MT Star Danone Indonesia 2017!
Sebagai foto pembuka.... Selamat datang di dunia kerja!
Apa saja rangkaian recruitment MT Star Danone 2017?
Online application (Juli-Agustus 2016)
Online assessment (Agustus 2016)
Written interview (Agurstus 2016)
Leaderless Group Discussion (September 2016)
HR interview (September 2016)
Users interview (Oktober 2016)
Director interview (November 2016)
Medical check up and offering (November-Desember 2016)
Online application
Biasa dapet jarkoman dari whatsapp grup kuliah kalau Danone MT Star lagi buka, saya langsung cek websitenya di sini. Di online application, saya harus menuliskan biodata diri, divisi apa yang dipilih (ada pilihan 1 dan pilihan 2), dan pertanyaan umum tentang kenapa daftar Danone MT Star. Untuk MT Star 2017, divisi yang dibutuhkan ada di gambar di bawah tulisan ini. Waktu itu saya pilih Healthcare Nutrition (HN) di pilihan 1 dan Sales di pilihan 2.
Online assessment
Ada email otomatis masuk setelah registrasi yang isinya link untuk online assessment. Untuk MT Star 2017, ada 6 bagian tes di online assessment yang harus saya kerjakan:
Verbal, ada 6 bacaan dan 20 soal, waktu 10 menit
Numerical, ada 3 soal dalam bentuk tabel dan grafik, 15 soal, waktu 13 menit
Ability to learn, soal untuk menguji daya visual, ada 15 soal, waktu 5 menit
Detail checking, ada 25 soal, waktu 4 menit
Business English, ada 10 sections bacaan, 60 soal, waktu 60 menit
Personality, ada 100 soal, tidak ada batas waktu mengerjakan
Saran saya untuk online assessment:
Cari tempat yang tidak berisik dan koneksi internet terjamin always on.
Semua soal harus beres dalam sekali mengerjakan (tidak bisa save pekerjaan setengah jalan lalu lanjut lagi lain waktu), jadi pastikan kamu makan dulu karena akan capek untuk konsentrasi penuh.
Sedia kalkulator untuk mempermudah pekerjaan dan ga panik.
Written interview
Tim Danone mengirim email tentang daftar siapa saja (nama dan nomor registrasi) yang lolos online assessment. Di tahap selanjutnya yaitu written interview, saya harus menjawab pertanyaan dari Danone lalu dikirim by email.
Pertanyaan written interview untuk MT Star 2017 seputar ini:
What attracts you to join Danone MT Star? 250 characters maximum
In which function in Danone would you like to work and why? 250 characters maximum
What is your plan for the next 3 years? 200 characters maximum·
Have you ever led a team or had academic/ non-academic achievement or had entrepreneurship experience? (yes/no)
Have you ever faced a challenge in achieving your team/your objective? 350 characters maximum
Have you ever made innovation/change to help achieving your team/your objective? 350 characters maximum
Have you ever empowered your team to achieve its objective? 350 characters maximum
Saran saya untuk written interview:
Jangan buru-buru dikerjain dan di-submit. Pikir, buat plot jawaban, kembangkan kalimatnya.
Per soal hanya sedikit space jawabannya, 200-350 karakter (karakter, bukan kata!), jadi pastikan jawabannya singkat tapi berbobot.
Jadi diri sendiri! Ambil pengalaman kegiatan/organisasi/magang/kerja selama kuliah untuk jadi contoh kasus dalam jawaban.
Simpan pertanyaan dan jawaban kamu. Bisa jadi nanti berguna untuk tahap interview.
Leaderless Group Discussion (LGD)
LGD Danone mirip dengan LGD perusahaan lain. Sistemnya adalah diskusi kelompok tanpa pemimpin (leaderless!), jadi semuanya diharap bisa berpendapat. LGD MT Star 2017 dilakukan di Pusat Studi Jepang UI dan di UGM, di hari yang berbeda.
Apa yang dibahas di LGD Danone MT Star? Semua anggota dibagi kelompok berdasarkan urutan kedatangan. Per kelompok ada sekitar 6-7 orang. Dari tim Danone ada 1-2 pengamat yang hanya menjelaskan instruksi LGD di awal. Pertanyaan ketika saya LGD kurang lebih seperti berikut:
Perusahaan X ingin berubah dari menjual luxury goods ke mass products. Ada 5 masalah yang harus diselesaikan segera oleh perusahaan, lalu tim LGD harus memilih 3 prioritas masalah yang harus diselesaikan.
Saran saya untuk LGD:
Kenali nyamannya diri kamu seperti apa kalau di LGD. Ada orang yang dominan dan suka menawarkan diri jadi moderator (monggo). Kalau kamu jadi moderator, pastikan kamu bijak untuk memberi porsi semua orang berpendapat dan kamu sendiri jangan lupa berpendapat. Ada moderator yang tidak lolos karena hanya mengarahkan diskusi, dianggap tidak punya pendapat. Tapi kalaupun kamu tidak jadi moderator, sangat gapapa. Saya waktu LGD ga jadi moderator dan lolos. Moderator di tim saya pun lolos. Jadi balik lagi ke nyamannya kamu dalam mengungkapkan pendapat.
Punya teman yang banyak di LGD! LGD adalah saat pertama kamu bisa bertemu langsung dengan teman seperjuangan pencari kerja. Jujur gaada ruginya deh. Saya kenal banyak teman baru (dan teman lama yang sudah jarang ngobrol tapi ketemu lagi) yang akhirnya dekat sampai sekarang. Benefitnya? Saya sering bertukar info lowongan via whatsapp dengan teman saya di LGD, saya jadi tahu kalau MT Star ada grup Telegram-nya (dan saya langsung join!)
Well dressed. Sopan, tapi jangan terlalu formal juga. Kalau bisa disamakan dengan citra divisi yang kamu pilih.
Ingat semua nama anggota tim kamu di LGD. Berikan pendapat dengan memberikan apresiasi dulu terhadap anggota tim yang sudah memberi pendapat dengan menyebut nama mereka.
Berusaha untuk mengarahkan jawaban LGD sehingga bisa sampai ke kesimpulan kelompok. Jangan terlihat arogan, tapi smart leading.
Ingat, ada durasi LGD! Pakai jam, bereskan diskusi sebelum waktu habis. Ketika saya LGD sih jarang ada tim yang tidak sampai ke kesimpulan ketika waktu habis, jadi agak aneh ya kalau sampai ga beres.
Tidak ada jawaban benar atau salah. Semua kembali lagi tentang how your group flows. Yang dinilai lebih ke arah bagaimana kita mengemukakan pendapat dan merespon pendapat orang lain.
HR interview
HR interview saat itu selang waktunya tidak terlalu lama setelah LGD. Tempatnya (untuk yang di Jakarta) masih di Pusat Studi Jepang UI.
Saya lebih deg-degan ketika LGD dibanding HR interview, mungkin karena LGD semua anggota tim berusaha (dengan sangat keras) untuk bisa berpendapat, sedangkan ketika interview saya lebih leluasa untuk bisa berbicara dan meyakinkan interviewer.
Pertanyaan dari HR mirip dengan written interview (nah that’s why you should save your answers). Pertanyaannya lebih ke arah perkenalkan diri kamu, kamu sibuk kegiatan apa di kuliah dan sebagai apa, momen apa yang kamu merasa paling gagal selama hidup.
Saran saya untuk HR interview:
Tetap yang paling penting, be the true you! Jangan ceritakan pengalaman umum yang semua orang lakukan, tapi hal personal apa yang kamu alami dan bagaimana kamu belajar dari pengalaman kamu.
Tunjukkan passion kamu. Ciri khas itu penting ketika interview sehingga interviewer inget kamu.
Show that you are driven dan tahan banting. Hal itu penting di MT karena interviewer mencari orang yang punya kemauan untuk maju dan belajar.
Users interview
Nah ini dia sesi yang penuh harap-harap cemas karena saya dan peserta lain harus menunggu sekitar sebulan untuk pengumuman siapa yang lanjut ke users interview. Daaaaan, cuma yang lolos yang akan dikirim email oleh tim Danone, jadi sering bertanya-tanya juga apakah saya memang belum dipanggil atau ternyata ga lolos di HR interview.
Bersyukurnya sih ada grup Telegram para pejuang Danone MT 2017 (harus banget kamu join untuk MT selanjutnya!) jadi members bisa saling bertukar info siapa yang sudah diemail, divisi apa, kapan users interview-nya. Di twitter Danone juga bisa leluasa tanya kapan maksimal pengumuman HR interview, admin would like to reply your tweet.
Di akhir bulan Oktober saya diundang untuk users interview di Danone Head Office, Cyber 2 Tower Kuningan. Interviewers saya bernama Ibu Dian dan Ibu Tria dari divisi HN.
Pertanyaannya mirip dengan HR interview. Saya lebih ditanya tentang karakter pribadi, kondisi keluarga, passion, kenapa pilih Danone. Ada beberapa pertanyaan teknis juga terkait divisi HN, misal: “Kamu kayaknya lebih cocok untuk komunikasi ke SES A dan B, nah memang kamu bisa komunikasi dengan bidan atau orang-orang SES C dan D? Bagaimana caranya?” Seru sih, semuanya mengalir dan pertanyaan per orang berbeda tergantung dari apa yang interviewers ingin tau dari diri interviewee.
Saran saya untuk users interview:
Persiapan, buka opentalk Danone. Website ini bermanfaat banget untuk kamu bisa langsung chatting sama key poitions Danone dan tanya lebih lanjut tentang divisi yang kamu apply. Saya sempat chatting dengan Sharren, MT HN 2016 untuk tanya-tanya seputar HN dan Ibu Dewi, interviewer saya ketika HR interview untuk meminta feedback tentang personality saya.
Well dressed, disesuaikan dengan divisi kamu. Kalau marketing, ya harus well groomed. Kalau industrial, harus kelihatan pejuang tangguh di pabrik. Untuk HN? Gausah terlalu heboh seperti marketing sih, yang penting rapi dan make up sedikit untuk cewek-cewek.
Director interview (final interview)
Director interview HN dilakukan di Danone Head Office, Cyber 2 Tower, Kuningan hari Jumat, 4 November kemarin. Termasuk cepat sih dibanding divisi yang lain karena dalam waktu seminggu langsung bablas users interview dan director interview, padahal divisi lain ada yang baru users interview aja atau bahkan belum users interview sama sekali (sempat dijadwalkan interview, tapi di-reschedule karena users-nya ada jadwal lain).
Grogi sih iya. Bayangin aja, setelah kepoin HN candidates yang lain waktu ketemu langsung di interview, saya baru tau kalau ternyata candidates total saat users interview divisi HN ada 10 orang dan dibagi interview-nya jadi dua hari. Nah waktu director interview, di email invitation cuma ada 6 orang yang diundang. Berkurang 4 orang! Bisa jadi yang lolos setelah director interview berkurang dari 6 orang jadi entah berapa ya kan.
Tapi saya bersyukur banget punya senior di kampus yang juga lolosan MT Star, walaupun bukan divisi HN she’s really helpful! (Kak Defika, awesome you are!) Saya jadi tau kalau director yang akan saya temui adalah Pak Ahmad Hamdani (dan langsung cek LinkedIn Pak Hamdani).
So how was my final interview? Waktu bertemu Pak Hamdani di ruangan HN director dan berkenalan (Pak Hamdani mendatangi saya ke arah pintu masuk), saya ditanya, “Pintunya mau dibuka aja atau ditutup nih?” Saya jawab terserah Bapak, but he asked me to choose. Kayaknya itu salah satu trik psikologi, asumsi saya sih.
Interview berjalan santai, lebih seperti dialog. Di awal saya diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri dan bercerita tentang apa yang mau di-highlight dari diri saya. Sempat ditanya pengalaman cross-culture dan how to manage bad moments, dan tentang background keluarga juga. Mirip-mirip kayak users interview.
Pertanyaan teknis juga ada. Tapi yang paling saya ingat itu adalah pernyataan Pak Hamdani tentang what Danone (also he) is looking for HN MT candidate, ada 3 hal: performance di tahun pertama, leadership, and integrity. I think Danone is really serious to find candidates with fine working ethics. Waktu users interview saya juga ditekankan tentang hal yang mirip-mirip dengan apa yang dikatakan Pak Hamdani.
Saran saya untuk director interview (Thanks to my mentor Mas Yoga, I got this advice a day before the interview and I aced it!):
Cari annual report Danone, cek di divisi yang kamu apply, lihat laporannya and try to give ideas of improvement saat kamu diberi kesempatan untuk bertanya di akhir sesi interview. Tunjukkan kamu profesional dan punya critical thinking for your job seperti kamu sudah terpilih menjadi MT Star.
Kepo tentang isu terkini yang berhubungan dengan divisi kamu. Cari dari media exposure atau whistleblowing news, lalu konfirmasi tentang apa yang sebenarnya terjadi di perusahaan. Tunjukkan bahwa kamu peduli dengan nama baik perusahaan. Saya sempat bertanya tentang isu dari media Cash Investigation yang bilang kalau pegawai Danone Indonesia memberi uang kepada tenaga medis supaya produk Danone direkomendasikan kepada ibu-ibu. Seems legit ya.
Kamu bisa tanya director-mu, berapa tahun waktu yang dibutuhkan untuk menjabat sebagai director (tapi jangan kelihatan arogan sombong ya!). Kamu bisa menunjukkan kalau kamu serius untuk mempersiapkan diri dan suka bekerja di perusahaan yang menghargai achievement dari performa kita saat bekerja dengan jenjang karir yang baik.
Doakan teman-teman sesama candidates! Pasti sambil menunggu interview kamu akan bertemu dengan candidates yang juga akan interview. Kenalan, make them friends, dan jangan lupa sebut nama mereka masing-masing dalam doamu. Kamu bisa memohon Tuhan memberikan tempat kerja yang terbaik untuk hidup mereka. Well, Tuhan mana sih yang ga akan senang melihat kedewasaan hati kamu yang tulus memikirikan orang lain dibandingkan kepentingan pribadi?
Result
Saya ditelpon oleh tim HR Danone (sekitar 3 hari sampai seminggu dari interview Director saya) dan dinyatakan lolos! Tim HR menjelaskan tidak akan ada candidates cutting lagi, I do really thank God for the announcement. Setelah itu saya diminta untuk melakukan medical check up (MCU) di Prodia terdekat. Semua dibiayai oleh Danone namun hasil MCU langsung dikirim ke perusahaan.
Saran saya untuk MCU:
Ikuti saran yang diberikan Danone, terlampir di e-mail undangan MCU. Perhatikan jam berapa terakhir makan malam sebelum puasa, apa yang tidak boleh dikonsumsi sebelum MCU, berkas apa yang perlu dibawa ke Prodia.
MCU saya cukup lengkap, bahkan ada juga pemeriksaan feses rutin (saya kira hanya urin). Nah, buat yang agak susah buang air besar setting-an, coba makan yang banyak di hari sebelumnya sehingga ga ribet ketika diminta sampel feses. Saya sempat susah waktu di Prodia karena memang sedang tidak mau buang air besar (tapi harus!), alhasil saya buang waktu lama di Prodia untuk bisa mood buang air besar (lol banget sih, tapi penting untuk diceritain).
Assessment Center
Setelah MCU saya mendapat e-mail undangan untuk mengikuti Assessment Center (AC) di Danone Head Office, Cyber 2 Tower Kuningan. Awalnya saya juga tidak mengerti apa itu AC, namun di e-mail dijelaskan bahwa untuk MT Star 2017, AC tidak termasuk dalam proses recruitment yang akan menentukan candidates lolos atau tidak (no cutting candidates anymore!). AC hanya akan menjadi profiling tools dari kepribadian candidates untuk mendukung MT development plan mereka. Tapi ada kemungkinan besar untuk MT Star selanjutnya AC akan termasuk dalam proses recruitment. So please be prepared!
Saya dijelaskan oleh tim HR (Aldi Kristanto, thanks to help MT Star candidates!), MT Star 2017 termasuk angkatan yang beruntung karena dengan mengikuti AC mereka akan terdaftar sebagai MT global, tidak hanya MT skala nasional. AC diminta langsung oleh Danone global, sehingga ini merupakan program provided by Danone global untuk standardisasi MT candidates. Biayanya besar untuk melakukan ini dan hanya beberapa perusahaan multinasional yang melakukan AC untuk MT mereka. Bahkan, banyak examiners didatangkan dari Danone key positions di Singapura dan Australia (all of examiners were trained for 3 days only for AC!). Konsultan yang membuat AC adalah Atria, a global consulting company.
AC dilakukan kurang lebih selama 6 jam dengan 3 tahapan utama:
Group discussion, diberikan business case Danone (fiction, but the explanation are equipped), lalu kita harus bisa berdiskusi dan mencari solusinya. Yang membuat saya kaget adalah saya harus melakukan diskusi grup dengan 3 orang sesama candidates di suatu ruangan, dan ternyata di ruangan itu sudah penuh dengan 8 (atau bahkan 9) examiners!! Full english yes, karena examiners banyak yang foreigners. Mereka hanya berperan sebagai pengamat dari candidates yang melakukan diskusi selama 40 menit. Kata mereka sih jangan anggap mereka ada, just act naturally in discussion. Agak canggung, tapi terbiasa juga lama-lama.
Personal presentation, setiap candidate diminta untuk mempersiapkan presentasi hasil dari group discussion. Disediakan kertas buram untuk membantu presentasi. Waktu masuk ke suatu ruangan untuk presentasi, saya kaget lagi karena sudah ada 4 examiners siap mendengarkan presentasi saya, 2 were foreigners. Disediakan waktu 15 menit presentasi dan 15 menit tanya jawab. Pertanyaannya dari examiners mendalam banget, mereka lebih meminta pandangan saya terhadap kesimpulan kelompok, ditanya tentang kepribadian, komitmen terhadap value perusahaan, etc. Berasa sidang!
Role play, ini puncaknya sih. Bayangin aja ya, saya diberikan business case untuk melakukan meeting dengan 1 orang rekan kerja yang ga perform dalam suatu project padahal kita adalah PIC project tersebut, dan saya harus bisa menyelesaikan masalahnya. Jadi saya masuk ke dalam ruangan, role play dengan 1 orang yang ceritanya adalah rekan kerja yang harus dituntun ke jalan yang benar (provided dari tim AC dan sudah dilatih untuk menjawab semua ajakan kita dengan menyebalkan, really stubborn). Serunya lagi, sesi rayu-rayunya dilakukan dalam bahasa Inggris. Role play juga diamati oleh examiners, ada sekitar 5-6 examiners.
Saran saya untuk AC:
Jadi diri sendiri, not the version you think Danone wants! Sama seperti tes psikologi, AC didesain untuk melihat aslinya kamu seperti apa sehingga rencana MT kamu selama setahun akan tepat sasaran untuk memperbaiki kekurangan dan mempertajam kelebihan kamu. Kalau acted fake selama AC, nanti hasilnya jadi ga murni. Development program kamu jadi tidak berhasil.
Stay happy! Tekanan mungkin banyak selama AC karena kamu harus banyak mikir dan dites sana sini, tapi AC didesain supaya kamu mulai terbiasa dengan hidup MT. Presentasi di depan banyak examiners akan menjadi hal yang wajar tiap penilaian trimester (review MT yang dilakukan 4 bulan sekali di tahun pertama) kamu. Bahasa Inggris juga harus dibiasakan dalam percakapan normal karena ke depannya akan bertemu banyak foreigners ketika kerja. How to handle problems with teammates juga harus dilatih dari sekarang karena hidup kerja ga semulus dan seidealis yang kamu bayangkan.
Offering
FYI kenapa offering Danone terakhir? Ini pendapat personal aja ya, bisa jadi karena gaji tiap batch MT rata per orangnya, so you just have 2 options whether you accept it or not. Nanti setelah 1 tahun masa percobaan, baru akan ada perubahan gaji dilihat dari performance kerja kamu apakah baik atau baik sekali. Berapa nominalnya? Unfortunately that’s confidential, you could find out once you’re accepted.
Nanti akan dikirim offering letter draft by email oleh HR untuk kamu pelajari. Kamu bisa tanya-tanya by email or phone kalau ada poin yang masih bingung. Kalau sudah setuju, beberapa hari kemudian kamu akan dikirimin final offering letter yang harus kamu tanda tangani, scan, and send back.
Di offering letter tertulis tanggal berapa kamu masuk, jadi kamu tinggal persiapan masuk untuk hari pertama. Di hari pertama kamu akan urus administrasi (HR technical thingy) dan kenalan sama anggota divisi kamu.
So that’s all the long journey of Danone Indonesia MT recruitment. All the best untuk teman-teman yang sedang persiapan kerja, do prepare it well for a victory!












