Protagonis vs Antagonis
Hidup mengajarkan aku satu hal yang jelas dalam dunia ini, karena aku tidak pernah menganggap remeh sebuah cerita apapun. Karena aku suka novel, aku suka buat cerita. Maka aku akan bersungguh-sungguh mendalami itu.
Ada satu hal nyata pahit yang bisa aku katakan secara jujur, mengenai perbedaan antara protagonis dan antagonis yang ternyata setipis tisu dan justru membuat aku bertanya-tanya.
Benarkah seseorang itu bisa dinilai antagonis hanya karena dia berbicara lebih jujur daripada orang-orang di sekitarnya?
Benarkah seseorang itu bisa dinilai protagonis hanya karena dia bisa memanipulasi keadaan sehingga membuat banyak orang berpihak kepadanya?
Sungguh ironis ya?
Karena pada kenyataannya kesimpulan yang diambil adalah bukan siapa yang paling benar, Tapi siapa yang paling populer dianggap itulah kebenaran yang sesungguhnya.














