My Amazing Classmates, part 2 (end)
Yak rupanya karena kedodolan dan kemalasan saya, postingan ini jadi terbengkalai berbulan-bulan. Setelah postingan part satu yang ini (rupanya) sudah diketahui beberapa anak sekelas barusan, saya jadi merasa harus melanjutkannya sampai tuntas. Dan karena sekarang lagi liburan juga, dan sebelum saya di…perlakukan secara agak kasar dan terkadang saya nggak berkenan banget meskipun tujuannya baik yang akan diadakan karena saya adalah seorang mahasiswa baru di salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang kita cintai ini (baca: diospek), saya benar-benar harus menyelesaikan post yang sebelumnya, hehehe.
Langsung saja kita beranjak ke...
My Amazing Classmates (code name: Mozaix) alah
#11 Dimas Hirda Pratama (Pentol)
Oke harusnya namanya Dimas, tapi sama kasusnya kayak Asep: nggak pernah ada yang manggil dia Dimas. Panggilannya: *jejejejejetrejejeng badum-tss!* Pentol. Jangan tanya asalnya gimana, karena anak ini sudah dipanggil Pentol sejak 1920 sejak lama. Katanya sih gara-gara kepalanya bulet banget kayak pentol dan agak ‘ndangak’.
Pentol ini ketua kelas paling pertama Mozaix lho! Kalau di Indonesia setara Ir. Sukarno gitu deh kira-kira. Anaknya easy-going, suantai buanget, tapi bisa diandalkan. Rumah eyangnya bisa dibilang markas abadi Mozaix, karena kalau ada apa-apa selalu ngumpulnya disitu. Selain tempatnya pewe, kadang-kadang dibikinin lemper juga sih hehehe. Oh ya satu lagi, bulu matanya lentik banget!!
#12 Elvia Faustina (Elvia)
Anak manis yang berkulit hitam manis. Hobinya adalah rushing ke kelas bareng saya beberapa detik sebelum bel masuk. Jarang banget nyampe kelas pagi, kayak saya hehe. Salah satu anggota geng motor (sebutan Mozaix buat anak-anak yang bawa motor ke sekolah). Anaknya feminim, lucu, dan nggak pernah kelihatan pake celana panjang (kecuali training) atau jins. Orangnya helpful banget!! Bener-bener baik banget kalau dimintain tolong.
Anak yang satu ini punya obsesi berlebih sama ayam kecap. Ulangi lagi ah: ayam kecap. Waktu awal-awal masuk di kelas 10, misalnya ada sesuatu yang ngagetin anak sekelas, dia bakal teriak “EEEH AYAM AYAM KECAP!”. Bahkan desas-desusnya password e-mailnya adalah ayamkecap. Kalau ada yang syukuran atau apa, dan Mozaix dikasih ayam kecap, pasti ada yang nyikut Elvia dan bilang, “El, ayam kecap iki lho El, senenganmu.”
#13 Eriana Novia Rachmawati (Erin)
Erin ini wanita harapan bangsa banget: rajin, pintar, lembut, alim, dan baik hati. Salah satu anak yang paling sering datang pagi ke kelas, nggak pernah terlambat. Pintar banget matematika, dan kalau njelasin enak dan mudah dimengerti.
Teman makan siang dan curhat yang enak banget. Senengnya kalau habis curhat, kadang-kadang dicurhatin balik sama Erin. Oh ya, Erin orangnya juga sabar, sering nggak tega buat marahin orang. Suaranya juga halus banget.
Gadis imut berkacamata yang suaranya kecil banget, agak cempreng, kayak anak-anak. Waktu kelas 10 suka banget ngerumpi bareng anak-anak cewek yang lainnya. Seperti yang lain, nama panggilannya harus berubah karena tuntutan keadaan… jadi waktu itu, ada Pak Padmo (guru biologi) di depan kelas. Menerangkan kepada Mozaix tentang kingdom animalia. Sampailah pada kata “Cephalopoda” yang dibaca cipalopoda. Nggak tahu kenapa kok bisa, tiba-tiba anak-anak udah bilang “Eh lucu ya cipalopoda kayak namanya Farah.” “Iya pal. Cipal. Cipalopoda.”
Sejak saat itu, hidup anak ini pun takkan pernah sama lagi…
Kelas 11 memutuskan untuk meluncur ke kelas IPS. Oh ya, Cipal ini pinter banget bahasa MANDARIN! Kayaknya manusia paling cinta pelajaran bahasa mandarin sekelas ya Cipal ini. Ketika kami semua sibuk mengeluh tiap hari Senin/Selasa sore, dia malah nyengir-nyengir senang…
#15 Fatihah ‘Ulya Hakiem (Uli)
Well, what can I say? Saya cuma anak yang kebanyakan main, sering lupa rumah, sering pulang malem, udah gitu aja kayaknya...
#16 Fya Widya Irawan (Fya)
Salah satu dewi rajin di kelas, Fya aka. Yongkis (sering ditulis dengan: Yonkiezt, Yongkiezt). Dulu pas kelas 10 disebut manusia kuat karena meskipun terlihat kerempeng dan tidak berlengan kekar, sikutannya mampu mendorong orang sampai jatuh guling-guling.
Setia pada PSGS, Yongkis punya suara ketawa yang cempreng banget. Ketawanya nyambung, kayak continuous shoot di kamera. Kelahiran ’97 karena pas SMPnya aksel, dan salah satu anak yang asyik diajak nggosip (eh).
#17 Galih Dwiyan Wijaya (Galih)
Si Cowok Ganteng. Semua cemoz (cewek Mozaix, Red.) mengakui bahwa cowok yang satu ini memang ganteng otentik. “Duh, Gal, kamu kok ganteng pol seeee.” “Lek duduk konco aku gelem paling macari.” Salah satu cowok Mozaix yang paling suka foto dan sering diajak selfie bareng anak-anak cewek. Anaknya rame, seru, kadang-kadang sok-sokan filosofis soal cinta. Moodnya sering banget naik-turun, hari ini cerah ceria heboh, lusanya duduk mojok dengan muka kusut tanpa alasan. Oalah Gal.
Daya tariknya yang lainnya adalah, dia bisa main gitar dan suaranya merdu banget! Pinter fisika dan matematika, logikanya bagus dan lancar. Dulu ngekos di Kanginan, sebelum pas kelas 12 pindah ke daerah Kertajaya. Anak Gresik asli. Bertanggung jawab dan kadang-kadang nggak mau pulang kalau anak ceweknya belum pulang semua… uuu co cwit.
#18 Gama Wisnu Sanjaya (Gama)
Manusia paling pendiam di kelas. Sebenarnya sih nggak statis-statis banget, anaknya kalau diajak ngomong pasti langsung senyum dulu sebelum njawab. Cuma dalam kehidupan sehari-hari, anaknya jarang banget ngomong duluan. For him, silence is gold. Tapi tidak demikian halnya dengan jarinya. Dia sekali SMS bisa langsung 3 SMS untuk satu kali reply, dan cukup aktif di internet… Membuat kami teman-teman sekelas lainnya heran, karena dia bisa cerewet banget kalau udah dalam tulisan.
Oh ya, dulu ada guru (lupa namanya) yang tanya arti namanya. Ternyata diambil dari Gajah Mada, disingkat Gama. Keren ya…
#19 Lisna Isminingtyas (Tyas)
Perempuan kecil mungil, rambutnya pendek. Teman hebohnya Ulin sama Alda. Rajin banget kalau urusan shalat, begitu bel istirahat pasti langsung teriak “Ada yang mau shalat nggak?”. Pokoknya nggak mau makan siang sebelum shalat dhuhur. Subhanallah sekali. Anak imut ini rupanya punya banyak penggemar di Smala dari berbagai kalangan hehehe…
Anaknya termasuk santai, dan nebengers loyal. Pinter matematika. Oh ya, akhir-akhir ini dia bergabung menjadi hijaber baru lho, Alhamdulillah…
#20 Lukman Hakim (Lukman)
Waktu awal-awal masuk, saya semacam kaget karena nama belakang kami mirip hehe. Lukman ini kulitnya putiih banget. Cara berdiri, berjalan, dan berlarinya beda dengan yang lainnya. Khas banget.
Termasuk gamer yang hobi sama gadget atau hal-hal yang berhubungan dengan komputer. Manusia melek teknologi banget pokoknya. Pinter matematika, sekali dijelasin langsung dong. Bahkan dengan membaca pun dia langsung paham. Kemampuan belajarnya dahsyat, logikanya pun bagus. Dia juga rajin dan sebenarnya cukup rame.
#21 Maria Yolanda Felicita (Feli)
Di kelas, Feli anaknya pendiam. Tapi kalau diajak ngomong, pasti langsung senyum. Bahkan ngomong pun mulutnya masih bisa tersenyum. Suaranya kecil dan halus. Rambutnya panjang, hitam, dan lurus banget.
Termasuk anak yang peduli sama badannya. Kalau makan dikiiit banget, katanya biar menjaga berat badan. Kalau jalan, jalannya kayak model, lurus dan anggun. Pintar dan suka matematika, dan kalau njelasin pelajaran juga enak dan mudah dipahami.
#22 Mitsu Stevan Kristianto (Mitsu)
*Pas absen anak-anak sekelas*
“Mitsu Stevan Kristianto.”
“Ooh… namamu Mitsu? Kamu orang Jepang?”
“Nggak Bu, jadi ceritanya gini… di sebuah hari dengan hujan yang lebat, ibu saya yang lagi hamil saya ngerasa nggak enak. Jadi dibawalah ke rumah sakit naik mobil. Akan tetapi, di tengah perjalanan rupanya saya sudah nggak sabar melihat dunia Bu, jadi ya lahirlah saya di dalam mobil itu… Untuk mengenang kejadian hari itu, saya pun diberikan nama yang sama dengan mobil yang digunakan untuk mengantar ibu saya tadi…”
Sekelas sudah ngempet ketawa. Menunggu sang guru berbicara.
“Dan nama mobilnya… oh… MITSUBISHI?”
Sekelaspun langsung tenggelam dalam chaos. Setidaknya ritual ini pasti berulang setiap kali kami dapat guru baru.
Mitsu ini salah satu anak yang spesial di kelas kami, dalam konteks yang paling baik. Dulu awal-awal masuk anak-anak sering bingung mau manggil apa, karena kalo mit ntar dikira demit, su ntar dikira *su. Tapi akhirnya semua anak sekelas berangsung-angsur memanggil dia Mit, Mitsu. Moodmakernya kelas, paling sering mbanyol, anaknya koplak tiada tara. Another Cowok Ganteng yang lebih sering tidak diakui, tapi tetep sering dimintain foto bareng. Kalau nggak ada Mitsu, mungkin kelas kami akan krisis bahan ketawaan. Syukurlah karena ada dia, kebutuhan tertawa kami bisa terpuaskan. Clown of the Class deh pokoknya. Oh ya, dia juga bisa beatboxing!
#23 Muhammad Faishal Reza (Reza)
The most wanted eligible jomblo, dulu, tapi sekarang sudah ada yang punya hehehe. Orangnya easy-going, ramah, dan rame. Cowok metroseksual-nya Mozaix karena rajin banget merawat diri sendiri. Reza ini enak buat dicurhatin karena solutif dan seru buat diajak cerita-cerita.
Kelas 11 memutuskan untuk mengambil jurusan IPS, tapi masih sering main-main ke kelas IPA 6, dan kalau udah ketemu Mitsu bisa ricuh bersama.
Alias Bude. Dipanggil Bude karena sifat dan wajahnya yang tidak seperti anak-anak seusianya. Buat saya, first impression Bude adalah: wow, anak ini alim banget. Setelah kenal: kok alay pol? Kok heboh pol? Kok gak bisa diem?
Sukanya senyum dan nyanyi-nyanyi sendiri. Pinter di mata pelajaran IPS, makanya kelas 11 juga cabut ke kelas IPS. Orangnya baik dan bisa cerewet banget kalau penyakit hebohnya kumat.
#25 Revian Arief Putra (Vian)
Air tenang menghanyutkan, itu Vian. Meskipun dari luar pendiem, sukanya senyum-senyum… tapi sekali ngomong, blarrr bikin ngakak. Gampang ketawa, ceesannya sama Asep atau Cesa. Entah kenapa tiap kali ngomong selalu ada nada ketawa dalam suaranya, bikin pengen ketawa juga.
Vian ini jago banget kimianya. Kalau udah serius, bisa diem dan mukanya teges banget (tapi bentar doang, abis itu balik senyam-senyum lagi). Enak diajak kerjasama. Oh ya, selain dipanggil Vian dia juga dipanggil: Revi sama anak-anak.
#26 Tiara Adiratna (Tiara)
Tiara adalah tukang ngajakin orang. Mungkin karena anaknya nggak suka sendirian. “Eh, besok nonton yuk!” “Sabtu jogging yuk guys!” “Minggu nggowes yuk man-teman!” Tapi sedihnya 90% dari ajakan ini cuma diiyain… dan ujung-ujungnya batal atau yang datang cuma sedikit, hehehe. Termasuk yang paling update soal peradaban, mulai dari film terbaru, lagu, atau foto-foto yang lagi ngehits di media sosial. Anak gunung, sukanya naik-naik gunung. Suaranya bagus, sering digeret-geret sama anak-anak kalau lagi butuh orang yang bisa nyanyi.
Anaknya cantik, rajin, baik, ramah, dan seru. Heboh kalau udah acara cerita-cerita atau makan siang di depan kelas. Pinter banget fisika. Pekerja keras dan enak diajak ngobrol. Multi-talented banget deh pokoknya!
#27 Tiara Perdana Sari (Tisa)
Soulmatenya Tiara karena dari SD selalu sekelas, keren nggak tuh. Badannya tinggi, kulitnya hitam manis, orangnya narsis. Dulu waktu kelas 10 orangnya heboh banget, tapi menjelang kelas 12 jadi berangsur-angsur agak kaleman. Hehe. Tisa suka banget sama penyanyi Raisa, hobinya nyanyi-nyanyi lagunya Raisa. Suaranya agak mirip sih hehehe. Terus, anak gaul Youtube, karena kayaknya Tisa ngerti banget perkembangan video-video yang lagi ngehits di Youtube. Tisa juga ngefans Youtube user nigahiga, dan kalau lagi random dia suka bilang “Teehee!”
Orangnya rame, seru, baik, dan reliable. Switch antara mode serius dan mode mbanyolnya fleksibel banget. Sekarang serius, dua detik berikutnya udah ngakak-ngakak sendiri, trus serius lagi. Oh ya, meskipun tidak masuk IPS, tapi Tisa berjiwa IPS tulen lho.
#28 Ulinnuha Qurrota A’yunin (Ulin)
Ulin, aka. alay. Suka banget dicela gara-gara kealayyannya yang berlebihan. Udah sering diejek, sering digarai pula. Bukunya selalu ditulis-tulisin, namanya bertebaran dimana-mana karena ditulis anak-anak dimana-mana ‘ulinalay’ ‘ulinalay beudh’ trus dihias-hias. Ada fase-fase dimana anak-anak memanggil dia Alay dan bukannya ulin, dan herannya dia tetep noleh kalau dipanggil demikian. Hehe. Suaranya kenceng, hobinya teriak-teriak dan baru berhenti kalau seisi kelas sudah menoleh ke arahnya.
Ulin orangnya heboh, cerewet, dan rame banget, dikit-dikit ketawa. Pinter kimia dan mudah mengerti pelajaran. Orangnya juga rajin dan bertanggung jawab.
#29 Wahyu Sudarman (Wahyu)
Wahyu paling bisa membuat seisi kelas terdiam… dan mbatin. Hehehe. Orangnya kalau ngomong ceplas-ceplos, sering seenaknya sendiri, dan kadang-kadang suka nyepikin (EYD: merayu) anak-anak kalo lagi random, Ananta misalnya. Paling hobi bawa gadget ke sekolah dan main PES atau Dota di belakang kelas.
Anaknya rame, seru (apalagi kalau udah ngomongin masalah cewek), dan agak cuek. Seringnya ke mana-mana bareng Deny dan Mitsu. Orangnya santai banget, dan kalau nggak dipaksa nggak bisa serius, tapi kalau udah serius, kadang-kadang dia bisa bikin orang-orang yang melihatnya salut.
#30 Wicesa Nugraha (Cesa)
Si Cowok Baik. Tidak ada kata-kata yang dapat mendeskripsikannya secara tepat kecuali itu tadi, baik. Kalau disuruh apa-apa, pasti paling tanggap. Orangnya seru, enak diajak cerita-cerita, dan rame. Asalnya dari Tenggarong meskipun lahir di Sidoarjo, dan dulu sempat jadi bahan gurauan anak-anak. Misalnya: “Ces, ini lho namanya Gubeng.” “Ini lho Ces, namanya Grahadi.” “Ces ini lho, namanya pohon.” “Liato ini ta Ces. Ini namanya jalan raya.” Begitulah. Tapi anaknya dengan cepat beradaptasi dan dalam waktu hitungan bulan saja, dia sudah bisa berbahasa jawa.
Cesa adalah jagoan biologi. Ketika sekelas cuma bisa melongo ketika dijelaskan nama-nama latin hewan, atau bagian-bagian dalam hewan invertebrata, dia adalah orang yang mengacung dan bertanya, “Pak, kalau ini [masukkan nama latin yang absurd] itu hewan apa, ya, Pak?” Mantap sekali.
Demikianlah bagaimana saya mengenal 29 orang-orang ini. Orang-orang yang menciptakan teknik ‘Bagaimana Mengganti Baju Olahraga Meskipun Kelas Sedang Ramai’ yang mungkin menurut orang-orang absurd, tapi menurut saya brilian. Hahaha. Sekarang kami sudah bukan anak SMA lagi, masing-masing menempuh jalannya sendiri-sendiri, merajut jalan suksesnya sendiri-sendiri.
Terima kasih Mozaix – Morallized and Intellectual Students of Generation Six.