Perlunya Pendidikan Sejak Dini
Menyekolahkan anak sejak dini merupakan cara terbaik untuk melatih kemampuan anak sejak kecil. Para pakar juga mengatakan jika menyekolahkan anak sejak dini bisa menjadi investasi bagi orang tua, namun mengapa masih ada orang tua yang belum sadar dan menolak menyekolahkan anak-anaknya sejak dini?
Mungkin masih banyak orang tua yang belum mengerti akan Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) yang merupakan bagian dari Pendidikan Non Formal dan Informal dari Dinas Pendidikan. Berdasarkan hal ini, saya akan membicarakan mengenai pentingnya pendidikan sejak dini bagi anak dan masalah – masalah yang terdapat dalam Pendidikan Anak Usia Dini.
Tidak dapat dipungkiri, pendidikan merupakan landasan pokok bagi negara untuk mencetak generasi yang bermutu dan ahli. Pada hakikatnya belajar harus berlangsung sepanjang hayat untuk menciptakan generasi yang berkualitas, pendidikan harus dilakukan sejak usia dini dalam hal ini melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yaitu pendidikan yang ditujukan bagi anak sejak lahir hingga usia 6 tahun. Menurut UU No. 23 Tahun 2003, sistem pendidikan di Indonesia terdiri dari pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
Sejak adanya PAUD di Indonesia mungin masih ada orang tua yang belum sadar akan pentingya memasukkan anaknya ke pendidikan usia dini. Sesungguhnya anak – anak lebih cepat menangkap dan meniru saat mereka masih balita, di saat itu juga anak – anak sedang mengembangkan kemampuan motorik, fisik, bahasa, sosio emosional dan intelektual; sebagai orang tua sudah seharusnya kita membantu dan mendorong anak-anak kita untuk dapat mengoptimalkan kemampuan mereka sejak dini.
Anak usia dini dapat digolongkan ke dalam anak usia prasekolah yang pertumbuhannya terbagi dalam dua tahap, yakni: (1) Usia sejak lahir s.d. usia 2 tahun. Pada usia ini pertumbuhan anak lebih mengarah kepada fungsi-fungsi biologis. Ia menggunakan mulut sebagai sarana terpenting; (2) Usia antara 2-6 tahun. Pada usia ini perkembangan panca indera sangat menonjol, sehingga dalam proses belajarnya pun mereka menggunakan panca indera.
Namun sadarkah kita kurikulum yang ada dalam Pendidikan Usia Dini belum sesuai dengan perkembangan anak seharusnya? Masih ada teori yang belum saatnya diberikan di usia-usia tersebut yang seharusnya diajarkan di tingkat Sekolah Dasar. Saat guru mengajarkan siswa untuk menggambar atau mewarnai, mungkin beberapa anak tidak tertarik dan tidak mau melakukannya, disinilah peran orang tua sangat dibutuhkan. Orang tua sudah seharusnya bisa mengajari dan memacu anak-anaknya untuk mengembangkan kreativitas dan semangatnya, namun jangan memaksakan kepada sang anak. Jangan pula memberikan materi pembelajaran yang rumit dipahami anak, mereka mungkin belum bisa menangkap dengan baik hal tersebut, seperti menghitung dengan banyak digit atau menghapalkan abjad dengan bahasa Inggris
Sudah saatnya kira tinjau kembali kurikulum yang berlaku di Pendidikan Anak Usia Dini, sudah sesuaikah dengan perkembangan anak di usia tersebut? Berikankah materi yang ringan yang menyenangkan kepada anak, dia akan lebih mudah menangkap dan memahami, apalagi pemberian materi dilakukan sambil bermain.
-Sandra Meilia Tsaniyuda-













