Pernah ga?
Titik dimana kita merasa lebih baik dari orang lain, bahkan untuk persoalan ibadah. Anggapan ini muncul saat kita tidak lebih beruntung dari mereka yang kita anggap ibadahnya kurang.
Sisi lain kita menyadari perasaan tersebut sebuah afirmasi yang buruk, ga sehat. Kita terlalu sombong, siapa kita berani-beraninya menilai kapasitas baik buruk ibadah seseorang. Barangkali kita tidak tahu bahwa hatinya begitu ikhlas dalam menerima, sedekah yang terulur diam-diam, hati yang tidak pernah berhenti dzikir, niat yang baik atas sesuatu dan lagi-lagi kita tidak pernah tahu. Sekalipun tidak begitu, Allah maha kehendak untuk segala sesuatu.
Sibuk membandingkan tidak akan memuaskan asumsi kita. Mending selidik diri sendiri. “Apa yang perlu aku perbaiki”
“Oh ibadahku masih kurang, ngulur-ngulur waktu sholat”
“Oh sedekahku masih jauh”
“Apa yang tidak aku tunaikan sebagai makhluk Allah dimuka bumi”
Dannn masih banyak yang perlu diubek-ubek dari diri, upgrade diri, introspeksi, reflektif dan bertransformasi wkekeke daripada sibuk membandingkan tapi diri lupa diingatkan.
Sekian.



















