Tadi di Sok Wayah, di rumahnya Bli Budi untuk acara Ngidih anaknya yang mau menikah ke Silakarang. Datang bareng sama Ibu tapi setelahnya berpisah untuk berbincang sama teman masing-masing. Terus setelah beberapa waktu pas aku duduk di tenda sama Gung De Rai dan Gung De Gung, keluarlah rombongan ibu-ibu bawa banten, tirta dan perlengkapan yang lain dan mulai keliling rumah. Di balik mereka aku lihat, di setiap tempat suci, justru Ibu yang ngetis tirta dengan perhatian dan cara elegan. "Itu wanita bule paling rajin di seluruh Bali," aku bilang sama teman-teman. "Ibu... panggil siapa?" salah satunya tanya (karena dia masih muda, kalau orang seumuran Bapa pasti tahu). "Ibu Anita," aku jawab, gembira dan bangga.











