My first ever badminton scrap! Its about Aldo Apriyandi, a Men Singles player from a badminton club, PB Djarum Kudus.

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Japan

seen from United States
seen from Russia
seen from China
seen from Japan

seen from Spain
seen from Germany
seen from Martinique
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from Japan
seen from United States
seen from United States
seen from India

seen from Russia
My first ever badminton scrap! Its about Aldo Apriyandi, a Men Singles player from a badminton club, PB Djarum Kudus.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tontowi Ahmad Mendadak Jadi Vokalis Band
Inanews - Berbagai hal menarik dan langka tersaji pada acara perayaan ulang tahun ke-50 PB Djarum Kudus, di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Salah satu hal yang menarik perhatian para tamu undangan yakni munculnya pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad, sebagai vokalis band. Tontowi membawakan lagu milik penyanyi Ipang yang berjudul Sahabat Kecil. Dengan mengenakan jaket merah, ia terlihat begitu menikmati perannya sebagai vokalis di atas panggung. Kejutan tak berhenti sampai di situ. Pada pertengahan lagu, mantan pasangan bermain Tontowi, Liliyana Natsir, tiba-tiba ikut naik ke panggung. Liliyana naik ke panggung untuk menyerahkan seikat karangan bunga kepada Tontowi. Sontak, Tontowi tampak tersenyum lebar seraya tersipu malu. Para tamu undangan pun dibuat tertawa sekaligus bersorak seru.
Dok. PB Djarum Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia,Tontowi Ahmad, saat menerima bunga dari eks rekan bermainnya, Liliyana Natsir. Tontowi bukan satu-satunya pebulu tangkis yang menjadi personel band dadakan, tetapi juga ada Sigit Budiarto yang bertugas sebagai penggebuk drum. Sigit sendiri dikenal sebagai pemain ganda putra era 90 hingga 2000-an yang sukses mendulang prestasi bersama Candra Wijaya. Sepanjang acara perayaan ulang tahun ke-50 PB Djarum, para penonton juga disuguhkan aneka hiburan menarik lain, seperti seni tari yang ditunjukkan oleh para atlet muda klub. Hal itu membuktikan bahwa para atlet PB Djarum rupanya tak melulu diajari bulu tangkis, melainkan juga di bidang lain. Kegiatan perayaan sendiri dipandu oleh dua pembawa acara, yakni Maman Suherman dan Yuni Kartika. Maman Suherman yang akrab disapa Kang Maman membawakan sesi bincang-bincang dengan para petinggi, pelatih, dan para atlet legenda PB Djarum. Selanjutnya, PB Djarum juga memberikan penghargaan berupa liontin emas kepada tokoh-tokoh dan legenda yang telah berjasa membesarkan klub. Read the full article
Tontowi Ahmad Mendadak Jadi Vokalis Band
Inanews - Berbagai hal menarik dan langka tersaji pada acara perayaan ulang tahun ke-50 PB Djarum Kudus, di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Salah satu hal yang menarik perhatian para tamu undangan yakni munculnya pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad, sebagai vokalis band. Tontowi membawakan lagu milik penyanyi Ipang yang berjudul Sahabat Kecil. Dengan mengenakan jaket merah, ia terlihat begitu menikmati perannya sebagai vokalis di atas panggung. Kejutan tak berhenti sampai di situ. Pada pertengahan lagu, mantan pasangan bermain Tontowi, Liliyana Natsir, tiba-tiba ikut naik ke panggung. Liliyana naik ke panggung untuk menyerahkan seikat karangan bunga kepada Tontowi. Sontak, Tontowi tampak tersenyum lebar seraya tersipu malu. Para tamu undangan pun dibuat tertawa sekaligus bersorak seru.
Dok. PB Djarum Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia,Tontowi Ahmad, saat menerima bunga dari eks rekan bermainnya, Liliyana Natsir. Tontowi bukan satu-satunya pebulu tangkis yang menjadi personel band dadakan, tetapi juga ada Sigit Budiarto yang bertugas sebagai penggebuk drum. Sigit sendiri dikenal sebagai pemain ganda putra era 90 hingga 2000-an yang sukses mendulang prestasi bersama Candra Wijaya. Sepanjang acara perayaan ulang tahun ke-50 PB Djarum, para penonton juga disuguhkan aneka hiburan menarik lain, seperti seni tari yang ditunjukkan oleh para atlet muda klub. Hal itu membuktikan bahwa para atlet PB Djarum rupanya tak melulu diajari bulu tangkis, melainkan juga di bidang lain. Kegiatan perayaan sendiri dipandu oleh dua pembawa acara, yakni Maman Suherman dan Yuni Kartika. Maman Suherman yang akrab disapa Kang Maman membawakan sesi bincang-bincang dengan para petinggi, pelatih, dan para atlet legenda PB Djarum. Selanjutnya, PB Djarum juga memberikan penghargaan berupa liontin emas kepada tokoh-tokoh dan legenda yang telah berjasa membesarkan klub. Read the full article
PB Djarum Resmi Rekrut Herry IP dan Rionny Mainaky
Inanews - Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, memastikan bahwa PB Djarum Kudus akan merekrut dua pelatih kepala pelatnas PBSI. Dua pelatih itu adalah Herry Iman Pierngadi (pelatih nasional ganda putra) dan Rionny Mainaky (pelatih nasional tunggal putri). Selama ini, Herry memang dianggap sukses menangani sektor ganda putra Indonesia. Adapun Rionny dinilai berjasa dalam mengembangkan bulu tangkis di Jepang. Tak hanya itu, PB Djarum juga akan merekrut legenda ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir, sebagai penasehat teknik. "Jadi, per tanggal 1 Mei 2019, Rionny Mainaky, Herry IP, dan Liliyana Natsir akan diangkat menjadi karyawan PB Djarum," ujar Yoppy saat ditemui di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (28/4/2019). "Nanti Butet (Liliyana) akan menjadi technical advisor, sedangkan Herry IP dan Rionny sebagai coach. Mereka adalah orang-orang berkualitas dan kami butuh mereka untuk semakin melambungkan prestasi PB Djarum," tutur dia.
DOK. PBSI Rionny Mainaky mengamati pertandingan pebulu tangkis Indonesia di Malaysia Open 2019, 4 April 2019. Dalam kesempatan itu, Yoppy pun memastikan bahwa ketiga orang tersebut tidak terikat dengan pihak klub manapun. Selain itu, khusus untuk Herry IP dan Rionny, Yoppy memastikan bahwa keduanya akan tetap bertugas sebagai pelatih pelatnas PBSI. "Kami rekrut mereka secara free. Mereka sendiri yang minta bergabung dengan kami. Rionny sudah bicara dengan kami sejak Desember 2018, dan Liliyana pada Januari 2019," ucap Yoppy. Herry IP dan Rionny awalnya bukanlah jebolan PB Djarum. Mereka diketahui berasal dari klub PB Tangkas. Demikian pula Liliyana. Sebelumnya, dia merupakan bagian dari PB Tangkas dan baru menjadi atlet PB Djarum pada 2014. Read the full article
Usia Emas 50 Tahun, Awal Perjalanan PB Djarum Kudus
Inanews - PB Djarum Kudus telah eksis di dunia bulu tangkis selama 50 tahun. Jika diibaratkan sebagai manusia, angka itu tergolong usia emas yang memasuki masa-masa senja. Meski demikian, Presiden Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, memastikan bahwa PB Djarum tidak akan berhenti berkontribusi untuk bulu tangkis Indonesia. Victor berharap, PB Djarum bisa terus mencetak atlet berbakat yang bisa melahirkan prestasi membanggakan hingga klub itu berusia lebih dari 100 tahun. "PB Djarum akan tetap eksis selama kami yakin dan bertekad untuk membantu menyatukan Indonesia," kata Victor dalam perayaan HUT PB Djarum ke-50 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. "Ini sesuai dengan itikad besar PB Djarum membantu kejayaan sport (olahraga) untuk persatuan Indonesia. Kita tak bisa bersatu dalam kesengsaraan sport, tetapi kita bisa bersatu dalam kejayaan sport," ujar dia lagi. Rangkaian perayaan HUT PB Djarum ke-50 dimulai sejak Minggu (28/4/2019) siang dengan peluncuran empat buku perjalanan emas bulu tangkis. Buku tersebut menceritakan tentang PB Djarum hingga atlet-atlet berprestasi dari PB Djarum yang mengharumkan nama bangsa Indonesia. Minggu malam menjadi puncak perayaan HUT PB Djarum dengan pemberian penghargaan berupa liontin emas kepada tokoh-tokoh dan legenda PB Djarum. Kelahiran klub PB Djarum bermula dari brak (area kerja) Bitingan Lama di dalam gedung yang pada siang harinya merupakan pabrik karyawan pelinting rokok PT Djarum. Lahirnya PB Djarum tak terlepas dari kegemaran Robert Budi Hartono bermain bulu tangkis bersama para karyawannya. Kegiatan olahraga bulu tangkis pada sore hari itu rupanya diminati para karyawan dan masyarakat sekitar. Akhirnya, pada 1969, PB Djarum sepakat mendirikan klub bulu tangkis PB Djarum dan mulai membina pemain dari luar perusahaan. Read the full article

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
PB Djarum dan Nilai Kekeluargaan yang Begitu Erat
Inanews - Pada hari ini, Minggu (28/4/2019), PB Djarum Kudus resmi memasuki usia setengah abad alias 50 tahun. Selama kurun waktu itu pula, klub bulu tangkis tersebut sukses menelurkan banyak atlet berprestasi. Menurut legenda sekaligus salah satu pelatih PB Djarum, Christian Hadinata (70 tahun), ada banyak hal yang membuat klub tersebut bisa menjadi besar dan sukses. Namun, ada satu faktor penting yang menurut Christian menjadi ciri khas di PB Djarum, yaitu adalah kekeluargaan. Ia merasakan betul betapa eratnya hubungan di antara para anggota klub. "Bagi saya, yang paling utama di klub ini adalah kekeluargaannya. Itu dibuktikan dengan hari ini (perayaan ulang tahun ke-50 PB Djarum). Dari segala penjuru mereka mengusahakan datang," kata Christian saat ditemui di Wisma Ploso, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (28/4/2019). "Ambil contoh, Hendrawan (legenda bulu tangkis nasional sekaligus pelatih Lee Chong Wei) rela datang dari Malaysia sama keluarganya. Itu menandakan kekeluargaan PB Djarum sangat erat dan kental. Meskipun sekarang bukan anggota PB Djarum, hanya sekadar alumni, kami tetap kompak," tutur dia. Selain itu, kata Christian, PB Djarum juga begitu luar biasa dalam memberikan kontribusi terhadap kemajuan bulu tangkis Indonesia. Salah satunya contoh kontribusi nyata PB Djarum yakni memberikan fasilitas memadai untuk para pebulu tangkis yang sedang menimba ilmu di klub. Selain itu, pemantauan berkelanjutan juga menjadi faktor. Hal-hal itulah yang dianggap Christian sebagaia penunjang keberhasilan PB Djarum melahirkan sejumlah atlet berkualitas seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan, Tontowi Ahmad, Hariyanto Arbi, dan masih banyak lagi. "Tentu harapan saya semoga PB Djarum bisa menjadi lebih baik lagi dan terus berkontribusi untuk bulu tangkis Indonesia. Kalau bisa sampai 100 tahun mendatang dan seterusnya," tutur Christian. Hal senada juga dinyatakan peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992, Alan Budikusuma. Sebagai atlet jebolan PB Djarum, ia mengaku bangga bisa menjadi bagian dari klub tersebut. "Kekeluargaan di PB Djarum memang luar biasa. Dari dulu, ketika saya masih menjadi atlet, hingga sekarang, kekeluargaannya sangat erat. Dari kekeluargaan itu, kami bisa saling membantu. Itulah yang jadi nilai dari klub ini," ucap Alan. Read the full article
4 Buku Diluncurkan pada Perayaan Ulang Tahun Ke-50 PB Djarum
Inanews - Perayaan ulang tahun ke-50 PB Djarum Kudus tak hanya menjadi ajang reuni bagi para atlet dan pelatih, tetapi juga peluncuran empat buku terkait bulu tangkis Indonesia. Peluncuran keempat buku itu diselenggarakan di Wisma Ploso, Kudus, Jawa Tengah. Keempat buku yang dimaksud adalah "Butet Legenda Sejati" karya mantan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia yang kinu menjabat sebagai Dewan Penasehat PP PBSI, Hamid Awaludin. Selain itu, pengamat bulu tangkis Daryadi menulis dua buah buku sekaligus dengan judul "Kiprah Ahsan-Hendra" serta "Jejak Langkah Owi-Butet". Adapun satu buku lainnya yakni berjudul " Setengah Abad PB Djarum, Dari Kudus Menuju Prestasi Dunia" yang disusun oleh tim penulis Historia.id. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menyebut bahwa peluncuran keempat buku tersebut merupakan upaya mendokumentasikan sejarah bulu tangkis Indonesia. "Di dalamnya ada berbagai catatan sejarah perjalanan dan kerja keras untuk mewujudkan prestasi bagi Indonesia melalui bulu tangkis. Dalam rangkaian ulang tahun ke-50 PB Djarum, kami harap buku-buku itu menjadi motivasi dan inspirasi bagi para atlet, pelatih, dan masyarakat," ucap Yoppy. Tentu banyak cerita yang disampaikan oleh para penulis di balik pembuatan buku-buku tersebut. Salah satunya yang disampaikan oleh Hamid Awaludin selaku penulis buku "Butet Legenda Sejati". Buku itu menceritakan tentang perjuangan Liliyana Natsir menjadi seorang pebulu tangkis berprestasi yang penuh dengan dedikasi. "Butet punya prinsip seorang ksatria. Dia bukan pemain yang suka protes ke wasit atau hakim garis. Tidak ada kepura-puraan. Dia benar-benar pemain yang profesional," kata Hamid di hadapan para hadirin, termasuk Liliyana dan eks pasangan bermainnya, Tontowi Ahmad. Sementara itu, buku "Setengah Abad PB Djarum, Dari Kudus Menuju Prestasi Dunia" garapan tim penulis Historia.id bercerita tentang awal terbentuknya PB Djarum. Dalam buku itu diceritakan proses bagaimana PB Djarum bermula, yakni dari brak (area kerja) pelinting rokok PT Djarum di kawasan Bitingan Lama. Lokasi yang dipakai untuk bekerja pada siang hari, kemudian berubah jadi arena bulu tangkis bagi para karyawan saat sore hari. Akhirnya, pada tahun 1969, Robert Budi Hartono selaku pimpinan perusahaan mendirikan PB Djarum dan mulai membina pemain dari luar. Adapun buku "Jejak Langkah Owi-Butet" dan "Kiprah Hendra-Ahsan" mengisahkan tentang perjalanan karier pasangan Tontowi/Liliyana serta Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Kedua pasangan bulu tangkis tersebut dinilai Daryadi sebagai contoh sukses dari perjuangan keras atlet yang ingin mewujudkan impiannya, tak hanya untuk diri mereka, tetapi juga keluarga dan bangsa. Read the full article
Ulang Tahun Ke-50 PB Djarum, Para Legenda Bulu Tangkis Indonesia Berkumpul
Inanews - PB Djarum Kudus resmi menginjak usia emas. Pada hari ini, klub bulu tangkis terbesar di Indonesia itu merayakan umur ke-50 tahun. Dalam perayaan ulang tahun ke-50, PB Djarum pun mengundang para atlet bulu tangkis, baik yang sudah pensiun maupun aktif, untuk berkumpul di Kudus, Jawa Tengah. Sosok yang tampak hadir di antaranya Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Alan Budikusuma, Hendrawan, Richard Mainaky, Sigit Budiarto, Susy Susanti, Vita Marissa, Eng Hian, Hariyanto Arbi, Ivanna Lie dan Christian Hadinata. "Pastinya senang kami bisa berkumpul dengan banyak mantan atlet, alumni PB Djarum, serta atlet-atlet yang masih aktif. Bahkan juga beberapa orang sampai saya pangling karena sudah lama enggak ketemu," ujar legendan PB Djarum, Christian Hadinata. "Hampir seluruhnya bisa datang, sebagian lainnya berhalangan hadir karena gangguan kesehatan. Jadi ini luar biasa. Kali ini kami bisa berkumpul, hari yang istimewa. Lintas generasi berkumpul," tutur dia. Salah satu kegiatan yang diikuti para atlet jebolan PB Djarum dalam memperingati usia klub yang telah mencapai 50 tahun yakni peluncuran empat buku bertajuk "Perjalanan Emas Bulu Tangkis". Empat buku itu adalah "Dari Kudus Menuju Prestasi Dunia" yang disusun Historia, kemudian "Butet Legenda Sejati" oleh Hamid Awaludin, lalu "Jejak Langkah Owi-Butet" dan Kiprah Hendra-Ahsan oleh Daryadi. Selanjutnya, para atlet dan legenda juga akan menghadiri acara Hari Ulang Tahun PB Djarum di GOR Jati, Kudus. Sejak eksis pada tahun 1969, memang PB Djarum konsisten dalam berkontribusi memajukan olahraga bulu tangkis Indonesia. Salah satu upaya yang mereka lakukan yakni dengan mencetak dan membina atlet dari berbagai daerah untuk mencapai prestasi tingkat dunia. Read the full article