when you are down, what will you do?
Saat kumenyembahMu, RohMu bekerja
Saat kumemujiMu, Kau bertahta di atas pujian
Kuangkat hatiku, kupandang kekudusanMu
Saat kusembah, kupuji Mu, kurasakan kehadiranMu Tuhan
Di hadiratNya, ada damai, ada ketenangan, ada sukacita.
Bukankah itu yang kita cari ketika merasa lemah? Ada masanya kita merasa semua yang disekitarku tidak mendukung, ada beban berat. Mengapa mereka mengatakan ini kepadaku? Mengapa aku harus melakukan ini dan itu? Mengapa aku tidak menjadi orang biasa saja, sehingga tentu tidak akan merasakan ini. Mengapa orang lain pergumulannya soal yang kurang lebih lah sama seperti orang-orang pada umumnya, bukannya ringan, tapi sesuatu yang memang biasa terjadi pada manusia. Mengapa harus berbeda, mengapa harus merasakan yang aneh ini. Dan berjuta pertanyaan yang tidak ada penjelasan pastinya, tapi dengan jelas kita tahu bahwa penjelasan itu tidak berguna. Karena jauh di lubuk hati, tidak ada penyesalan atas kehidupan yang dijalani. Juga tidak ada penyesalan terhadap apa yang terjadi atas hidup ini.
Kita tahu bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan. Dan kita pun mengerti bahwa apa yang terjadi dalam hidup ini adalah baik. Setiap proses yang dilalui ini bukan proses biasa, melainkan proses yang mendatangkan kemuliaan. Ada rasa bersyukur untuk diizinkan melalui proses ini, karena artinya Allah sayang dan ingin kita semakin dibentuk.
Tapi tentu perasaan ini tidak bisa dibohongi, bahwa ada rasa frustasi, terpuruk, lemah, bahkan ingin kabur dari proses ini. Lagu di atas adalah jawaban atas perasaan itu.
Ku angkat hatiku, kupandang kekudusanMu.. Dalam kekudusan Tuhan, perasaan tersebut menjadi kecil. Hal yang secara pikiran dan perasaan dunia begitu besar dan berat, menjadi kecil di hadapan hadirat Tuhan. Kadang kita merasa tidak ada hubungannya antara kekudusan dan kemuliaan Tuhan dengan apa yang kita alami di dunia ini. Padahal itu erat sekali. Kemuliaan Tuhan yang begitu dahsyat sanggup menghilangkan besarnya masalah kita. Karena dari situ kita tahu, siapa Allah kita. Kita tahu bahwa Allah itu bukan Tuhan yang kecil, apalagi lebih kecil dari masalah dan perasaan kita. Tapi Allah yang besar, yang kudus, yang mulia, yang lebih dari segala sesuatunya.
Yesaya 12:1 “Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku; tetapi murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku”
Kita pikir Allah murka dan membiarkan ini semua terjadi pada kita. Kita pikir Allah murka atas perbuatan kita. Ya, tentu perbuatan yang tidak baik dan tidak berkenan mendatangkan murka pada Allah, jangan kita main-main dengan kasih Tuhan. Tetapi sungguhpun Tuhan murka terhadap aku, murka Tuhan surut dan menghibur aku. Dalam murka Tuhan, ada kasih yang mau Dia nyatakan kepada kita. Tuhan ingin kita segera berbalik pada-Nya dan merasakan kasih-Nya. Dalam kasih Tuhan ada penghiburan. Itu hal yang aneh dan mustahil terjadi, tapi ketika kita datang pada Tuhan, kasih Tuhan sanggup mengubah hati kita, yang dalam kemurkaan Tuhan pun kita bisa merasakan kasih-Nya.
Apa yang akan kamu lakukan ketika engkau muram dan tak berdaya? Dalam hadirat Tuhan, ada kasih-Nya yang melembutkan hati, yang menenangkan jiwa, yang menentramkan perasaan.
Datang pada Tuhan di hadirat-Nya. Takut dan gentarlah atas kekuasaan-Nya, tapi jangan takut untuk datang menghadap Tuhan. Karena Ia ingin kita temui bukan hanya dalam kejayaan kita, tapi juga dalam kehancuran hati kita.










