Dia_
Seperti ini kah yang namanya jatuh cinta? Apa pun tentangnya aku suka. Apa pun yang berkaitan dengannya aku tertarik. Bahkan hanya mendengar sesuatu yang berhubungan dengannya, aku menjadi begitu bersemangat.
seen from China
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Indonesia
seen from Germany

seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from Australia
seen from China

seen from Australia
seen from United States
seen from Georgia
seen from China

seen from United States

seen from Russia
seen from United Kingdom
seen from China
seen from China

seen from Germany
seen from Malaysia
Dia_
Seperti ini kah yang namanya jatuh cinta? Apa pun tentangnya aku suka. Apa pun yang berkaitan dengannya aku tertarik. Bahkan hanya mendengar sesuatu yang berhubungan dengannya, aku menjadi begitu bersemangat.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Puan Rumah
Aku bukan perempuan yang suka menaruh curiga. Pun bukan perempuan yang langsung berprasangka. Namun aku perempuan yang mudah cemburu.
Maka dari itu aku menuntut komunikasi yang baik dalam suatu hubungan. Perihal kabar dan keberadaan yang selalu aku utamakan.
Jika memang sedang sibuk. Katakan sedang sibuk. Maka aku tidak akan menunggu dengan khawatir. Jika memang ingin ke suatu tempat, katakan jika ingin pergi. Maka aku tidak akan berpikir yang macam-macam.
Aku hanya tidak ingin melihat tentangmu melalui story teman-teman kerjamu. Yang mana aku seakan-akan tidak tahu apa-apa. Lalu mulai membangun kecemburuan-kecemburuan saat melihat kamu, teman-teman kerjamu dan ada perempuan lain ikut serta.
Aku tahu kamu lelaki baik. Jangankan tertarik, mungkin melirikpun tidak. Tapi aku perempuan, yang menantimu pulang dengan harap-harap cemas tentang apa yang kamu lakukan diluar sana seharian.
Terbaik tidak selalu menjadi yang terpantas.
Bertahan disaat diri sendiri sudah tahu tidak ada yang bisa di perjuangkan lagi. Seperti mencoba menggores luka pada hati sendiri. Setiap pembicaraan selalu aku yang memulai percakapan, mulai bercerita, mulai basa-basi. Hingga akhirnya aku terdiam.
Aku mulai begitu jatuh hati. Namun bersamaan dengan itu, aku mengetahui ternyata kamu masih begitu basah oleh luka. Masih belum sembuh oleh masa lalu.
Terkadang aku bertanya pada diri sendiri. Mengapa kamu memulai denganku jika aku belum benar-benar ada di dalam hati mu.
Begitu naif dan bodoh kah aku? Di saat pancaran matamu masih ada bayangannya disana. Lalu aku? Berada di bagian manakah aku di hidupmu?
Berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Aku akan baik-baik saja. Karena aku tahu, aku selalu menjadi tempatmu pulang ketika kamu sedang tidak baik-baik saja.
Datangmu tak ku sambut lagi. Pergi mu pun tak ku tahan lagi.
Mendoakanmu sudah cukup untukku. Kabar baik tentangmu yang kudapati dari orang-orangpun sudah membuatku tenang. Tidak ku cari lagi hilangmu. Tidak ku tanya lagi keberadaanmu.
Aku jera menjadi orang yang selalu khawatir. Aku lelah menjadi orang yang selalu cemas. Katakan saja jika kini aku menyerah. Aku hanya ingin berada di posisimu. Yang di cintai se-begitunya oleh aku. Tapi aku tidak ingin menjadi kamu, yang dengan mudah meninggalkan aku karena hadir nya orang lain.
Mungkin aku tidak sehebat orang lain perihal menunggu. Tapi perihal mencintai. Aku pernah se-sungguh itu.
Yang membuat sakit itu bukan jatuh cintanya tapi harapan-harapan setelahnya.
Menyukai adalah hal wajar. Tapi jangan di lanjutkan dengan harap-harap yang diharapkan jadi mungkin.
Aku begitu bersyukur. Jatuh hati tapi langsung diingatkan oleh nya agar tidak berharap lebih. Bukan hanya lebih. Berharap sekedarnya pun tidak boleh.
Saat mendengar peringatan itu darinya,aku berpikir. Aku kalah sebelum berperangkah ini? Apa aku bahkan tidak di beri kesempatan untuk berjuang? Atau aku memang tidak pantas untuk sekedar mencoba?
Lalu aku di sadarkan, bahwa ada hal-hal yang tidak mungkin yang tidak boleh di upayakan menjadi mungkin. Seperti halnya ada apa-apa yang tidak kita ketahui yang tidak boleh di cari tahu. Karena di akhir hanya ada penyesalan dan menyalahkan.
Lama tidak menulis tentangmu. Aku menentramkan hati dan mencoba menerima keadaan. Menerbangkan harap agar tidak salah tempat. Lagi.
20.07.2020||12.11

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Rindu Kamu
Aku hanya dalam kegelisahan. Belum menemukan titik tujuan yang terus aku perjuangkan. Masih ragu melangkah tapi tidak punya alasan untuk mundur. Ada banyak hal yang masih harus aku selesaikan. Ada ribuan tanya yang belum aku temukan jawabnya.
Menjadi diri sendiri dalam waktu yang di paksa untuk tetap baik-baik saja itu rasanya seperti menginjakkan kaki di atas bara api tapi dilarang untuk menangis. Sebenarnya diri sendiri itu baik-baik saja. Hanya nabastala dan sekeliling seakan tidak ingin merestui nya. Mencabik rasa menjadi secuil asa.
Sekitar terus membebaniku. Keluarga pun seakan ikut andil dalam menekanku. Lantas kemana lagi air mata sok dewasa ini aku tumpahkan? Aku memang bukan manusia baik. Tapi berharap menemukan dan ditemukan orang baik. Aku terlalu lelah. Pura-pura sehat padahal aku sakit. Pura-pura baik-baik saja padahal aku terluka. Pura-pura tertawa padahal aku penuh dengan duka.
Lihat sisi gelapku. Mau kah kamu menerima ku? Atau kamu juga sama seperti mereka? Menuntutku untuk berdiri tegak dan pasang badan saat ribuan anak panah kehidupan terus menghantam? Kapan waktu rehat itu tiba? Kapan aku bisa berhenti sejenak?
Aku tersesat tapi tak ada yang mau menunjukkan arah yang tepat. Aku terus di hakimi tanpa ada niatan untuk mengayomi. Aku berdamai dengan diri sendiri. Terus memenuhi diri dengan sugesti-sugesti. Lalu di tengah malam aku meneriaki dan memaki diri sendiri.
Tuhan selalu menjadi tempat aku berkeluh kesah dari rumitnya masalah. Tapi seakan aku terlalu egois. Aku butuh tangan yang menggenggam. Butuh bahu untuk bersandar dan butuh telinga untuk mendengarkan. Aku tahu itu kamu. Hanya saja belum bisa ku raih.
Tuhan masih ingin aku berbagi cerita dengan mesra padaNya. Tentu tanpa ada kamu diantaranya. Dari buku-buku yang ku baca, katanya Tuhan rindu pada HambaNya yang merintih mengaduh dalam Doa.
Aku terlalu bergantung pada sesama manusia. Rumit dan riuhnya masalah yang selama ini aku takutkan dan aku hindari hanyalah ilusi yang ku cipta sendiri. Dan itu perihal Dunia. Padahal Tuhan menciptakan manusia hanya untuk beribadah padaNya.
----------------------------------###
Dari aku untuk kamu yang penuh dengan Rahasia. Jangan terlalu cepat dewasa. Aku belum ingin kamu terluka. Jika saat ini kamu sedang sedih dan terjebak masalah. Tidak apa. Keadaan akan menuntunmu untuk pulang jika sedang salah arah walau dengan cara yang patah.
12.07.20
Kita hanya belum menemukan orang yang tepat.
Aku. Kamu. Kita. Bukan begitu banyak kekurangan hingga ditinggalkan. Pun bukan begitu banyak salah hingga terus mengalah.
Tapi, kita hanya menemukan orang yang belum benar-benar mengerti dan menerima kita apa adanya. Harapan-harapan kita saja yang terlalu tinggi. Hingga tanpa sadar menyakiti dan menyalahkan diri sendiri.
Aku. Kamu. Kita. Akan ada yang menerima bagaimanapun kita. Entah itu dengan tertutup dan keterbukaan kita. Akan ada yang dapat se-paham itu. Sekarang bukan waktunya untuk terus mengeluh, tapi harus bangkit dan memantaskan diri. Pantas untuk dimengerti dan mengerti. Agar kita sama-sama menemukan titik temu.
------------------------------xxxxxxx
Hubungan Tanpa Status
Aku tidak tahu bagaimana harus menuntut. Ketika hubungan yang kita jalani tidak ada kepastian. Ingin marah, aku siapa? Ingin cemburu, aku berhak apa?
Tidak mengabari dalam satu hari itu sudah biasa. Terlebih lagi ketika harus menunggu balasan pesan singkat darimu. Sudah terlalu terbiasa.
Aku? Masih bertahan. Belum mengeluh. Karena sejauh yang aku tahu, itu memang akibat dari sebuah hubungan yang berkedok komitmen. Yang ujung-ujungnya hanya ada kekecewaan, yang awalnya di iming-imingkan kenyamanan.