Now this is what a church should look like. http://ift.tt/2u9r2sw

seen from South Africa
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Yemen
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Türkiye

seen from Australia

seen from South Africa
seen from Germany

seen from United States
seen from Netherlands
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Türkiye

seen from Greece

seen from Malaysia
Now this is what a church should look like. http://ift.tt/2u9r2sw

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
I just dusted off my Tumblr account, to restart my hobby of music and trying to write.
Cheers to #ReTumblr
oop it's me and is it 2008 again? I feel like I've been dumped back into my teenage self but maybe with less attitude and acne...
Is Tumblr ready for an influx of millennials leaving Twitter and living their teenage years again? We're about to find out!
Hello Tumblr, I'm back
HELP??
HOW DO I UNRETUMBLR??? IS THAT WHAT YOU SAY IN TUMBLR BECAUSE ITS
TUMBLR??? LIKE
LIKE TWITTER??? RETWEET?? HELP

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
自分を愛さなければ。
@anaisabel.cadavid.9 #retumblr #theonlyonethatwasn'tafail. (en Inder Medellin Instituto De Deportes Y Recreacion)
Melonggarkan Genggaman
urfa-qurrota-ainy: Usaha untuk menjadi bahagia di zaman yang serba modern, instan, dan cepat ini akan terus mendapat banyak tantangan. Apa kamu pikir, para pebisnis itu akan senang jika seluruh manusia sudah merasa bahagia?No way. Ketidakbahagiaan adalah peluang bisnis yang menjanjikan. Perempuan-perempuan yang terus merasa hidupnya tidak bahagia karena tubuh yang tak sesuai ‘standar’ masyarakat, butuh tambahan ‘kecantikan.’ Dan para pebisnis kosmetik itu menyediakannya. Berpasang-pasang kekasih yang mengharapkan kebahagiaan dan kesetiaan abadi bagi kehidupan percintaannya, butuh diyakinkan oleh sebuah benda berwujud. Para pebisnis perhiasan itu pun menggadang-gadang berlian sebagai simbol cinta dan kebahagiaan abadi. Perempuan dan laki-laki yang tidak percaya diri menghadapi kondisi masa tua: penuaan kulit, sakit, kesendirian, butuh diselamatkan dari kecemasan-kecemasannya. Krim anti-penuaan, penghitam rambut, berbagai minuman ‘kebugaran,’ adalah jawaban yang sangat tepat bagi mereka. Para pebisnis itu senang jika manusia terus merasa kurang. Bahkan mereka pun tak sedikit berkontribusi membentuk mindset bahwa hidup manusia selalu kurang tanpa produk mereka, sehingga manusia membutuhkan benda-benda yang diyakini bisa menyelamatkannya dari ketidakbahagiaan. Saya nggak sedang menjelek-jelekkan industrialisasi. Saya hanya sedang mengatakan bahwa materialisme adalah ancaman serius bagi para kebahagiaan sejati. Sejatinya, sebagaimana diungkapkan ahli-ahli Psikologi Positif seperti Ed Diener dan Martin Seligman, materi (harta benda) hanya satu dari sepuluh bagian yang membuat manusia bahagia. Harta memang kita butuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup, tapi jika Anda berharap harta bisa mengisi kekosongan hidup, Anda akan kecewa. “Hidup yang kaya makna lebih membuat bahagia dari sekadar hidup yang menyenangkan” kata Seligman dalam bukunya,Authentic Happiness “Materialism is toxic for happiness” tulis Ed Diener dalam bukunya tentang subjective well-being. Barangkali, selain menyadari betapa derasnya arus materialisme di masa ini, kita juga perlu sedikit melonggarkan genggaman tangan kita terhadap hal-hal kebendaan yang fana. Sebab, tanpa melonggarkan genggaman tersebut, saya khawatir kita akan melewatkan banyak hal yang lebih penting untuk digenggam dan dimiliki. Karakter positif dan kemanfaatan diri, misalnya. Kita perlu percaya bahwa hidup kita akan baik-baik saja, meski kita tidak bisa memiliki segala hal yang kita inginkan. Kita perlu percaya bahwa hidup kita sudah dicukupkan dengan takaran yang adil dan sebanding dengan usaha keras kita. Kita perlu berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri, “Apakah Tuhan menitipkan harta di dunia yang sementara ini supaya aku bisa memiliki segalanya? Atau supaya aku belajar bersyukur dan berbagi dengan apa yang aku miliki?” - Sangat baik untuk dibagi, mungkin ini salah satu jawaban menenangkan hati di era sekarang. Bahwa parameter kebahagiaan bukan dari seberapa banyak kita memiliki, tapi sepandai apa kita mensyukuri