Notes from Tangsel
Perjalanan memenuhi undangan resepsi pernikahan teman angkatan ke Tangsel. Naik kereta brantas, lanjut commuter line ke stasiun Serpong kemudian jalan kaki ke kediaman keluarga Ahmad Luthfi bersama Radit dan Luthfi. Menyusuri kampung ditemani pemandangan poster-poster caleg dan capres yang berwarna-warni. Hmm.
Alhamdulillah sampai selamat di Tangsel. Di sambut hangat Bu Inun, ibu Luthfi, alumni fk uns angkatan 88. Bu Ainun bercerita banyak. Malam sebelumnya, ayah Luthfi, Pak Hendro, datang setelah rapat di Bekasi, sampai di rumah jam 12 malam. Yang mestinya istirahat tapi digunakan cuma sebentar saja, 1 jam. Karena paginya mau bertolak ke Riau untuk mengisi acara CIMSA. Dari jam jam 1 sampai jam 3 membuat materi ditemani istri supaya lebih semangat. Mantap.
Barakalllahfiik, diberikan kesibukan bermanfaat sampai dapat pergi ke luar-luar daerah. Pak Hendro dan Bu Inun juga sering ke luar negeri: Inggris, Turki, dll. Tidak lupa membawa oleh-oleh untuk dibawa pulang disajikanlah makanan-makanan khas Belgia, Turki, Inggris, Riau kepada kami. Oleh-oleh pakaian juga dibelikan.
Sabda Rasalullah shallallahu alaihi wa sallam… خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى “Sebaik-baik kalian, adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya, dan Aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. Tirmizi)
Keluarga ini aktif dalam kegiatan liqo (melingkar) agama. Bu Inun bercerita pernah mengisi kepada ibu-ibu tentang mengapa perlu memilih caleg, kemudian kriteria yang dipilih siapa, dll. Luthfi pun juga aktif dalam liqo. Ayahnya juga punya liqo
Sorenya jalan-jalan ke Jaletreng Riverpark, Taman Kota 2. Malamnya diajak liqo sama Luthfi. Nah disini serunya. Alhamdulillah, setelah sekian lama enggak ikut liqo, di kesempatan kali bisa ikutan. Bersama sekitar 8 orang dan 1 murabbinya, pak Nacep. Melingkar membahas persoalan Islam terkini, diselingi guyonan yang mencairkan suasana. Dibahaslah isu-isu hangat yang sedang trend misal #yanggajikamusiapa. #RUUkekerasanseksual, #doaKHMaimumZubairuntukPakPrabowo dll. Beberapa yang dibahas malam itu yaitu kedzaliman yang sedang terjadi di negara ini. Pentingnya berdakwah dll.
“Coba bayangkan ketika orang kafir meninggal. Dia ditanya, "Kenapa kamu tidak masuk Islam? Apa kamu tidak mengenal Islam? Apa orang-orang muslim tidak mengenalkannya kapadamu?..."
Kira-kira begitu petikan Pak Nacep. Maka salah satu tugas kita adalah berusaha mengajak/ mengenalkan Islam pada mereka. Lebih susah memberitahu orang yang sok tahu dari pada memberitahu orang yang sadar dirinya tidak tahu.
Pada zaman Rasulullah, berdakwah ke negara lainnya dilakukan dengan cara penaklukan.
Allah Ta’ala berfirman “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)
Berjalan hingga lebih dari jam 11 malam.
Keesokan paginya sarapan bersama keluarga Luthfi naik mobil. Family time. Di sela-sela kesibukan, harus meluangkan waktu bersama keluarga. Orang bilang bahagia itu sederhana. Bisa berkumpul bersama keluarga, sudah bisa bersyukur. Bandingkan dengan orang yang tidak memiliki waktu/ kesempatan family time misalnya karena pekerjaan, sekolah dll.
Siang menghadiri resepsi Nibras dan Kamil. Pasangan pertama Alacritas. Dengan konsep islami: hijab, lagu2 islami, disediakan kursi untuk makan, souvenir tasbih digital dll. Sore pulang naik krl,lalu gojek/ grab lanjut kereta brantas ke Solo. Kurang lebih 10 jam















