Sail to Natuna (Part 1): Tujuh Hal Ini Cuma Kamu Temuin Kalau Traveling dengan Kapal PELNI.
Traveling memang penawar ampuh dalam manajemen stres saat kamu begitu disibukkan berbagai rutinitas dan kegiatan yang itu-itu saja serta nyaris melampaui batas. Salah satu traveling yang menyenangkan yakni mengunjungi pulau-pulau di luar pulau tempat tinggalmu. Iya, pasti menyenangkan. Tapi jangan salah, traveling juga bisa menjadi sangat menyebalkan ketika budget minim namun tekad melakukan perjalanan terlanjur maksimal. Salah satu hal yang bisa menjadi solusi adalah menekan budget dengan memilih alternatif kendaraan untuk melakukan traveling.
Kali ini, kereta aksara punya alternatif yang sangat bisa dipertimbangkan yakni ke luar pulau naik kapal laut; membersamai badai dan bermesraan dengan ombak; disuguhi sunset dan sunrise. Beberapa waktu lalu, kereta aksara melakukan perjalanan selama 3 hari 4 malam menuju Natuna, Kepulauan Riau menggunakan jalur laut bersama kapal PELNI. PELNI merupakan singkatan dari Pelayaran Nasional Indonesia, yang merupakan maskapai pelayaran milik pemerintah Indonesia sebagai salah satu alternatif alat transportasi. KM Bukit Raya dioperasikan menuju Natuna, Kepulauan Riau dengan biaya Rp 427.000 saja. Ya, tentu saja seperti kata ibu-ibu, ada uang abang disayang ada barang. Menghabiskan waktu hingga 4 malam di kapal bukan hal mudah tentu, hanya saja tidak salah jika sesekali mencobanya. Sebab kereta api belum memadai bagi masyarakat pulau jawa menuju Kepulauan Riau, dan angkutan buspun sepertinya begitu, sedangkan harga tiket pesawat yang tidak tanggung-tanggung (silahkan buka aplikasi pemesanan tiket pesawat andalanmu sekarang!), maka memilih kapal PELNI sebagai sarana perjalanan bisa membantumu membuat pertimbangan untuk berlayar menuju Natuna tanpa takut tidak punya dana.
Menuju Natuna dengan membelah badai dan ombak lautan kadang menjemukan namun tentu memiiliki kesempatan untuk juga bisa merasakan kebahagiaan di atas kapal. Tentu saja, jenis-jenis kebahagiaan seperti ini tidak kamu jumpai kalau kamu memilih naik pesawat yang mungkin hanya menghabiskan waktu 1-2 jam saja di udara. Eh, emang beneran perjalanan laut dengan kapal PELNI lebih “mengesankan”? Beneran. Kamu seolah akan lupa daratan, coba deh simak tujuh hal ini yang cuma kamu dapat kalau traveling via laut dengan Kapal PELNI.
1. Rebutan Kasur di Deck
Tiket kapal sudah di tangan. Lalu apa selanjutnya? Sama seperti ketika akan berpergian dengan pesawat, check in dan pemeriksaan tiket sesuai identitas juga harus dilewati oleh penumpang kapal. Enggak hanya itu, salah satu kelebihan dari pelayanan PELNI adalah mempersilahkan penumpang perempuan masuk ruang tunggu kapal lebih dulu daripada laki-laki. Tapi, jangan salah. Kalau selama ini kamu pikir kapal laut enggak akan ada delay saat akan mengangkut penumpang, itu salah. Sebab, bahkan kereta aksara menunggu mencapai 8 jam hingga akhirnya kapal bisa berlayar. Ya, meskipun kapal enggak bisa terjebak nostalgia macet, kapal juga memperhatikan cuaca-cuaca tertentu demi keselamatan penumpangnya ke tempat tujuan sehingga keputusan untuk mendelay pelayaran adalah sebuah keputusan beralasan.
Masuk ke kapal, kamu tidak bisa begitu saja melenggang dengan nyaman. Pasalnya, nomor kasur atau tempat dudukmu bisa saja bukanlah milik kamu, begitupun dengan nomor kasur orang lain. Loh kok kasur? Iya, kapal PELNI memiliki beberapa kelas yang bisa dinikmati penumpang dengan menyesuaikan harga tiket, di mana salah satu fasilitas dari masing-masing kelas adalah kasur. Pada kelas ekonomi, penumpang kapal bisa menggunakan tenaga dan usahanya lebih banyak lagi untuk berebut kasur saat baru naik kapal. Perhatikan selalu barang bawaanmu. Masuk kapal dan mendapatkan kasur di deck merupakan segelintir dan hanya awal dari perjuangan kamu ketika matang memilih kapal sebagai maskapaimu menuju Natuna. Kamu akan menjumpai berbondong-bondong orang berlarian menaikki tangga kapal yang berbeda dari tangga lainnya. Tidak hanya itu, setelah masuk kapal, sangat penting bagi kamu menguatkan tekad untuk menghabiskan hari-harimu menuju Natuna, kalau perlu bawalah buku atau peralatan hiburan yang mencukupi. Serius, ini penting banget. Selebihnya, percayalah bahwa kamu bakal mendapatkan waktu tidur lebih banyak dari hari-hari biasa. Kalau biasanya sehari kamu cuma tidur 8 jam, di kapal laut kamu bisa tidur mencapai 12 jam. Just try.
2. Makan Ikan ala PELNI, 3 Kali Sehari
Sama halnya dengan pesawat, kapal PELNI menyediakan makan bagi penumpang kapal. Bedanya, di kapal laut terdapat juru masak dan anak buah kapal yang turut menjadi bagian dari pembasmian rasa lapar para penumpang kapal sebanyak 3 kali sehari. Kamu yang biasanya hanya makan sebanyak 2x (apalagi anak kost), atau di pesawat hanya mendapat makanan 2x, di kapal, kamu akan dimanjakan dengan jadwal makan yang teratur. Menunya jangan ditanya. Seolah tidak mau kelewatan nuansa perairan, menu makan PELNI memiliki variasi menu yang “canggih” dengan olahan ikan andalan. Kadang digoreng, dikuningi, kadang ikan tongkol, kadang ikan bandeng, yang tidak mungkin ada di menu makanmu ketika di kapal yaitu ikan Indosiar. Nasi yang tidak terlalu banyak, tidak lupa sedikit sayur atau kadang tambahan bihun sebagai variasi menu. Makan ikan 3x sehari memang memberikan gizi lebih, hanya saja rasa rindu pada makanan yang mudah dijumpai di daratan pasti ada. Jangan lupa bawa sambal! Oh, atau kalau tidak bersahabat dengan pedasnya cabai, jangan lupa membawa lauk lain yang mampu membuatmu lebih sabar bertahan bersama perjuangan sang kapal hingga Natuna. Meskipun begitu, juru masak kapal PELNI juga menambahkan jus atau susu kemasan kotak sebagai pelengkap menu makan. Harapannya, gizi tetap seimbang dan sesuai dengan prinsip 4 sehat 5 sempurna. Apa daya, 4 malam di kapal bahkan tidak satu buahpun bertengger di kotak makan penumpang, sehingga perlu juga dirasa membawa lebih vitamin sebagai pengganti nutrisi dari buah.
3. Sensasi Goyangan Kapal di Toilet
Satu hal lain yang pastinya tidak akan ditemukan di pesawat, kereta api, bis, atau angkutan darat lain yakni serbuan angin laut ke badan kapal. Angin laut tidak pernah luput menjadi pemanis dalam pelayaran menuju Natuna. Kadang angin kencang hingga mengakibatkan badai, tapi juga kadang aman-aman saja. Ya, siapa yang tidak tau kalau sensasi naik kapal laut adalah intens-nya goyangan kapal yang diakibatkan oleh cuaca atau angin yang terjadi. Saat angin begitu kencang, badai tidak terelakkan. Lucunya, ketika kamu harus pergi ke kamar mandi atau toilet, goyangan kapal turut menghebohkan kegiatanmu. Kalau kamu punya keseimbangan yang baik, selamat! Atau kamu punya keahlian tetap tegar di atas badai hidup, juga selamat! Untuk mandi cuci kakus di toilet kapal memang harus banyak menaruh prihatin, sebab persediaan air terbatas dan harus ingat kalau yang butuh air di kapal tidak hanya kita. Meskipun begitu, setiap penumpang akan nyaman menggunakan toilet loh asal pandai-pandai menjaga kondisi kebersihan toilet. Siapa yang betah, hidup 4 malam di kapal dengan kondisi toilet yang tidak manusiawi.
4. Tiket Bioskop Rp 10.000
Berapa sih biasanya kamu menghabiskan uangmu untuk bisa nonton film ala XXI atau bioskop? Ya, paling murah Rp 30.000 lah ya. Tapi, cuma kapal PELNI nih yang punya! Nonton film Rp 10.000. Eits, sayangnya nih, film-film yang diputar hanya diperuntukkan bagi penumpang berusia 21 tahun ke atas. Dengan harga tiket yang sangat terjangkau ini, kamu bisa menghabiskan satu buah film di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar dan memang tidak begitu mirip bioskop. Ya, bagi yang sangat membutuhkan hiburan akibat dirundung bosan di kapal yang sudah tak teratasi, bioskop mungil ini mungkin bisa menjadi salah satu alternatif solusi ya. Pastinya, di pesawat dan kereta api tidak kamu jumpai kan bioskop serupa?
5. Menangkap Senja dan Fajar Langsung
Romantis. Bagi kamu penikmat senja dan fajar atau bahasa kerennya nih sunset dan sunrise, cocok banget loh traveling dengan menggunakan kapal laut selama berhari-hari. Pemandangan terbit dan tenggelamnya matahari bisa menjadi alternatif solusi lain ketika kebosanan yang terlampau parah kamu rasakan. Khususnya yang berjiwa puitis, dua waktu ini tidak boleh kamu lewatkan, sebab senja dan fajar yang bisa kamu nikmati langsung dengan mata telanjang di sudut-sudut terbaik kapal akan menjadi ladang ide untukmu menuangkan kata demi kata. Begitupun kamu para pecinta fotografi, menangkap sunset dan sunrise dengan lensa kameramu pasti akan menjadi kegiatan yang dinanti-nanti di kapal ketika pagi dan sore menuju malam hari. Kamu disarankan turun dari kasur dan mencari sudut-sudut terbaik kapal dari deck ke deck yang bisa memanjakan matamu dengan keindahan matahari terbit dan tenggelamnya. Masih kekeuh mau naik pesawat dengan biaya selangit? Untukmu pecinta terbit dan tenggelam matahari, kenapa harus pikir 2 kali?
6. Singgah di Berbagai Pulau
Nah ini dia yang tidak akan kamu dapatkan saat traveling dengan moda transportasi publik apapun. Menuju Natuna, kamu akan berhenti di beberapa pelabuhan seperti Pelabuhan Belinyu, Pelabuhan Kijang, dan Pelabuhan Tarempa di Anambas. Biasanya, akan terdapat jadwal kapal berhenti berlayar sekitar 4 jam di Pelabuhan Kijang, Bintan, Kep. Riau dan sekitar 2 jam di Pelabuhan Tarempa, Anambas. Sangat disarankan untuk keluar dari zona nyamanmu di kapal, menjelajahi tempat sekitar pelabuhan atau bisa juga sekadar mencicipi makanan khas daerah setempat. Dijamin, kali ini enggak akan membuatmu menyesal memilih kapal laut untuk mengantarmu ke Natuna deh. Oh ya, ketika mampir singgah di Pelabuhan Tarempa di Anambas, kereta aksara mencoba secangkir kopi hitam yang disebut Kopi O di sebuah kedai kopi di pasar tidak jauh dari Pelabuhan Tarempa. Dengan uang Rp 5.000 kamu akan merasakan orgasme lidah yang dihasilkan dari kopi itu. Kental, gurih, dan tidak berampas. Konon ditambah dengan mentega sehingga menciptakan cita rasa yang berbeda. Nah, di Pelabuhan Kijang, sekitar 2 km dari pelabuhan terdapat pasar dengan aneka jajanan khas Bintan, Kep. Riau. Terdapat Mie Lender (baca: mie lendir) yang juga akan memanjakan lidahmu serta memberikan rasa kenyang dan pembaruan gizi bagi tubuh setelah berhari-hari bergelut dengan menu makanan kapal yang sederhana. Kapan lagi bayar tiket murah tapi dapat banyak?
7. Sujud di Atas Lautan Luas
Melewatkan setiap waktu sholat dengan arah sholat yang berbeda akan kamu rasakan lho di kapal laut menuju Natuna. Kadang menghadap kanan kapal, kiri kapal, dengan derajat kemiringan posisi sholat yang berbeda-beda setiap waktunya. Jangan khawatir, kapal PELNI menyediakan musholah yang begitu nyaman untuk kaum muslim menjalankan ibadahnya. Tidak hanya itu, pemberitahuan sholat setiap waktupun diumumkan, sehingga tidak perlu khawatir terlewat waktu sholat. Satu hal yang bisa kamu syukuri adalah merasakan sujud tepat di atas lautan Allah yang begitu luas dan sempurna. Kalau biasanya kamu merasakan sujud dan di bawahmu adalah tanah atau lantai, maka kali ini, bersama hembusan angin yang menyelimuti perjalanan kapal, doamu akan digiring kepada langit menuju Allah. Bagi yang senang merenung, pasti akan merasa sangat kecil ketika bisa sholat di atas kapal di tengah birunya lautan yang membentang. Ini loh, satu hal paling keren yang juga bisa menguatkan tekadmu ketika matang menjalani hari-hari di kapal selama beberapa waktu menuju Natuna.
Bagaimana? Sudah ada bayangan bagaimana melakukan traveling ala anak kapal laut? Kalau kamu penasaran banget sama cara kerja Nahkoda dan Anak Buah Kapal, kamu juga bisa loh mampir ke ruang kerja para kapten untuk menyimak langsung apa saja yang mereka lakukan untuk membuat kapal tetap on the track. Bagaimana mengarahkan jalur kapal dengan tidak gegabah dan seenaknya meskipun laut begitu luas dan sebenarnya bisa melintasi sudut laut mana saja. Belajar juga dari para ABK tentang arti ikhlas ketika mereka harus meninggalkan keluarga untuk sebuah tugas yang mulia. Jadi, keuntungan apa lagi sih yang masih kamu ragukan saat traveling dengan kapal laut?
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Arus Balik Lebaran, Penumpang KM Kelud Rute Belawan–Batam Diprediksi Capai 3.500 Orang
Medan, kedannews.co.id — Lonjakan penumpang pada arus balik Lebaran 2026 juga terjadi di jalur laut. PT Pelni Cabang Medan memprediksi jumlah penumpang kapal KM Kelud yang berangkat dari Pelabuhan Belawan menuju Batam akan menembus angka 3.500 orang.
Kepala Operasi PT Pelni Cabang Medan, Suharto, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah penumpang tahun ini cukup signifikan, yakni berkisar 11 hingga…
Pelni Medan Tambah KM Ngapulu untuk Antisipasi Lonjakan Penumpang Lebaran 2026
MEDAN, kedannews.co.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Cabang Medan menambah satu armada kapal guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada masa angkutan mudik dan arus balik Lebaran 2026. Penambahan kapal ini dilakukan untuk mendukung operasional di Pelabuhan Belawan yang diprediksi mengalami peningkatan mobilitas masyarakat.
Kepala Cabang Pelni Medan, Harianto Sembiring, mengatakan…
PT Pelni Sebut Tidak Ada Program Mudik Sepeda Motor Gratis Naik Kapal dari Kemenhub
Jakarta, CINEWS.ID – Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni (Persero) Nuraini Dessy menuturkan, pada angkutan Lebaran 1446 H/2025 pihaknya tidak mendapatkan tugas dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menggelar program mudik gratis sepeda motor naik kapal laut.
Alasan ditiadakan program tahunan tersebut imbas kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Anggaran Kemenhub pada tahun ini…
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Proses Merger Pelni, ASDP, dan Pelindo Masih Berjalan, Ditargetkan Rampung Awal 2025
JAKARTA — Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, mengonfirmasi bahwa rencana penggabungan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) ke dalam PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo masih dalam proses kajian.
Kartika, yang akrab disapa Tiko, menjelaskan bahwa merger BUMN di sektor pelayaran, pelabuhan, dan penyeberangan laut ini memerlukan…