Kemarin saya menonton video singkat tentang proyeksi kebutuhan pendidikan bagi anak di abad 21. Fokusnya ada 3 hal. 1. Karakter (akhlak). Mencakup: moral dan kinerja. 2. Kompentensi Terdiri dari 4K. Kritis. Kreatif. Komunikatif. Kolaboratif. 3. Literasi Terdiri dari: Daya baca, budaya, teknologi, dan keuangan. Di bagian akhir yaitu literasi keuangan saya otomatis ingat @jouska. Sejak kenal jouska dan terkonfirmasi ketika hadir di event JTalk Mei 2018 lalu. Bahwa hadirnya Mas @aakar dkk di "dunia persilatan" Indonesia bukan semata-mata karena alasan bisnis. Tapi ada misi yang jauh lebih besar dari itu. Sebelum muncul istilah #moveforwardindonesia saya sudah memperkirakan bahwa apa yang Jouska perjuangkan akan jauh melampaui dari yang terlihat. Sebuah inisiatif yang menggerakkan. Minimal bagi saya pribadi, Jouska telah berhasil membuat saya melakukan beberapa hal: 1. Buka rekening & mulai investasi saham 2. Mereview kembali & membenahi pengelolaan keuangan keluarga 3. Menjadikan literasi keuangan jadi prioritas skill yang harus diajarkan pada anak. Sebagai seorang ayah, #moveforward bagi saya adalah memikirkan dengan serius dan membuat rencana agar anak “siap” menghadapi tantangan hidupnya di masa depan. Karena kemajuan suatu bangsa dimulai dari ruang-ruang keluarga. Dear @KiandaniAriyat. Semoga Allah kuatkan Papay untuk mempersiapkan Kian menjadi anak yang tangguh menghadapi tantangan masa depan. Seperti arti nama tengah Kian. https://www.instagram.com/p/BuFrfyjh0gZ/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=4urh7gcrxsog
















