▪︎ MIMPI ▪︎
[Part 1]
Entah sejak kapan persisnya, diri berkawan mimpi.
Mimpi yang kebanyakannya buruk mencekam. Meski kadang juga berwujud bunga tidur, indah, tenang-menyenangkan~
Katanya, tidur terbaik nan berkualitas itu justru saat kita tak bermimpi. Bahkan meski itu mimpi baik. Tidur yang dalam kondisi deepnya~
Memang, dari banyak mimpi buruk sebabnya karena tertidur. Kecapean syekali hingga tepar dan tak prepare untuk tidur dengan baik. Tidak berwudhu, tak mengibas alas tidur dan belum sempat membaca doa tidur. Ya, wajar kalau jin mengganggu sebab pagar perlindungannya tak ditegakkan, hihi.
Tapi yang bikin kesal adalah sekali si jin masuk di mimpi -yang literally sampai 3 hari berturut-turut mimpi buruk yang sama terulang- sejak itu rasanya mudah sekali doi mengganggu aktivitas tidurku, bahkan meski sudah menyempurnakan adab tidur sebelumnya 😭
Seperti kejadian saat di pondokan dahulu,
Aku terbangun dengan napas tersengal. Sekujur badan sakit dan pegal-pegal. Kejadian di mimpi barusan sekejap membayang, melintas-lintas di ingatan. Ya, waktu itu mimpi buruk. Mungkin mimpi buruk perdana selama di pondokan. Atau bisa jadi bukan benar-benar perdana, melainkan mimpi paling drama yang pertama kalinya diri rasakan di pondokan. Wallahu a'lam persisnya~
Mimpi misterius saat itu bahkan membangunkan diri dalam kondisi terisak, banjir air mata. Setengah histeris sampai musyrifah (guru pembina asrama) kami datang mengecek kondisi.
Keringat bercucuran, seiring air mata yang juga ngucur. Dada berdegup kencang dengan sekujur badan sakitttt, persis seperti habis merasakan yang terjadi di mimpi saat itu. Padahal itu tidur siang yang amat sangat singkat sekali waktunya disediakan pondokan.
Melihat kondisi diri, musyrifah kami inisiatif mengambilkan segelas air minum, lalu mengingatkan diri tuk membaca zikir, dan doa lagi jika ingin melanjutkan tidur siang. Kuturuti~
Kubaca istighfar dan membaca doa tidur, sebab meski sakit dan ngos-ngosan, mata masih lagi berat, mengantuk dan letih sekali rasanya. Hingga akhirnya tertidur lagi.
Bertemu di ruang, waktu, tokoh dan mimpi yang sama. Terjadi lagi, kedua kali. Aku tersentak, lagi.
Kali ini isaknya lebih kencang. Musyrifah kami prihatin dan akhirnya menemani, dengan murattal yang beliau putarkan. Kucoba pejamkan mata setelah melafalkan zikir yang biasa kami baca saban pagi-petang agak lengkap, hingga tertidur lagi dan kembali bermimpi. Mimpi yang sama~
Kali ketiga ini aku menjerit. Sakitnya tak terdera rasanya, sebab sudah kali ketiga merasakan hal sama, berulang. Hilang sudah rasa kantuk, tersisa sakit sebadan dan ngilu hingga tulang. Kucoba duduk saja sambil menjaga kesadaran hingga jelang ashar, kapok tidur lagi.
Begitulah saking misteriusnya drama tidur ini, doapun sudah tak mempan lagi.
Dan ini baru satu dari jutaan pengalamanku bersama mimpi. Kubilang di antaranya ada yang indah, tenang dan menyenangkan. Dan biasanya itu memang petunjuk atau berujung jadi kenyataan, syukurnya~
Sebagaimana diri pernah bermimpi dapat warisan rumah megah dari tokoh ikhwanul Muslimin Mesir, pernah mimpi umrah lalu bertemu Ka Maryam Afifah, bahkan pernah mimpi haji dan bertemu Ammah Lina shohib di Mesir dulu 😍
Syukurnya, sejauh ini dan semoga begitu seterusnya, yang menjelma jadi nyata hanya yang baik-baik saja.
_______
*bikin ini setelah semalam kembali dihantui mimpi buruk. Gangguan yang berulang kali, terbangun-tidur-mimpi-terbangun-tidur-mimpi, meski kejadiannya tak sama persis, tapi lagi-lagi bikin diri tak bisa benar-benar mindful dan menikmati istirahatnya tubuh ini 🥲
Alhamdulillah 'ala kulli hal~












