MINDFULLNESS
Konsep menjalani hidup yang menarik saya sangat dalam sampai harΔ±-hari penuh denagn perenungan.Β
Sejak lahir saya tidak terbiasa bahkan tidak mengenal konsep ini sama sekali, sampai akhirnya hidup bersosial media membawaku menemukan konsep ini dan sukarela menjalaninya dalam keseharian.
Konsep tentang kesadaran yang membuat saya sadar penuh bahwa kehidupan hadir hanya sedetik, selebih dan kurangnya hanyalah keinginan, kekhawatiran dan ketakutan. Konsep baru yang mampu membuat saya lebih menikmati dan mensyukuri hidup seapa-adanya, tidak lagi penuh keinginan dan ambisi. Hidup hanya dalam hari ini ternyata menyenangkan, pun penuh tantangan. Tantangan untuk diri sendiri.Β
Mindfulness membuat saya semakin melihat diri saya sebagai satu-satunya lawan yang perlu disadari dan ditaklukan dalam kesadaran. Perang kehidupan sesungguhnya bukan antara saya dan orang lain, tapi tentang saya dan diri sendiri. Sejauh mana saya memiliki kesadaran diri, sedalam apa saya mampu membawa kesadaran diri dalam kehidupan saya seheri-hari. Melihat diri sebagai satu-satunya sumber dan awal dari segala yang ada disekitar dan dikehidupan saya. Melihat diri saya sebagai satu-satunya yang paling butuh dan paling penting untuk diperhatikan.Β
Mindfulness membuat saya mengerti bahwa kehidupan ini rumit hanya dikepala saja dan sesak hanya didalam dada saja, sepenuhnya kehidupan ini adalah gambaran dari kesadaran diri sendiri.Β
Kesadaran diri yang tak banyak dibahas pada masa ku remaja, kesadaran diri yang ketika ku dewasa baru saja ramai diperbincangkan karena ternyata masalah mental banyak bermula disana. Kesadaran diri seperti apa ? Sesederhana menyadari nafas ini, menyadari hal-hal yang ada disekitar kita, perasaan kita, pikiran kita, kemudian ternyata, ramai dan bising sekali. Saya innata, pertama kali saya melakukannya, isi kepala saya ternyata ribut, seperti pasar pagi yang orang bersaut-sautan, berteriak dan tawar menawar, alur pikir yang tak terlihat ujungnya. Begitu hari-hari awal aku memulai, makin hari makin terbiasa dan menemukan ketenangan di dalam sana, di hati dan pikiranku.Β
Ya, tak selalu begiet, ada kalanya, kepala ini berisik lagi, perasaan ini membingungkan, entah apa, sampai alurnya tak ku kenali. Lalu di hari-hari selanjutnya, kembali tenang. Begitu silih berganti, melewati hari-hari dalam kesadaran yang terus ku latih untuk hadir penuh disini kini. Menyadari hidup, bahwa memang tak ada yang abadi, tak ada yang kekal selamanya.



















