Kenapa Payroll UMKM dan Startups Perlu Kayaroll
Kedai Kopi di Jalan Werkudoro, Kota Tegal itu bernama Widji Kopi. Tempat nongkrong yang didominasi warna hitam itu setiap hari selalu ramai oleh pengunjung, apalagi jika malam Sabtu dan Minggu.
Selain menyediakan menu utama yang tentu saja berbagai varian kopi, Widji Kopi juga menyediakan aneka makanan ringan dan berat. Pemilik kedai 2 lantai itu adalah Muhammad Fardani.
Pria yang akrab disapa Dani itu memulai usahanya pada 2016 saat masih kuliah. Dari tempat yang kecil dan sederhana, usahanya kini semakin maju dan tempatnya semakin luas.
Awalnya Dani mengelola kedai itu berdua dengan temannya. Seiring dengan meningkatnya pengunjung, dia membutuhkan tambahan karyawan, baik di bagian penyajian, bagian dapur, dan juga administrasi. Pada akhir pekan saat pengunjung bisa meningkat hingga dua kali lipat, kedai itu juga mempekerjakan tenaga tambahan.
Pria 28 tahun itu perlu meluangkan waktu khusus di akhir bulan untuk menghitung besaran upah dari masing-masing karyawannya.
Di tempat lain, seorang pemuda bernama Reynold Wijaya mendirikan perusahaan startups Modalku.com. Perusahaan rintisan ini bergerak pada pelayanan fintech (financial technology atau teknologi keuangan) yang berfokus pada pinjaman modal UKM (usaha kecil dan menengah).
Pria lulusan Industrial and Operations Engineering dari University of Michigan, AS (Amerika Serikat) tersebut punya misi mulia, yakni ingin memberi kemudahan akses pinjaman atau modal bagi usaha kecil dan menengah yang akan digunakan untuk usaha.
Pada 2018, Modalku.com telah berhasil mendistribusikan pinjaman kira-kira Rp 2,1 miliar kepada 10 pelaku UKM. Perusahaan yang baru seumur jagung ini juga mendapat kucuran dana dari pemodal dari Singapura, Funding Societies sebesar S$ 5 juta atau sekitar Rp 48,2 miliar dengan tingkat pembayaran 100% atau NPL 0%.
Reynold menyulap usahanya yang semula mini menjadi perusahaan besar nasional. Dalam hitungan bulan, pemuda berusia 29 tahun merekrut puluhan karyawan untuk mengisi kantornya yang besar.
Widji Kopi dan Modalku.com menjadi gambaran sukses UMKM dan startups hanya dalam waktu sekejab.
Kayaroll Sebagai Payroll
Baik Dani dan Reynold sama-sama menghadapi permasalahan baru, yaitu bagaimana mengelola pegawai, terutama pembayaran gaji mereka. Permasalahan tersebut bisa mendapat solusi dengan memakai payroll, yaitu sistem penggajian karyawan pada sebuah perusahaan.
Dewasa ini payroll telah hadir dalam bentuk software yang tersedia di internet. Sedangkan software payroll yang paling pas untuk usaha Dani dan Reynol adalah Kayaroll.
Kayaroll yang membawa metode terkini dari payroll ini berkomitmen untuk memperkuat UMKM dan startups. Perangkat lunak dari Singapura ini diciptakan agar sesuai dengan perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) atau Asia Tenggara.
Software yang hadir tahun 2020 ini menawarkan tiga solusi, yaitu;
- Hemat Biaya Menggunakan Kayaroll akan menghemat perusahaan untuk pengeluaran biaya penggajian yang biasanya dikerjakan oleh beberapa staf HRD (Human Resource Department).
- Hemat Waktu Semua sektor bisnis pasti menganggap bahwa waktu adalah uang. Proses payroll dari Kayaroll didigitalisaasi untuk menghapus pekerjaan yang membosankan dan memperbaiki efisiensi. Bahkan proses ini bisa dikerjakan oleh pemilik usaha itu sendiri.
- Mengikuti Regulasi Sistem Kayaroll selalu disesuaikan untuk memenuhi regulasi dari pemerintah di mana suatu usaha berada. Regulasi selalu menjadi poin penting bagi pengusaha, terutama investor dari luar negeri.
Dengan kehadiran Kayaroll, pengusaha UMKM dan startups tidak perlu terbeban dengan masalah penggajian karyawan lagi pada waktu-waktu tertentu. Mereka bisa tetap fokus dengan berbagai hal penting dalam usaha mereka. []












