Parted too soon

seen from Germany
seen from Mexico
seen from China

seen from Japan
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Georgia
seen from United States

seen from Vietnam
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Australia
seen from Argentina
seen from Canada
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Türkiye
Parted too soon

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
apparently this translation is the closest to what they said in japanese. i wanna cry sm
by Anonymous
Mai really wants to see the firework festival again and Maki isn’t about to let their family stop her from getting what she wants.
Words: 1537, Chapters: 1/1, Language: English
Fandoms: 呪術廻戦 | Jujutsu Kaisen (Manga)
Rating: General Audiences
Warnings: No Archive Warnings Apply
Categories: F/F
Characters: Zenin Mai, Zenin Maki
Relationships: Zenin Mai/Zenin Maki
Additional Tags: Pre-Canon, Fireworks, Festivals, First Kiss, Fluff, Twincest, the subtlest amount of angst bc of the Zenins but i swear this is mostly soft, The twins are iN lOvE
#MKMI 2 : Akidah bagi Orang yang Berpikir
Postingan kemarin aku jadiin postingan ke-satu aja ya biar sesuai sama hari Ramadhan hehe. Bismillah, hari ini aku mau nulis hikmah yang ada di kata pengantar dan mukaddimah. Ya belum masuk bagian isi tulisannya tapi masya Allah udah dapet banyak hikmah yang sayang kalo gak didokumentasiin.
Kata pengantar buku ini ditulis oleh Al-Ustadh Ibrahim Ahmad Bawani. Beliau menyampaikan bahwa kita semua pasti tau betapa majunya dunia di luar Islam, mereka (dalam hal ini orang Barat) telah bekerja dengan lebih semangat dan efisien sehingga telah banyak memberikan manfaat dalam kebutuhan umat manusia. Mereka pun sudah lebih dulu memberantas sebagian besar dari tiga "musuh" manusia, yaitu kemiskinan, penyakit, dan kebodohan. Yap, mungkin kita bisa liat gimana bedanya negara dunia pertama dengan negara dunia ketiga kayak negara yang kita tinggal saat ini.
Disclaimer dulu; karena buku ini ditulis hampir 50 tahun yang lalu, pasti kondisi dunia saat itu secara global tidak semaju saat ini, apalagi dalam hal teknologi dan transportasi. Jadi belum banyak yang menghubungkan dunia Barat dan Timur sehingga terkesan sangat bertolak belakang. Pertanyaannya, apakah kemajuan dunia modern mampu menempatkan manusia di atas jalan kehidupan yang sempurna? Apakah dunia modern telah berhasil menolong umat manusia untuk mencapai tujuan hidup yang sebenarnya? Apakah dunia modern telah berhasil mendatangkan kesejahteraan dan kebahagiaan? Apakah dunia modern mampu mengangkat derajat umat manusia sehingga lebih terjamin kebutuhan hidupnya, lebih baik keadaannya, lebih halus perasaannya, dan terlepas dari nafsu hewani?
Al-Ustadh Khursyid Ahmad dalam bagian Mukaddimah menyampaikan bahwa untuk tegaknya kehidupan manusia diperlukan dua hal, yaitu terpenuhinya kebutuhan pokok yang menjamin kelangsungan hidup dan mengetahui dasar-dasar pengetahuan tentang tata cara hidup perseorangan dan masyarakat agar terjamin berlakunya keadilan dan ketentraman dalam masyarakat dan kebudayaan.
Allah swt telah menyediakan kedua hal itu secukupnya untuk manusia. Kebutuhan pertama telah tersedia dalam sumber daya alam yang bisa kita olah dan manfaatkan. Kebutuhan kedua, yaitu kebutuhan kejiwaan, kemasyarakatan, dan kebudayaan telah Allah utus para Rasul dengan membawa risalah Islam berisi panduan hidup untuk kita amalkan selaku khalifah di bumi (QS. Al-Baqarah: 30-33)
Tauhid menjadi dasar kepercayaan yang menjiwai ajaran Islam. Akidah ini logis dan menyeluruh, menunjukkan bahwa alam ini tunduk di bawah satu hukum kekuasaan tertinggi milik Allah Rabbul 'alamin. Ajaran Islam bersifat mudah, rasional, dan praktis. Tidak dicampurin mitologi, bebas dari takhayul dan kepercayaannya bertentangan dengan akal sehat.
Islam selalu menganjurkan supaya orang berpikir, mempertimbangkan setiap urusan sebelum melaksanakannya, membahas keadaan yang sebenarnya dan berusaha mendapatkan ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam.
Seperti doa yang insya Allah kita lafalkan tiap hari, Rabbi zidni ilma. Allah pun telah menyatakan dalam Al-Qur'an bahwa orang yang berpengetahuan tidak sama dengan orang yang tidak berpengetahuan (QS. Al-Isra: 13-14). Ah masya Allah, semoga kita menjadi hamba yang tidak menyia-nyiakan nikmat akal yang Allah khususkan untuk manusia. Barakallahu fiikum :)
Rasulullah pun telah bersabda "Pelajarilah oleh kamu ilmu, sebab mempelajari ilmu itu memberikan rasa takut kepada Allah, menuntutnya merupakan ibadah, mengulang-ulangnya merupakah tasbih, pembahasannya merupakan jihad, mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahuinya merupakan sedekah, dan menyerahkannya kepada ahlinya merupakan "pendekatan diri" kepada Allah." Riwayat Ibn 'Abdil-Barr
MKMI 7: Ada Doa dalam Sapa
Udah lama gak lanjut posting #MKMI dan ya aku gagal nulisin semuanya selama Ramadhan. Pfft gapapa, his name is also effort wk.
Ada bagian menarik yang aku temuin dan aku jadi refleksi ke pengalaman sendiri. Jadinya ini bakal berlanjut dengan curhatan, as always.
Sebelumnya aku bukan orang yang terbiasa ngasih sapaan "(selamat) pagi,siang,sore,malam" karena menurutku "iya tau ini pagi, gak perlu dikasih tau kok" haha atau pikiran lainnya gini "kalo aku di chat pagi tapi kubalesnya siang, kan agak aneh gak sih jadinya" pfft.
A: Selamat pagi
B: Selamat siang
-____-
Kecuali kutipannya Tere Liye di novel Sunset Bersama Rosie, cuma itu kata-kata "selamat pagi" yang kusuka.
Bagiku waktu selalu pagi. Di antara potongan dua puluh empat jam sehari, bagiku pagi adalah waktu paling indah. Ketika janji-janji baru muncul seiring embun mengggelayut di ujung dedaunan. Ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki pegunungan. Pagi, berarti satu hari yang melelahkan telah terlampaui lagi. Pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan terlewati lagi; malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, dan helaan napas tertahan.
Kembali ke persoalan sapaan, aku mulai jadi terbiasa ngasih sapaan berdasarkan waktu mulai pas kerja, wfh sih biasanya pas meeting atau chat. Tapi jadinya aku jarang ngucap salam "Assalamu'alaykum" dan itu rasanya agak aneh sih huhu. Sayang aja padahal kan ada doa dalam salam itu. Oke mungkin karena aku lagi dalam forum profesional dan umum kali ya, jadi ya oke pfft.
Mungkin udah banyak dari kita yang sadar tentang hal ini. Betapa di Islam tuh banyak banget sapaan biasa yang jadi lebih bermakna karena ada doa di dalamnya. Get well soon bisa diganti jadi syafakallah/syafakillah. Safe trip/flight jadi fii amanillah. Begitu juga ungkapan pujian yang bakal jauh lebih aman kalo disebut bareng muji Allah. Tau kan bahayanya penyakit 'ain?
Hal ini serupa kayak yang ditulis Fatima Kazue dari Jepang yang terkesan banget sama cara hidup berislam. Menurutnya "Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh" adalah sebuah penghormatan yang jauh beda dari sekedar "Good Morning dsb"
"..di dalamnya terkandung harapan yang kekal, mengandung pula doa kepada Allah agar melimpahkan rahmat dan berkah-Nya."
Aaah, masya Allah indah banget ya ajaran ini kalo bener-bener kita maknain <3

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
#MKMI 3: Islam dan Keseimbangan yang Menyeluruh
Postingan kali ini masih menuliskan intisari bagian mukaddimah dari Al-Ustadh Khursyid Ahmad. Kemarin aku baru sampai poin pertama watak pokok Islam (mudah, rasionil, dan praktis) sedangkan beliau menuliskan tujuh poin. Jadi, di postingan kali ini aku bakal nyoba nulis ketujuh poin tersebut karena udah gak sabar pengen masuk ke tulisan para tokoh yang ada di buku ini.
Poin kedua, bersatunya benda dan rohani (re: urusan keduniawian dan akhirat)
Islam memandang hidup sebagai satu kesatuan yang mencakup kedua-duanya. Islam tidak mengakui adanya larangan dan tidak menuntut supaya orang menjauhi kehidupan materi. Namun Islam menuntut supaya para penganutnya menjadi umat yang merasa cukup dalam kehidupan dunia.
Aku jadi inget tentang minimalisme, gaya hidup yang ramai diterapin banyak orang karena stres dan jenuh dengan hidup penuh material. Lucunya, aku ngerasa itu sebagai suatu konsep yang baru. Padahal Nabi Muhammad udah dari dulu nerapin konsep hidup ini kalo kita bener-bener pelajarin sirohnya. Ya walaupun kita seringnya lebih butuh contoh praktikal dalam ngejalanin konsep baru, gak salah sih, cuma berarti pemahaman sirohnya belum nyampe ke kehidupan sehari-hari nih. Aku sih :v
Poin ketiga, jalan hidup yang sempurna. Allah dalam Al-Qur'an memerintahkan umat manusia untuk memeluk Islam secara keseluruhan, tanpa pilih-pilih, dan mengikuti semua bimbingan yang mencakup semua aspek dalam hidup. Sehingga agama bukan hanya urusan perseorangan, namun juga peranan sosial dan kebudayaan yang mungkin sekarang agak ditinggalkan.
Poin keempat, ada keseimbangan antara perseorangan dan kemasyarakatan. Islam percaya adanya kepribadian manusia dan menentukan bahwa setiap orang secara sendiri-sendiri bertanggung jawab terhadap Tuhan.
".. dan bahwa manusia tidak akan mendapat selain apa yang dia usahakan" (QS. An-Najm: 39)
"Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, kecuali mereka sendiri mau mengubah keadaannya" (QS. Ar-Ra'd: 11)
"Semua kamu adalah pemimpin dan semua kamu akan diminta pertanggung jawabannya.." (Muttafaq alaih)
Namun di sisi lain, Islam menanamkan rasa tanggung jawab sosial, mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat dan negara, dan mengikutsertakan setiap orang dalam usaha menegakkan kemaslahatan umum. Contoh sederhananya, sholat berjama'ah di mesjid menjadi penanaman disiplin sosial, perintah membayar zakat, infaq, sedekah, bahkan puasa yang kita lakukan hari ini pun juga untuk menumbuhkan rasa empati pada sesama.
#MKMI 1 : Challenge Dakwah dari Ibu
Nyaris setahun lalu ibuku memberiku “challenge” untuk menulis ulang satu buku yang paling berpengaruh di hidupnya, sebuah buku jadul terbitan tahun 1976 berjudul “Mengapa Kami Memilih Islam”. Namun karena khawatir menyalahi hak cipta dan aku tak tau informasi penerbitnya, akhirnya proyek ini gak mulai-mulai. Walaupun sebenarnya sah sah saja jika aku membuat review dan intisari dari buku ini. Mungkin aku saja yang membuat alasan karena belum meluangkan waktu untuk membacanya haha.
Syukurnya beberapa minggu terakhir ini aku gabung Book Club-nya Pemimpin ID jadi kebiasaan baca buku bisa tumbuh lagi. Sebelumnya aku cuma ngerasa bersalah sama tumpukan buku yang dianggurin di atas kasur. Sedikit sedikit ya kita coba hilangkan ke-tsundoku-an ini (re: kebiasaan numpuk buku) dan kurasa Ramadhan jadi waktu terbaik untuk memperbaiki kebiasaan.
Balik lagi ke buku Mengapa Kami Memilih Islam (MKMI), buku ini adalah kumpulan tulisan para cendekiawan dari berbagai benua keluaran Rabithah Alam Islamy Mekkah Mukarromah dengan judul asli “Islam is Our Choice” kemudian Dewan Pusat Organisasi Islam Internasional tertarik menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia lewat PT. Al Ma’arif Bandung dan Bapak H. Bachtiar Affandie.
Latar belakang penulisan buku ini seperti yang disampaikan oleh Bapak H.A. Sjaichu, Ketua Dewan Pusat Organisasi Islam Internasional adalah untuk menambah perbendaharaan ilmu pengetahuan yang dapat menjadi hidayah dan taufiq agar kita menjadi manusia yang taat dan sadar akan kebenaran dan kemuliaan ajaran Islam. Sering kali ketika orang Islam yang menemukan dan mengemukakan hakekat kebenaran ajaran Islam dan keserasiannya dalam mengatur kehidupan manusia, hal itu dianggap subyektif dan memihak karena dianggap mereka selalu memuji agamanya sendiri. Sedangkan jika hal tersebut dinyatakan oleh orang di luar Islam yang memang mempelajari Islam maka akan lebih mudah diterima pendapatnya.
Hm mungkin terkadang kita terlalu taking for granted ya sama agama sendiri?
Jadi, dalam rangka menunaikan challenge dari ibu yang kupanggil ummi dan menambah khazanah keislaman aku pribadi, insya Allah aku bakal nyelesain buku ini dan membagikan intisarinya setiap pagi selama Ramadhan. Bismillah :)
MKMI 6: Mengapa Kamu Memilih Islam?
Sejujurnya aku mulai bosan menulis ulasan dari buku MKMI tiap hari, karena kurasa aku sudah dapat menarik benang merah dari tulisan para tokoh yang ada di buku ini. Faghfirli, semoga hal ini bukan termasuk kesombongan terhadap ilmu.
Mungkin seperti yang pernah kutuliskan di postingan pertama #MKMI, "Bisa jadi selama ini kita menjadikan agama sebatas identitas belaka tanpa benar memaknainya" Maybe we're taking for granted because we've already got it since we born.
Jika pertanyaan ini ditujukan kepada diri kita masing-masing dan diminta menuliskannya, kira-kira apa yang akan kita bagikan?
"Mengapa kamu memilih agama ini?"
Aku sepertinya masih perlu waktu khusus untuk memberikan jawaban terbaik, tapi bakal kucoba menceritakannya masih dalam rangkaian tulisan #MKMI. Kalau versi temen-temen gimana nih jawabannya?
p.s : sepertinya aku akan mengubah teknik membaca-menulis ulasan dari buku MKMI biar lebih banyak hal menarik yang bisa dibagikan. Bismillah istiqomah emang gak mudah kan :)