#TantanganSains Hari ke-8 Masa Jenis Zat Cair Hikmah: Setiap cairan memiliki masa jenisnya masing2, Perbedaan masa jenis Zat Cair tsb menjadikan cairan yang berbeda tidak dapat bercampur, seperti minyak dengan air. Fenomena ini sudah digambarkan dalam Al Qur'an 14 Abad yang lalu: Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit. (Al-Furqan: 53) Para ilmuwan menjelaskan, karena Selat Gibraltar merupakan pertemuan antara dua laut yang berbeda, yaitu laut Atlantik dan laut tengah, maka ada fenomena yang menarik yang terjadi di sana. Kedua air laut bertemu namun kedua jenis air tersebut tidak bercampur. Dan garis batasnya pun dapat terlihat jelas. Fenomena ini disebut halocline. Air laut dari Lautan Atlantik memasuki Laut Mediterania atau laut Tengah (Mediterania) melalui Selat Gibraltar. Keduanya mempunyai karakteristik yang berbeda. Suhu air berbeda. Kadar garam nya berbeda. Kerapatan air (density) airpun berbeda. Waktu kedua air itu bertemu di Selat Gibraltar, karakter air dari masing-masing laut tidak berubah. Air laut di Laut Tengah memiliki kerapatan dan kadar garam yang lebih tinggi dari air laut yang ada di Samudera Atlantik. Menurut sifatnya, air akan bergerak dari kerapatan tinggi ke daerah dengan kerapatan air yang lebih rendah. Sehingga kedua air laut itu membutuhkan waktu lama untuk bercampur, agar karakteristik air melebur. Seorang ahli oseanografi bernama Francis J Cousteau pernah menyampaikan laporannya sebagai hasil pengkajiannya terhadap fenomena alam tersebut. Fenomena ini juga disebabkan karena gaya fisika yang disebut 'tegangan permukaan'. Para ahli kelautan menemukan bahwa air dari laut-laut yang bersebelahan memiliki perbedaan massa jenis. #sanlatriko Pesantren Kilat #Ramadhan with #riko #rikotheseries https://www.instagram.com/p/COi46JTAVCr/?igshid=13z7xszzgp2wx