Selamat malam untuk malam hari yang sunyi. Hari ini dingin. Mungkin akibat dari hujan yang datang sejak siang sampai sekarang. Terkadang deras, namun seringnya hanya gerimis. Hujan seolah memberikan kesempatan bagi semesta untuk menikmati hari dengan sedikit panas matahari.
Hujan identik dengan perenungan, bagi beberapa orang. Mungkin karena hujan membangkitkan rasa sendu. Seolah salah satu waktu yang tepat untuk bermelankolis ria. Seperti hal yang dilakukan gadis itu.
Ini jam dua pagi. Tapi gadis itu dalam kamarnya -satu satunya tempat melarikan diri dari dunia luar- masih saja sibuk dengan sketchbook dihadapannya. Baginya, menggambar random inilah yang membuat hatinya sedikit lupa dengan rasa sakit.
Gadis itu lelah. Lelah merenungkan banyak hal. Lelah mengenang hari-harinya yang dulu dia kira baik-baik saja. Bagi dia, mengenang kenangan lama hingga tak sadar tertidur seolah menjadi obat tersendiri dari segala kelelahan itu.
Mau bagaimanapun, apa yang ingin ia lakukan tampak salah. Hingga kadang terpikir seolah takdir mempermainkannya selama ini.
Namun satu hal yang ia percaya hingga kini, Tuhan tidak akan pernah mempermainkan hamba-Nya.
2 paragraf terakhir rada bojek heu