Bagaimana Aku Mengingatmu
resah lesap dalam asap membingkai jabat erat tanganmu pertama kali keduanya meracuniku hingga paru-paru fajar merekah di matamu kau, cahaya pertama di langitku selepas badai semalam suntuk aku ingin merengkuh ringkih tubuhmu dengan peluk tipis yang hangat aku mau membersamai langkah-langkahmu yang pelan memasukkan bentuk, lekuk, dan warna jalan tempat telapak berpijak ke dalam cangkir ingatan sebab aku pelupa maka aku menulis tapi jangan kau jadikan aku puisi simpan saja catatanku dalam pikiran agar kelak kau bisa mengingat bagaimana aku mengingatmu -
Yogyakarta © Chandra Wulan (2018)












