Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
SMS dari Shaw ini terasa biasa saja, tetapi ketika saya mengkaji ulang tentang Kapal Theseus, saya jadi bertanya-tanya, ada apakah dengan masa kanak-kanakmu, Shaw?
Theseus adalah seorang pahlawan dalam legenda Yunani. Kisahnya yang paling banyak disebut-sebut adalah ketika ia menjadi korban persembahan untuk Minotour. Alih-alih menjadi korban, dia malah mengalahkan makhluk setengah banteng tersebut.
[Gambar: Theseus membunuh Minotaur, lukisan pada vas, oleh Pelukis Kleophrades, abad ke-6 SM. Courtesy of the trustees of the British Museum]
Sebagai penghormatan, warga Athena menyandarkan kapalnya di dermaga untuk dijadikan semacam monumen. Setiap tahun, mereka melayarkan kapal tersebut untuk memperingati jasa-jasa Theseus. Setiap tahun pula, terjadi kerusakan pada kapal tersebut. Tukang kapal pun memperbaikinya dengan mengganti bagian yang rusak dengan bagian yang baru.
Plutarch, seorang filsuf Yunani, mengajukan suatu eksperimen pemikiran. Jika setiap tahun, satu Kapal Theseus mengalami penggantian satu bagian, maka, sebut saja pada tahun keseribu, seluruh bagian kapal tersebut sudah diganti dengan bagian yang baru.
Pertanyaannya, apakah kapal pada tahun keseribu itu masih sama dengan Kapal Theseus yang mula-mula? Apakah kita masih bisa menyebutnya sebagai Kapal Theseus?
Pertanyaan serupa juga ditemukan dalam teks kuno Buddha yang berjudul Mahāprajñāpāramitopadeśa yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Cina menjadi Da zhidu lun (大智度論). Dikisahkan, seorang pengembara bertemu dengan dua iblis pada suatu malam. Iblis pertama meretas bagian tubuhnya satu persatu lalu menggantinya dengan bagian tubuh mayat. Saat si pengembara tersadar, dia bingung tentang siapa sesungguhnya dirinya.
Sebenarnya, mempertimbangkan latar belakang Shaw, saya pikir akan lebih masuk akal jika dia merujuk pada filsafat Cina atau Buddha. Namun, di SMS ini, dia merujuk pada filsafat Barat. Hmmm, kenapakah?
Kembali pada persoalan Kapal Theseus. Dalam filsafat budi (philosophy of mind), persoalan ini berkaitan dengan identitas diri. Kapal Theseus merepresentasikan seseorang yang mempertanyakan identitas dirinya dalam kerangka waktu. Sebagai manusia, kita terus bertumbuh dan berkembang. Saat baru lahir, kita adalah bayi, lalu berubah menjadi anak-anak, kemudian menjadi remaja, dewasa, lalu menjadi tua. Dalam rentang waktu tersebut, manakah yang merupakan diri kita sesungguhnya? Apakah diri kita saat anak-anak sama dengan diri kita saat dewasa? Yang manakah yang merupakan diri kita? Bagaimana kita mendefinisikan diri kita?
SMS di atas dimulai oleh MC yang menanyakan apakah Shaw masih marah karena dia melihat fotonya semasa kecil.
Tentu saja Shaw menolak dikatakan marah karena hal remeh seperti itu. Dia juga mengatakan bahwa dia sendiri sudah lupa tentang foto itu. Di sini agak ambigu, menurut saya, apakah yang dilupakannya? Keberadaan foto itu atau keberadaan anak di dalam foto tersebut?
Gambar di foto tersebut adalah Shaw saat masih kecil. MC menanyakan apakah anak dalam foto tersebut adalah benar-benar Shaw. Alih-alih menolak atau membenarkan, Shaw malah balik bertanya, "Kenapa? Tidak bisa membayangkan aku dengan ekspresi seperti itu?"
Anak di dalam foto tersebut terlihat sangat bahagia. Dia tampak sedang cekikikan (giggling). Saya membayangkan gambar seorang anak yang tersenyum lebar hingga seluruh giginya kelihatan.
Namun, Shaw mengatakan bahwa dia pun tidak familiar dengan ekspresi tersebut. Mengapakah? Apakah dia lupa bahwa dia pernah jadi anak yang sangat bahagia? Ada apakah dengan masa kanak-kanaknya?
Sampai di sini, saya jadi bertanya-tanya. Apakah Shaw selalu mepertanyakan identitas dirinya? Siapakah dia sebenarnya? Apakah si anak cekikikan dalam foto itu, ataukah dirinya yang sekarang?
Di akhir SMS, tampaknya dia sudah sampai pada kesimpulan, "Aku bukan lagi anak yang cekikikan di foto itu. Cuma itu saja yang kamu perlu tahu."
Yeah, Shaw mungkin mewakili anak-anak muda yang selalu galau tentang dirinya. Siapakah dia sebenarnya?
Hmm, seseorang yang berhasil melalui krisis identitas dan berhasil memutuskan identitas diri sendiri di usia dua puluh tahun. Menarik sekali anak ini.
===
Video ini menjelaskan paradoks Kapal Theseus dengan sederhana.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Game: Mr. Love Queen’s Choice
Rating: NSFW/18+
Warning Tags: phone sex, masturbation, RIP dirty talk, allusions to exhibitionism, orgasm denial
Summary: How does the man manage to play the bass so well, all the while exuding sensuality so intense? Panties dropping to the floor when his fingers so much as touch the strings. The answer is easy; Shaw likes to exercise those long, tapered digits across and within your body before each show.
Spicy Shaw makes my flirt-o-meter malfunction @stehkotori 😂 The man is electric sex on legs. Thank you for requesting and I wish you a belated Merry Christmas and a very Happy New Year! ❤️
[Transcript under the cut]
Well well, so there was a vixen hiding underneath that good girl, huh? You should be thanking your lucky stars I had my earphones plugged in. Who knows who else would’ve heard you moaning like that as soon as you got me on FaceTime? Blushing now, are you?
…Even as your hands refuse to stop kneading your breasts like that? So restless, my girl. Alright…pinch your nipples for me now. Tell me how perked they are, anticipating my mouth. Yeah… just like that, does it feel good, baby? My hands on you?
Don’t be so loud. Adam and Jensen will be there anytime soon. Did you lock the door when you arrived? Good. Although… I wouldn’t have minded if you’d have preferred leaving it open for an audience. Letting them see just how wet you can get at the thought of me fucking you in the very changing room you come visit me, every single weekend after our concert.
Fuck… I’d press you right against the bench you’re sitting on if I were there. You’re so damn turned on, aren’t you? Show me then. Spread your legs.
…No panties? How bold of you, you’re making me so hard.
Angle the camera closer to your pussy, babe. Do you see that? You’re practically dripping. Touch your clit for me. Yeah, just like I do, you know how much you enjoy that, your tears each time I so much as swipe a thumb against it. The way you moan when I slip my finger up into your clenching walls… before I withdraw. In and out.
Add a second finger. Stretch yourself. Pull out and smear your arousal across your slit.
Hah… let me see your face. You’re so fucking sexy when you’re begging for me like that.
No. You’re not allowed to come, yet. Not if it isn’t by my fingers. Hold it in. And wait for me. I’m going to make you scream before I get up there on stage tonight.
Don’t sulk now. I can barely hold myself back any longer either. You want to confirm that for yourself, don’t you? Be good for once then, gorgeous.