Betapa ironisnya, katamu
Yang dulu begitu kau minta dalam do'a
Yang kau jaga kehormatannya demi berkah Sang Kuasa
agar yang kau semogakan berujung sesuai keinginan
Kini berbahagia dengan takdir akhirnya
Yang dulu merengkuhmu dalam do'a-do'anya
mengharapkanmu sebagai akhirnya
namun yang terjadi sebaliknya..
Berbaik sangkalah pada Tuhanmu, wahai hati
Sebab dua jawaban yang tergantung bagaimana kau memaknai
Entah ia bukan yang terbaik untukmu menurutNya
Atau kau bukanlah yang terbaik untuknya menurut Tuhanmu
Atau, kalian sama-sama bukan yang terbaik untuk masing-masing
Se sederhana itu
Memang penerimaan tidak instan,
Kau hanya perlu jujur tentang apa yang kau rasa
lalu mulai belajar mengikhlaskan..
Sebab Tuhanmu paling tau mana yang kau butuhkan
bukan mana yang kau inginkan









