Terkadang tidak butuh banyak kata-kata untuk menggambarkan betapa bersyukurnya diriku dipertemukan dengan kalian.. Alhamdulillah :’)
Jogja-Solo-Jogja, 8 Oktober 2017
📸by: Salim
seen from South Africa
seen from Russia
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Australia

seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from France
seen from Canada
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from Venezuela
seen from Uzbekistan

seen from Malaysia

seen from United States
Terkadang tidak butuh banyak kata-kata untuk menggambarkan betapa bersyukurnya diriku dipertemukan dengan kalian.. Alhamdulillah :’)
Jogja-Solo-Jogja, 8 Oktober 2017
📸by: Salim

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tadinya cuma mau nulis caption singkat, "anak-anak Pak Akbar".. trus malah jadi banyak cerita di kepala 😂😂 Iya, banyak cerita di ruangan ini. Ruangan yang jadi tempat yang paling sering dikunjungi ditengah penantian jadwal wisuda. Ruangan yang menjadi tempat menghabiskan waktu paling banyak saat masih bisa berada di kampus biru ini, ndak tau akan sampai kapan. Bersama mereka, orang-orang yang memperjuangkan ekonomi Islam. Jadi ingat kata-kata Pak Akbar dulu, "yang menyatukan kita disini itu "ghirah", semangat kalian untuk mencari ilmu, dan semangat saya untuk membagi ilmu". Walaupun background ilmu kami semua tidak ada yang syariah, tapi mengembangkan ekonomi Islam itu dakwahnya kita, begitu kata Bapak. Semoga kita bisa menularkan "ghirah" untuk mengembangkan ekonomi Islam ini ke lebih banyak orang ya.. dan semoga Allah meridhoi setiap langkah kecil kita :') Terima kasih Pak Akbar dan keluarga kecil PKEBS.. Terima kasih sudah menjadi teman belajar yang baik :') Jazakumullah khairan katsir.. . . In frame: Pak Akbar with the assistants of Center for Research in Islamic Economics and Business (PKEBS) FEB UGM . #aftermsclife #researchassociate #assistant #pkebs #febugm (at Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM)
Belajar dari Apresiasi
Assalaamu’alaikum.. ^^
Tulisan ini terinspirasi dari tulisan yang ditulis @auliaazmi beberapa hari yang lalu tentang dosennya yang memakai salah satu bagian slide presentasi skripsinya untuk mengajar di Jogja, dan tentunya dengan mencantumkan nama Ami di bagian sumbernya.
“Penting tapi sepele, sederhana tapi bernilai besar.” — @auliaazmi
Begitulah kira-kira. Bagi kami, berada di kondisi begini saja sudah cukup membahagiakan. Merasa semakin berharga kalau kata Ami. Walaupun mungkin orang-orang bilang itu biasa aja, bagi kita itu warbiassa ya mi :’D
Tak jauh berbeda dengan Ami, hari ini saya juga merasakan hal yang sama. Merasa bahagia setelah apa yang saya kerjakan ternyata dihargai, bahkan sampai ditampilkan saat pertemuan dengan rekan-rekan RA dan dijadikan contoh yang bisa diikuti orang lain.
Padahal saya cuma buat ringkasan artikel doang. Padahal awalnya cuma untuk pembelajaran pribadi doang. Padahal awalnya cuma buat pegangan saat bimbingan. Padahal awalnya ngira semua orang juga bisa dan pasti bakalan bikin kayak yang saya bikin. Nothing special sebenarnya. Tapi karena bapak dosen yang nampilin tugas saya di layar dan bilang kalau itu saya yang bikin dan menyarankan yang lain juga bikin kayak yang saya bikin, rasanya jadi beda.. sesuatu yang terlihat biasa itu jadi terlihat luar biasa.. jadi berasa lebih bermanfaat, jadi merasa ga sia-sia ngerjainnya.. memang ga ada yang sia-sia kalo kita mengerjakan segala sesuatunya itu dengan sungguh-sungguh, bukan ala-ala. Karena apa yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh baliknya ke kita juga. Kita ga pernah tau, mungkin kesempatan-kesempatan dan kemudahan-kemudahan yang kita rasakan sekarang adalah buah dari kelelahan dan kesungguh-sungguhan saat mengerjakan tugas-tugas di masa lalu.
Dari mendapat apresiasi saya belajar, belajar untuk lebih bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu, bukan hanya untuk mendapat apresiasi tentunya, tapi lebih untuk bisa menebar manfaat seluas-luasnya. Belajar lebih banyak lagi dan mengerjakan segala sesuatunya lebih baik dari yang dikerjakan orang lain, seperti yang sering dikatakan Pak Halim. Dan tentu saja juga belajar untuk lebih mengapresiasi orang lain.
Selamat memulai dari hal-hal kecil yang kita bisa!
Semangat belajar dan semangat menebar manfaat.. ;)
*Tulisan ini ditulis dalam keadaan bahagia karena tugas-tugas minggu ini selesai sebelum waktunya, dan satu persatu tugas proposal pun berlalu~
Alhamdulillah :D
Yogyakarta, 2 November 2016 |11.45pm | annisafithria
Di suatu hari yang indah, di tengah pelatihan stata, hari ini, Alhamdulillah, Allah kembali memberikan saya kesempatan untuk belajar dari orang-orang hebat. Siapa sangka, hari ini, orang yang mengajarkan stata itu adalah seorang calon dokter, master ekonomika kesehatan dari Inggris (yang saya baru tau di dunia ini ada jurusan kayak gitu wkwk). Yang ga habis pikir lagi, beliau bisa gitu menguasai dua bidang ilmu yang dua-duanya punya grade tertinggi di bidangnya. Kedokteran dan ekonomi, ipa dan ips, bersatu jadi ekonomika kesehatan, ternyata keren, wkwk, ga nyangka gitu anak kedokteran pinter ekonomi, dan anak ekonomi ternyata bisa jadi dokter sekaligus hwaaah~ Kembali tersadar~ Ilmunya Allah begitu luas.. apalah yang mau disombongkan Nis.. berasa ga ada apa-apanya lah, kalo kata orang-orang mah ibarat remah-remah rempeyek wkwk, belajar pun masi males-malesan, apalah yang mau disombongkan Nis~ Seperti kata mba Urfa, "Sesungguhnya ilmu itu merendahkan sekaligus meninggikan. Ia merendahkan hati seseorang, sebab ia membuat hati menyadari betapa luas ilmu-Nya yang meliputi langit dan bumi. Di saat yang sama, ia bisa meninggikan derajat seseorang di sisi Allah, sebagaimana Allah berjanji terhadap orang-orang berilmu. Karena itu mari bersemangat menimba ilmu Lillahi ta'ala :“)" Semoga semakin bersemangat menimba ilmu lillahi ta'ala.. :')