#seniman #atau #dokter? Jadi gimana hasil SNMPTNnya? :) Udah mantep belum sama jurusan yang diambil? . Juni 2016. Saat itu saya bahas profesi dokter & tukang ojek. Ternyata banyak yg ga percaya kalau rata2 penghasilan dokter2 baru gitu ga banyak2 amat. Tak sdikit yg butuh dana dr ortu. Lalu dari sini banyak yg tanya kalau pelukis gmn. . Februari-April 2017. Kali ini tentang pelukis. Gimana haru biru kehidupan seorang pelukis. Untuk cerita lebih lengkapnya bisa disimak dalam #RabuKelabu2. . Dan dari dua serial cerita tersebut banyak tanya itu nyata atau tidak. Tidak semuanya. Tapi bagian yg menyangkut profesi itu benar adanya. Buktinya adalah dua foto di atas. Yang satu adalah sosok pelukis, yg mana kalau mengikuti rangkaian Rabu Kelabu 2 pasti tau siapa pelukis ini. Dan yang bawah adalah sosok dokter yg semasa mudanya beliau habiskan di pedalaman, dg tak jarang upahnya berupa ucapan terima kasih. Yang menjadi inspirasi di balik cerita Dokter & Tukang Ojek. Keduanya sekarang sudah lanjut usia. Dan saya beruntung bisa kenal mereka. . Saya tidak akan menceritakan ulang kisah mereka, karena bisa jadi novel mungkin kalau dibahas lagi. Kalau mau baca ulang silahkan baca komennya juga. Lalu kenapa harus dokter dan seniman? Sederhana saja, karena di timeline saya dua profesi ini yg paling banyak mengeluh karena gaji profesinya skrg kecil. (Sorry, but it's reality.) Padahal kalau mereka mau bercermin dari veteran mereka, ya sejak dulu kayak gitu. Bukannya ga ada peningkatan dr jaman ke jaman ya, tapi bagi saya ini adalah proses pemurnian hati, pelurusan niat. Yg ga kuat biasanya komen, "buset gambar susah2 bayarnya segitu doang" dll. Semua ada waktunya sob. Lalu kenapa yang jadi contoh yang merana2? Simple saja, biar teman2 ga cuma tau manisnya doang. Biar adik2 tau arti dari berjuang. Kisah sukses orang bisa dg mudah disimak di internet/TV. Tapi siapa yg mau dengar perjuangan & penderitaan orang? So, buat kalian yg mau jadi seniman/dokter/ atau apa pun sudah punya gambaran kan? Jadi stop jangan mengeluh2 lagi ya. Jika kalian masih bisa memilih profesi apa nantinya, berarti harusnya kalian bersyukur. Karena di luar sana masih banyak orang yang tidak seberuntung kalian. (at Yogyakarta)








