Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Dengan Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin
Assaalamualaikum Wr. Wb.
Bapak dan Ibu guru hebat, berjumpa lagi bersama saya Nurul Septiyani Ayu Purwanti, Calon Guru Penggerak Angkatan 9 dari SMKS Pasundan 3 Bandung.
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada modul 3.1 mengenai Pengambilan Keputusan dengan Memperhatikan Nilai-Nilai Kebajikan sebagai Pemimpin, sebagai peserta Calon Guru Penggerak Angkatan 9, saya ingin berbagi pengalaman selama dua minggu terakhir ini. Saya akan merenungkan pengalaman tersebut dengan menggunakan model 4F atau 4P, yaitu Fakta (Peristiwa), Perasaan (Feeling), Temuan (Findings), dan Penerapan (Future).
Fakta (Peristiwa)
Materi pada Modul 3.1 membahas tentang Pengambilan Keputusan dengan Memperhatikan Nilai-Nilai Kebajikan sebagai Pemimpin. Perjalanan pembelajaran ini merupakan kelanjutan dari modul sebelumnya, yaitu modul 2. Kegiatan dimulai dengan pre-test yang terdiri dari 18 soal, dan kemudian mengikuti alur MERDEKA seperti pada modul sebelumnya (Mulai dari Diri sendiri, Eksplorasi konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi Antar Materi, dan Aksi Nyata).
Kegiatan dimulai pada tanggal 2 Februari 2024 dengan fokus pada langkah "Mulai Dari Diri". Pada tahap ini, kami diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan terkait pengambilan keputusan dengan nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin. Kami juga diminta untuk melakukan survei lingkungan dengan menggunakan satu studi kasus untuk mengembangkan kemampuan analisis kepemimpinan sekolah.
Langkah selanjutnya adalah Eksplorasi Konsep, di mana kami belajar secara mandiri melalui materi-materi dalam forum LMS dan mendalami konsep pengambilan keputusan dengan nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin. Kami juga membahas kasus dilema etika dan bujukan moral serta melakukan diskusi untuk menganalisis kasus yang disajikan di LMS.
Ruang Kolaborasi merupakan langkah berikutnya, di mana kami dibagi menjadi kelompok-kelompok untuk melakukan diskusi melalui video conference. Diskusi ini berfokus pada analisis kasus dilema etika dan presentasi tugas kelompok. Hasilnya kemudian diunggah ke LMS.
Demonstrasi Kontekstual melibatkan tugas wawancara kepada kepala sekolah tentang kasus dilema etika di sekolah mereka. Wawancara ini direkam dan dianalisis, lalu diunggah ke LMS.
Elaborasi Pemahaman melibatkan sesi diskusi dengan instruktur untuk mendapatkan pencerahan lebih lanjut mengenai pengambilan keputusan yang berbasis nilai kebajikan.
Koneksi Antar Materi dilakukan untuk mengaitkan materi pengambilan keputusan dengan nilai kebajikan sebagai pemimpin dengan materi sebelumnya.
Langkah terakhir adalah Aksi Nyata, di mana kami diminta untuk menerapkan proses pengambilan keputusan di sekolah CGP dan berdiskusi tentang pengalaman tersebut.
Selain itu, pada tanggal 6 Februari 2024, saya juga mengikuti pendampingan dengan Pengajar Praktik saya, Pak Weng Riyanto, yang memberikan pengetahuan tentang teknik coaching klinik supervisi akademik. Kami juga menghadiri Lokakarya 4 di SMA BPI pada tanggal 17 Februari 2024 dengan materi Coaching untuk supervisi akademik.
Perasaan (Feeling)
Awalnya, saya merasa bahwa pengambilan keputusan adalah hal yang sering saya lakukan di sekolah, terutama dalam menghadapi masalah siswa. Namun, saya juga merasakan beban berat jika harus menghadapi dilema etika sebagai seorang pemimpin pendidikan. Meskipun demikian, saya merasa senang dan bangga mendapatkan kesempatan untuk mempelajari modul ini, terutama karena saya dapat berlatih wawancara langsung dengan kepala sekolah tentang pengambilan keputusan.
Saya menyadari bahwa dalam pengambilan keputusan, penting untuk mempertimbangkan nilai-nilai kebajikan dan melibatkan stakeholder yang kompeten. Modul ini memberi saya pencerahan dan pengetahuan yang berharga dalam menghadapi berbagai situasi yang kompleks di sekolah.
Temuan (Finding)
Pembelajaran utama dari modul ini adalah pentingnya mengidentifikasi permasalahan dengan jelas dan memahami apakah termasuk dalam dilema etika atau bujukan moral. Jika masalah tersebut merupakan dilema etika, maka paradigma, prinsip, dan langkah-langkah pengambilan keputusan yang tepat perlu diterapkan, dengan nilai-nilai kebajikan sebagai pijakan utama. Selain itu, saya juga menemukan pentingnya berkolaborasi dan mempertimbangkan opsi trilema dalam mengambil keputusan.
Penerapan (Future)
Untuk rencana kedepan, saya akan menerapkan tahapan-tahapan pengambilan keputusan yang telah dipelajari, termasuk pengujian opsi trilema jika diperlukan. Saya juga akan mengukur efektivitas keputusan saya dengan melakukan refleksi dan meminta masukan dari pihak terkait, agar keputusan tersebut sesuai dengan nilai-nilai kebajikan, menguntungkan murid, dan membawa manfaat bagi semua pihak.
Demikian jurnal refleksi dwi mingguan pada modul 3.1. Sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya, semoga bermanfaat.
Salam Guru Penggerak! Tergerak, Bergerak, dan Menggerakkan!!













