Sebaiknya dan seharusnya, menegur dan menasehati tidak dilakukan di tempat umum. Apalagi jika ia telah mengakui kesalahannya, pun hingga berkenan meminta maaf.
Bukankah Allah menyukai hamba yang menjaga saudaranya dari rasa malu dan diolok-olok? Bukankah sebaiknya aib atau kesalahan orang lain harus ditutupi? Sudahkah kita menempatkan diri di posisi mereka yang sedang merasa dipermalukan?
Ingatlah, kita pernah ada di masa belum tahu hingga akhirnya tahu, begitu juga ia dan mereka. Berjiwa besarlah. Dengan menegur di keramaian tidak akan membuat sebuah kesalahan seketika berubah menjadi benar. Juga, tidak akan menunjukkan bahwa kita lebih hebat.
Nasehatilah agar mereka tahu, mana yang benar dan mana yang salah, tegurlah kala mereka lalai. Tapi ingat, tetap jaga rasa malunya sebagaimana Allah telah menjagamu dari rasa malu.
Norma Fatimah Naqiba, hamba yang lalai