Orangtua yang selalu atau terlalu menuntut anaknya perihal ini itu, tanpa mengetahui psychological state atau kondisi kematangan psikologis anaknya, mungkin hanya akan mendapati anaknya dalam kondisi setangah matang atau bahkan mentah seutuhnya. Kasihan, anak jadi tak tentu arah. Oleh karenanya, Orangtua sangatlah berperan dalam memfasilitasi anak untuk dapat menemukan jati dirinya sendiri, bertanggungjawab pada kehidupannya sendiri. Sayang bukan berarti melulu memberikan arahan sedetail mungkin, tapi lebih kepada arahan yang dapat mengarahkan anak agar bisa hidup mandiri, berani mengambil keputusan sendiri dan kemudian bertanggungjawab pada pilihan-pilihan hidup yang ia ambil. Sulit memang, tapi tak ada kata terlambat untuk memperbaiki masa depan toh? :3
Curhat colongan si Saya.















