Semua dimulai dari mimpi semasa kecil, ketika jadi dokter tidak berhasil maka pilihan lain adalah jadi psikolog. Pada akhirnya membantu orang lain juga kan dan tanpa berfikir panjang setelah lulus kepikiran buat membuka sarana konsultasi lewat situs online.
Homepagenya emang rada gimana gitu, sebab kata ini muncul setelah denger lagu let me love you-nya justin bieber even bukan belibers juga (eh gitu bukan sik nulisnya…maaf kl salah). Kalo ditanya “what the most important things in life?” aku akan langsung bilang L.O.V.E. kenapa? Karena ga semua orang sadar kalau hal itu adalah kekuatan super yang tak terbatas. So, let me love you kalo ditelusuri secara mendalam seolah mengatakan let me help you juga.
ok, balik ke situs yg tadi diceritain. Setelah beberapa bulan dibuka, ga nyangka antusiasmenya lumayan tinggi. Apa ini menunjukkan bahwa banyak orang yang perlu pertolongan? Entahlah. Banyak orang dengan mudah membuka kisahnya ke publik, sekedar untuk melepas beban yang ada di kepalanya meskipun reaksi setiap orang bisa berbeda.
Ini juga yang jadi alasan dibuatnya letmehelpyou.com, kerahasiaannya dijaga disini. Toh,ketika orang mengutarakan masalahnya hanya dua hal yang diinginkan
a. Ingin solusi
b. Ingin didengar
bukan ingin di umbar kan (?)
ya, meskipun ada juga yang begitu sih.
Manusia dengan segala permasalahannya. kisah-kisah yang muncul akhirnya bisa dipetakan berdasarkan usia, jenis kelamin, latar belakang keluarga dan agama. Sebagai psikolog, terlibat terlalu dalam dengan klien juga agak sulit, karena psikolog juga manusia punya empati dan simpati. Walaupun jujur tak bertatap muka langsung dengan orangnya membuat analisa jadi kurang akurat. Jadi konsistensi percakapan yang akan jadi patokan.
pada akhirnya seorang psikolog membantu kliennya untuk menemukan jawaban bagi dirinya sendiri, tanpa menggurui, tanpa mengintimidasi.
Rasanya keputusan untuk memulai hal ini di jogja adalah keputusan yang tepat juga. Jauh dari keterikatan masa lalu, bukannya masa laluku buruk ya. Hanya saja mengawali hal yang baru dengan tempat yang baru akan membiasakan proses adaptasi yang baru. Aku butuh fresh mind untuk fresh start indeed. Jika ada waktu, aku juga sempatkan mengunjungi beberapa tempat baru dan mencoba memahami sejarahnya.
Di jogja aku menemukan ketenangan saat melangkahkan kaki ke setiap tempat.bahkan tempo hari memaksakan diri mencari tempat syuting ada apa dengan cinta 2, demi apa? Demi rasa penasaranku yang terpuaskan. Haha.
Dan disitulah awal mula aku bertemu dengannya, salah seorang klien yang kuketahui namanya Bagja. Iya, namanya Bagja (sangat sundanesse :) ) yang berarti kebanggaan. Senyumnya menawan dengan suara baritonnya yang khas. Kalian tidak akan menyangka dibalik senyumnya itu ada kisah yang dia punya.
Hampir setiap hari bagja menemaniku mengelilingi kota jogja, dari alun-alun kota, malioboro, candi prambanan, monjali, cemoro meti dan lain-lain. Sebagai gantinya aku hanya harus mendengarkan kisahnya.
“kita pulang ke bandung ya.” ujar bagja dengan hati-hati. Aku menggeleng pelan, sekuat apapun aku diminta pulang, aku akan tetap ada disini. Beberapa orang memegang tanganku paksa. Aku berusaha berontak tapi kekuatanku tak sepadan, hingga mereka harus menyuntikan obat penenang di tanganku.
aku terus berteriak, menggapai tangan bagja memohon pertolongan tapi dia hanya memandangku dengan sedih.
“maaf bu, saya masih perlu waktu menganalisa lagi tapi saya pastikan anak ibu akan membaik” ujar seorang dokter pada ibu paruh baya yang tak henti menangis melihat anaknya dibawa pergi.
dibuat untuk marchwritingchallenge : what the most important things in life dan buat cerita bersetting jogja