Mundur dan Menyerah
bukanlah pilihan dalam menuntut ilmu.
Engkau mungkin akan dihadapkan pada kesulitan tiada henti saat engkau menuntut ilmu. Kesusahan di dalam menghafal. Kesulitan di dalam mengulang dan memahami. Kepayahan di dalam membagi waktu dengan baik. Belum lagi ditambah segunung tanggung jawab yang engkau emban di pundakmu.
Namun ketahuilah bahwa kesulitan-kesulitan itulah yang sudah engkau setujui untuk engkau hadapi pada saat engkau memutuskan untuk memulai perjalanan menuntut ilmu. Tidak ada jalan menuju surga yang ditempuh dengan mudah dan bersantai-santai, semuanya butuh perjuangan dan kerja keras, butuh jatuh bangun dan kegagalan, butuh air mata dan pemghinaan diri.
Maka bila engkau menghadapi kesulitan di dalam menuntut ilmu, carilah cara untuk meringankannya. Minta taufiq kepada Allah. Cari teman untuk saling menyemangati. Ganti suasana belajar dan menghafal. Kurangi jumlah kegiatan dan hafalan bila memang berat. Istirahat sesekali untuk menyegarkan pikiran.
Namun jangan sampai ada kata mundur atau berhenti. Bagaimanapun keadaan hafalan dan pemahamanmu saat ini. Sejauh apapun engkau tertinggal dari teman-teman seperjuanganmu. Engkau tetap berada di jalan yang mulia, jalan yang ujungnya adalah surga. Toh bukan yang paling banyak hafalannya nanti yang akan berhasil di sisi Allah. Namun yang paling ikhlas dan jujur niatnya dalam menuntut ilmu untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala.
Tak peduli selambat apapun langkahmu. Teruslah berjalan.
Yakinilah, bahwa engkau berada di jalan yang benar lagi mulia, bila ikhlas dan jujur niatmu mengharapkan wajah Allah ta’ala.
.
Ustadzah Intan Muhammad hafizhahallahu ta'ala
(Pengampu Halaqah Hifzul Mutun Masjid Nabawi)













