Saya pernah merasa dalam hubungan yang terasa begitu hambar, telpon tersambung tetapi masing-masing dari kita hanya diam, tidak ada sepatah kata terucap dalam menit yang cukup lama. Saya juga sedang berada pada titik terlemah wanita dimana hari-harinya dipenuhi dengan mood swing dan berbagai kondisi perasaan yang sungguh tidak jelas. Tidak satu pun dari kita berusaha untuk menggugah kembali obrolan yang telah lenyap. Di sudut saya, diam-diam air mata menetes. Kemudian berpikir apakah ini yang dinamakan titik jenuh dan bosan. Telpon begitu saja kami matikan, karena mengaku sama-sama kehilangan topik. Saya rasa kami tidak benar-benar kehilangan topik. Kami hanya baru saja kehilangan gairah. Saya yang selalu terdengar cerewet, kali ini tertegun kala banyak ocehan saya ditanggapi sekedarnya saja. Kemudian saya benar-benar kehilangan bahan pembicaraan, atau mungkin sekedar tidak nafsu lagi bercerita dengan sangat random. Dan ketika telpon benar-benar ditutup, tidak ada kata cinta di penghujungnya. Hanya sekedar ucapan salam, lalu tak ada lagi pesan singkat.
Yaaa Tuhan, nyatanya hidup memang tidak selalu ada di atas. Tidak mesti bahagia dan baik-baik saja. Kemudian saya menghargai perasaan kami yang mungkin sedang bosan. Mungkin beristirahat dan sejenak terdiam adalah jalan keluarnya.
Malam minggu, Bandung.














