When Go Wrong Happen, When Not
We're all playing the same game, different levels. Dealing with the same hell, just different devils.
Bohong adalah mekanisme pertahanan diri yang paling umum, sekaligus yang paling ringan. Defence mechanismnya freud? Yassalam aku gak peduli. Yang jelas, biasanya rasa takut akan mengantarmu untuk berbohong dan marah. Lebih memilih untuk menyangkal ketimbang mengaku, ya? Iya. Irrational response. Kamu lebih memilih mencari-cari alasan untuk membenarkan kesalahan yang sebenarnya sudah kamu sadari dari awal, yaitu dengan melempar tudingan ke orang lain. Membuat orang lain menjadi salah. Membuat orang lain meragukan dirinya sendiri.
If Anything Can Go Wrong, It Will.
Padahal tentu saja kamu sudah tau kemungkinan-kemungkinan yang bakalan terjadi bila kamu meneruskan melakukan suatu tindakan, suatu aksi.. yang berupa suatu kesalahan. Kamu tau nilanya akan minus. Kamu tau sedang mengerjakan suatu kesalahan. Kamu tau. Dan kamu biarkan. Kamu kembangkan. Mengumpulkan nilai minus yang lebih besar. Hingga akhirnya kesalahan itu sudah tak termaafkan.
We're actors in our lives, pretendin' to be who we want people to think we are.
Aku gak peduli. Salah tetap salah.
Hanya saja, aku punya kelemahan. Kelemahanku adalah aku mempercayaimu. Malah lebih menyalahkan diri sendiri. Membiarkan kesalahan itu menjadi kebenaran. Menjadi kenyataan. Dan aku berusaha hidup di dalamnya. Meraung-raung ingin menyerah, lelah, namun sudah terlanjur... Aku sudah terlanjur hidup dalam kesalahan orang lain. Terus membuat berbagai macam pembenaran untuk orang lain. Trying to make me deal with it. Agar waktu tetap berjalan dalam dunia yang akhirnya aku buat sendiri hingga... Saat yang tepat. Saat dimana aku sanggup memaafkan diriku sendiri, dan melemparkan kembali kesalahanmu jauh-jauh.
Mungkin saat ini, aku dan kamu harus belajar untuk keluar dari dunia fiksi yang kita ciptakan. Mengecilkan kemungkinan tragedi lebih besar terjadi. Membuat self defence yang lebih hebat untuk menghadapi tudingan-tudingan. Membuat keputusan yang seharusnya diambil untuk menghadapi kesalahan yang kamu buat, yang aku buat. Kembali berpegang pada apa yang kita yakini. Apa yang harusnya aku rasakan. Harusnya... Harusnya...
Sebelum kamu mengumpulkan minus-minus selanjutnya, sebaiknya kamu hati-hati... eling... waspada pada keputusanmu sendiri. Pikirkan baik-baik sebelum bertindak. Jangan sepelekan kemungkinan buruk yang akan terjadi. Jangan menunggu itu hingga datang. Cepat atasi. Cepat perbaiki. Cepat menjadi lebih baik. Agar semua tetap pada tracknya. Agar semua tetap pada alurnya.
Ya apalagi yang bisa kita lakukan selain mengontrol apa yang bisa kita kerjakan. Sebaik mungkin. Membuang saat-saat 'Go Wrong' terjadi.
Biarlah Tuhan yang mengatur harus kemana dan akan seperti apa hasilnya. Biarlah Tuhanmu bebas bekerja dengan membiarkanmu bekerja sesuai kemampuan terbaikmu.