#Hanukkah2020 #Night01 #Light #Menorah https://www.instagram.com/p/CIoUUo5hBl-/?igshid=3il23y172yp9
seen from Yemen

seen from Malaysia
seen from Venezuela

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Argentina
seen from South Korea

seen from Malaysia
seen from Brazil
seen from Hong Kong SAR China

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore

seen from Singapore

seen from United States

seen from United States
#Hanukkah2020 #Night01 #Light #Menorah https://www.instagram.com/p/CIoUUo5hBl-/?igshid=3il23y172yp9

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Smokey Eyes... @nelsonpinheiromakeup @nelsonpinheiromakeup @nelsonpinheiromakeup #repost @nelsonpinheiromakeup ・・・ SUGOI 😱🌹💟 nome da cor que tem o significado da expressão em japonês “sugoi” que traduzido significa “uau...” >>> Tom que nasceu do bordô e do marsala, uma das cores do quinteto do Glam Eyes Collection da @indicetokyobrasil O QUE ACHARAM? >>>Cor inspirada nos tons rosados, vermelhos e violetas do cenário primaveril e celeste do Japão! Cor moderna e super “em alta” #aposte ! >>> #SUGOI, cor na paleta #NIGHT01 #make #beauty #maquiagem #beleza #mua #makeupartist #art #brown #ultramatte #matte #smokeyeye #smokeyeyes #smokey #esfumado #red #night #boanoite #noite #sp #friends #bff #live #love #amor #palette #color #hot https://www.instagram.com/p/BzhS3tah12O/?igshid=1fvoagdx7baxx
NIGHT 01
Diantara barisan pegunungan yang membujur dari Utara ke Selatan sebuah pangea, terselip satu desa, diapit keindahan 2 dunia, tanah dan lautan. Kerimbunan gugusan pepohonan di sebelah Utara menyemaikan semilir sejuk udara baru yang lahir dari pepohonan. Bau garam dan nyanyian ombak menyambut saat daratan mulai melandai. Saat ombak bungkam, masih dapat terdengar bisik di kejauhan dari air terjun yang mencumbu lautan. Barat dan Timur membentang sepanjang cakrawala untuk menyaksikan dansa sang surya. Pasir yang sempurna untuk berkaca menunggu dibalik laguna. Sungguh, desa ini terlalu sempurna dalam memanjakan indra. Sempurna juga bagi seluruh makhluk di dunia, tanpa kecuali. Sempurna dengan dua wajahnya. Sempurna dengan kedua ilusinya.
Sammohah, mereka menyebutnya. Sammohah hanya dihuni mereka yang berani. Di sini, legenda bukanlah cerita mati suri. Di sini adalah tanah hidup dan mati, dimana legenda diceritakan tiap hari, menjadi dialog canda penduduk tanpa mendirikan bulu kuduk. Penduduk Sammohah hanya mengenal kata "waktu" untuk hidup seutuhnya, karena esok pagi mungkin takan datang lagi. Umur bukanlah milik mereka. Umur adalah milik Sang Malam. Cita-cita penduduk Sammohah sederhana, mati diantara keindahan, menutup mata tanpa menyisakan penyesalan.
Hanya di Sammohah kematian disambut.
Penduduk Sammohah hidup sepenuhnya. Beberapa adalah para experimentalist yang mencoba menggabungkan segala hal, apakah itu kayu dengan keju, atau listrik dengan dinamit. Ada pula kaum ekspresionis-yang meski keberadaannya kadang mengundang rasa sinis. Tapi bukan Sammohah namanya jika mereka tidak diterima. Kaum ekspresionis dapat dikenali dari minimnya kain yang melekat ke tubuh mereka, terlepas dari apapun profesi mereka. Mayoritas penduduknya berniaga, bukan bisnis wisata meski memiliki alam yang kaya. Sangat jarang pendatang yang bermalam di tanah legenda. Mereka enggan bertaruh jiwa, untuk sejenak menggenapi potongan surga.
Sebuah mata memandang kumpulan rumah di Sammohah dari atas tebing di kejauhan. Matahari yang semakin turun mengaburkan wajahnya namun mempertegas figur bungkuknya. Tanpa suara, seseorang melangkah mendekat.
"Apa yang kau lihat?" Tanya orang itu sambil terus mendekat.
"keindahan" kata figur bungkuk itu tanpa menoleh.
"Bukankah itu sudah jelas?" Dengan nada heran.
"Bukan, ini tentang mereka"
"Setidaknya, kau seperti sedang memuji hidangan di piring yang dihidangkan di depanmu" Kata orang kedua dengan sedikit sinis.
"Ahahaha" gelak figur bungkuk perlahan. "Boleh juga. Kau memberiku ide untuk memberi sentuhan baru untuk makan malam nanti" ujarmya sambil mengedipkan sebelah mata.
"Kau membuat seolah-olah selera makananku rendah" Jawab nya sambil duduk di sebelahnya.
"Sudah-sudah." Katanya menenangkan. "Btw, dimana tamu kita?" Tanyanya sembari akhirnya menoleh ke sebelahnya.
"Di sana" sambil menunjuk ke arah halte bis. "Dia ingin mengenal desa dari kacamata orang lokal"
"Mengenal atau mencari?" Tanyanya sambil bercanda.
"Keduanya, nampaknya. Dia tidak ingin , melewatkan sejarah baru kaum kita"
"Tentu saja. Siapa yang tidak menantikannya" kata orang bungkuk itu menajam. "Ayo kita temui dia. Aku bertaruh dia sangat....sangat lapar setelah menempuh perjalanan ke Sammohah" lalu bergegas berdiri dan menuju mobil dibalik semak.
"Paling tidak, menu di sini bervariasi. Fillet or kebab?" "Up to him"
Dan mobil pun menuruni bukit
#rp with my brother from another last night #EDC #EDCLV #night01 #ragefam