Cinta Terlalu Dini dan Fakta Keras
“Jatuh cinta terlalu dini versi saya adalah saat ketika kita sudah cinta setengah mati, sangat punya kecenderungan terhadap sesuatu, dan menafikkan informasi yang bertentangan dengan cinta tersebut sebelum kita sempat memvalidasi sudah tepatkah kepada siapa cinta itu kita berikan.”
“Cinta yang "kepagian" akan membuat kita menutup aspek rasionalitas yang muncul setelahnya. Karena kita tidak suka untuk salah, terlebih mengakui kesalahan. Hal ini tentu saja tidak baik karena bisa saja informasi yang menjadi referensi kita menyukai sesuatu adalah referensi yang salah.”
“ Validasi adalah keterbukaan diri kita untuk berani menemukan ada yang salah dan mengakui kesalahan itu biarpun sangat pahit.”
“Validasi bisa menjadi penyeimbang rasa cinta kita yang menggelora di awal perjalanan. Menjadibuffer penjaga jangan sampai semangat itu membutakan kita terhadap berbagai fakta yang kita temukan dalam perjalanan. Validasi adalah keterbukaan diri kita untuk berani menemukan ada yang salah dan mengakui kesalahan itu biarpun sangat pahit.”
- Andreas Senjaya, dalam : https://www.selasar.com/budaya/jangan-cinta-terlalu-dini -
Selamat berakhir pekan ! Selamat berlari peserta Jakarta Marathon 2016 !
Alhamdulillah ga jadi daftar, karna mager parah mau jogging. wkwk.
Pagi ini baca2 tulisan di Selasar.com tentang berbagai hal. Beberapa sangat menginspirasi, salah satu ny yg gw kutip di atas. Tulisan ny mas Andreas Senjaya, Co-Founder Badr Interactive, dan CEO iGrow.
Suatu hari gw bertanya ke seorang temen, “kenapa ya, gw bisa suka ke doi ? kenapa gw ga doain aja yg lain ? apa ada alasan logis seseorang mencintai seseuatu ? apa ya pertimbangan orang2 besar kaya Pangeran Diponegoro, bung Hatta, Buya Hamka, bahkan Rasulullah dalam memilih seorang perempuan utk mendampingi hidup ny ?”. “trus kenapa nt milih dia buat jadi calon istri nt ?” wkwk.
Beberapa teman hanya bilang “cinta ga kenal alasan logis Do.”
Lalu perbincangan stagnan sampai situ. Kalo ga ada indikator logis ny, kenapa ada tanggung jawab suami terhadap istri, atau tanggung jawab ibu terhadap anak2 ny ? wkwk. Itu cuma pikiran lintasan aja.
Ternyata setelah ngobrol dengan berbagai kalangan yg diperlukan, gw menemukan bahwa ada konsekuensi logis yang akan diterima ketika memilih, sadar ataupun ga.
Ada yg menikah tanpa kenal lebih dalam tentang karakter pasangan ny, namun ia siap atas segala ‘kejutan’ yang akan ia dapati tentang karakter pasangan ny.
Ada yg menikah dengan pertimbangan logis dan melalui proses masa ta’aruf yang panjang, karena ia ingin memastikan bahwa orang yg ia pilih punya kriteria yg ia inginkan secara meyakinkan.
Ada yg menikah karena udah pengen banget, jadi cepet2, dan melakukan hal yg nama ny “cinta terlalu dini”.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Gw ingat dengan salah satu bab di buku ny Good To Great ny Jim Collins, tentang Fakta Keras. Fakta Keras adalah sebuah fakta dengan berbagai keterbukaan, namun memang fakta, bukan ngawang-ngawang. Sebuah fakta yang mungkin akan membuat kecewa karena ketidakberesan suatu hal, namun hal ini sangat dibutuhkan untuk menjadi sumber referensi pengambilan keputusan suatu perusahaan.
Simpel ny, kalo mau kita mau bilang seseorang bohong atau ga, kita harus tau secara jelas bukti ny, ga ngawang2, apalagi prasangka.
Kalo kata Winston S Churchill “Tidak ada kekeliruan yang lebih parah dalam kepemimpinan selain mempertahankan harapan palsu yang segera akan tersapu”.
Fakta bisa baik bisa buruk. Kalo baik alhamdulillah disyukuri, kalo buruk ya terima saja dengan lapang dada, lalu cepat mengubah ny. Daripada mengelak dengan seribu alasan untuk menyenangkan hati namin dasar ny bukan fakta, prasangka.
Kaya sebuah karya ilmiah yg tidak dilandasi oleh data yg valid, akhir ny karya ny juga ga valid, seberapa kerja keras ny dalam membuat karya ilmiah tersebut.
Pertanyaan ny adalah... Gimana cara mencintai dengan objektif ? wkwk Ya validasi kebenaran apa yg kita cintai. Karna validasi berguna untuk menentukan visi misi dan arah tujuan cinta. wkwk.