Individu Merdeka! . . . . . #throwback #fidkomuinjkt #opak2014
seen from China

seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from Australia
seen from China
seen from United Kingdom
seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from Netherlands
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States
seen from Thailand

seen from United States
Individu Merdeka! . . . . . #throwback #fidkomuinjkt #opak2014

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Segala dibercandain itu, memang gak baik.
Aku sebenernya bukan orang yang serius-serius amat dalam menanggapi sesuatu. Ya, kalau waktunya emang bisa bercanda dan ngobrol santai, ya ikutan bercanda juga. Kalau waktunya serius, okelah. Bisa kok.
Suatu hari, aku pernah ngobrol sama pacarku tentang film. The Raid. Taulah ya, The Raid itu memang filmnya menegangkan dan lain sebagainya. Dan, waktu itu aku cerita pengalaman aku nonton The Raid bareng temen-temen di Tasik.Ya namanya juga cerita, sesuai yang aku alami dan emang kenyataannya aja, kan.
Aku cerita, waktu itu aku keketawaan pas nonton The Raid. Kenapa? Mungkin ya kalian juga bingung, kok malah ketawaan.
Ya waktu itu namanya nonton sama temen-temen apalagi yang suka bercanda, ya segala dibercandain lah. Bapak-bapak yang tua mirip pak kepala sekolah yang galak, pembunuh kejam itu mirip temen sekelas, suaranya kayak yang suka pengumuman di sekolah, apa lah banyak. Sampai jadi samasekali nggak takut nontonnya. Tapi kalo dibilang ngerti sih ya ngerti kok. Kita nonton juga nggak cuman buat dibercandain doang.
Tapi, pas aku cerita sama pacarku, dia kayak yang kesel gitu, kan. Katanya, masa film rame-rame tegang gitu malah diketawain. Nggak ngehargain yang bikinnya and things gitu. Ya kalo dipikir kan emang tujuan film The Raid dibikin seru dan serem. Tapi kan, namanya juga film. Buat menghibur. Jadi, asalkan menghibur dan dinikmati apapun caranya, menurut aku nggak masalah. Waktu itu sih, aku berpikir begitu.
Tapi, kalo dipikir lagi. Enak nggak sih karyanya diketawain orang? Kalau misalkan kamu memang comic, pembuat novel komedi yang sekarang lagi menjamur sih ya no problem lah. Tapi buat yang menciptakan dengan konteks serius dan berbagai macam, kan jadi kerasanya nggak dihargai. Iya juga sih, bisa sakit hati malahan.
Tadi di kampus, beres acara pengenalan kampus dan pemberian materi itu ada mentoring. Ya semacam sharing gitu, dibagi perkelompok. Jadi, ada kakak tingkat yang memimpin sharing kelompokan tersebut. Kebetulan, tadi ada dua anggota yang datangnya telat, dan dengan watadosnya banget pake edan, lagi ngobrol aja ngerokok. Setau aku, ngerokok di tempat umum aja ga boleh. Ini di kampus, lagi mentoring..
WOY LU NGAPAEN SIH
Pengen deh teriak begitu. Beres ngerokoknya, ternyata dia nggak cuman gitu doang. Segala yang diomongin diketawain, ditembalan gitu. Jadi kalo ada yang ngomong, ya dibales tapi seenaknya dan nggak nyambung terus ketawa deh tuh berdua. Huh. Bikin pengen jitak aja. Mentang-mentang muka ganteng aja songong. Udah kesel pengen negor, tapi ya kakak tingkatnya juga diem aja sih selow. Ya udah deh aku tahan.
Padahal lagi diskusi serius begitu malah nyeletuk yang nggak-nggak dan ketawa.. lebay banget deh ketawanya. Macem abang-abang nongkrong pinggir jalan yang suka ngetawain cewe lewat.
Kan, ngerasa nggak dihargain banget.
And I was like, oh.
Ini maksudnya pacarku itu. Yang cuma aku tau di pikiran, sekarang ngerasain sendiri.