalHouse #RumahAsmat #OrganicHouse #RumahSehat #AsmatPeople #AsmatVillage #AsmatCulture #OrangAsmat #Mangrove #KampungBow #KampungUwus #DistrikAgats #Asmat (di Agats, Papua, Indonesia) https://www.instagram.com/p/BwQhrLCA-sC/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=zosmmyjqnef0