Akhirnya! Setelah harus mendaki gunung kerjaan dan lembah kehidupan, buku ini akhirnya terselesaikan jua.. First, terima kasih buat Mbak Nana Koesuma (yang aku nggak tahu-kayanya) buat kirimannya yang tiba2 mendarat dirumah. Ini buku Ratih Kumala pertama dibaca walaupun ngincernya Tabula Rasa. Tapi ini buku juga bagus. Banget. Bahasanya nampol. Kata2nya juara. Premisnya oke. Dialognya hidup, tokohnya apalagi, sudut pandang pas, pesannya juga nangkep👏👏 Larutan senja adalah kumpulan dari 14 cerita pendek yg semuanya bikin jatuh hati😍. Favorit sih yang judulnya Buroq, dimana satu perkataan seseorang bisa merubah kehidupan dan masa depan orang lain. Qantrum alias Cimeng bikin kita belajar bahkan dalamnya hati seseorang kita nggak akan tahu perasaannya. Lalu ada cerita pendek sekilas kehidupan Isa diadaptasi dari Injil Mathius. (Maaf kalau salah) "Pergilah, Nak. Terbang ke manapun kau suka. Ke atas pucuk-pucuk cemara atau ke reduntuhan kubah yang dulu bersahaja" Anakku terbang laksana burung, hal 92. Ada juga cerita tentang tembok Berlin yang memisahkan sebuah keluarga, bagaimana hidup di Berlin barat yang mereka anggap surga dari pada di Timur yang penuh kesusahan. Larutan Senja- cerita tentang ilmuwan yang membuat penemuan berharga namun harus disembunyikannya dari Tuhan supaya Tuhan tidak mengambilnya. Cerita lain : Sang Paradji, Schizoprenia, Purnama di Borneo, Tahi Lalat di Punggung Istriku, Dalu-Dalu, Gin-Gin dari Singaraja, Nach Westen, Wanita berwajah Peok, Pada Sebuah Gang Buntu, Radio Kakek, dan Obral Peti Mati. Serius. Ini bagus.❤❤❤❤ 4/5 Ps: (rencana) bikin reviewnya di blog (jika sempat) 😂😂 #reader #proudreader #LarutanSenja #RatihKumala