Kursi Idaman
Sejak mengerjakan skripsi sekitar empat tahun yang lalu, saya mulai intens di depan komputer untuk bekerja. Apalagi saat sedang hardcore menulis nulis Mimpi Padma dua tahun yang lalu, hampir setiap hari sepanjang tiga bulan nongkrong di depan laptop.
Setahun belakangan ini, punggung saya pegalnya makin tak karuan. Entah karena memang usia yang nggak bisa boong dan jarang olahraga hingga menunduk terus di depan smartphone maupun di depan laptop. Saya merasakan punggung saya nyeri dan sering sakit.
Penyakit modern akibat gawai. Hah.
Karena itu, sejak setahun lalu saya mengidamkan kursi bagus. Apa hubungannya? Konon katanya, sakit punggung itu terjadi bukan hanya disebabkan kita yang jarang olahraga melainkan juga kursi yang dipakai untuk duduk bekerja. Katanya sih begitu.
Pagi ini, kursi idaman saya tiba di rumah. Sudah saya pesan sejak dua minggu lalu. Namanya juga idaman, jadi begitu sampai dipandangi terus, dielus-elus. Semoga habis ini nggak sakit punggung lagi.
Udah gitu doank ceritanya.












