Masa depan itu terlalu rumit dan melelahkan untuk dijabarkan secara mendetail. satu hari tidak akan cukup, kamu akan membutuhkan hari berikutnya. dan di hari berikutnya, sekelebat kejadian akan membutuhkan penyesuaian – dan penyesuaian itu akan takkan selesai dituliskan dalam satu hari, kamu akan membutuhkan hari berikutnya.
Siklus iblis ini akan terus berulang, tidak mengenal ampun dan waktu yang terbuang tidak bisa diputar balik. jadi tidak usah terlalu galau memikirkan detail masa depan karena toh masa depan itu sedekat satu menit mendatang – yang dapat bervariasi tergantung apa yang kamu lakukan saat ini juga. Jangan berlebihan mikir.
Yang kita perlu lakukan hanya menetapkan target setinggi mungkin yang terukur. Sisanya, lakukan yang terbaik di setiap apa yang ada di depanmu. Kesempatan tak mengenal waktu muncul, kita sadar dengan kenyataan bahwa kita harus selalu dalam keadaan terbaik untuk menyambut semua kemungkinan. Rebut harimu.
“Setahun terakhir ini, saya merenung dan kemudian saya menyesal saya pas sekolah bandel, jadi pemabuk, mengedarkan narkoba, hingga akhirnya saya di penjara tiga tahun, hanya untuk kemudian saya bersyukur: istri saya setia menunggu hingga saya keluar penjara dan saya diberi kesempatan untuk bertobat. Mungkin emang ini jalan saya – susah. tapi toh saya keluar dengan perasaan baru dan terbebas. Alhamdulillah”
(dialog dengan seorang teman M, 32, karyawan swasta)